MEMBAHAS TENTANG KONSPIRASI, SECRET SOCIETIES, MISTERI DLL
Jumat, 21 Oktober 2016
Selasa, 30 September 2014
Peran Seorang Ulama Sufi di Balik Penaklukan Konstantinopel
Muslimdaily.net – Jika kita perhatikan, pada setiap kemenangan yang diraih kaum Muslimin, beberapa di antaranya ada peran besar ulama. Pada perang Salib tampil pahlawan besar Shalahuddin al-Ayubi dan pasukan tangguhnya yang merupakan alumni madrasah yang dirintis oleh Imam al-Ghazali. Juga, didikan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani tak dapat dinafikan dalam perang Salib itu. Begitu pula di belakang Muhammad al-Fatih, sang Sultan yang menaklukkan Konstantinopel, terdapat guru sufi yang selalu membimbing sang Sultan.
Dia adalah Syeikh Aaq Syamsuddin, penasihat Muhammad al-Fatih, pahlawan Islam dari dinasti Utsmaniyah yang sukses menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Berkat bimbingan Syeikh Syamsuddin, Sultan al-Fatih berhasil membangkitkan semangat pribadi dan kaum Muslimin untuk menaklukkan kerajaan raksasa dunia, Bizantium, di usia al-Fatih yang masih 25 tahun.
Peran guru sufi ini jelas tidak mungkin diabaikan. Sebab, ia turut pergi ke medan pertempuran untuk mendampingi Sultan al-Fatih memimpin pasukannya. Nasihat-nasihat spritualnya menambah semangat keimannya yang membara.
Syaikh Syamsuddin, adalah seorang ulama ahli tasawwuf berasal dari negeri Syam yang berhasil memoles pribadi al-Fatih menjadi sultan yang tangguh, berilmu, cerdas, pemberani dan pemimpin negara yang bertakwa kepada Allah Swt. Hingga di medan pertempuran terdepan, sang Syeikh mendampingi al-Fatih, untuk memberi tausiyah, arahan, strategi dan bimbingan spiritual.
Nama asli Syeikh Aaq Syamsuddin adalah Muhammad bin Hamzah al-Dimasyqi al-Rumi. Dilahirkan di kota Damaskus, negeri Syam, pada tahun 792 H/1389 M. Nasabnya bersambung dengan Abu Bakar al-Shiddiq r.a. Pada usia 7 tahun berhasil menghafal al-Qur’an. Lalu meneruskan belajarnya di kota Amasiya, kemudian pindah ke Halab dan merantau ke Ankara Turki.
Pembimbing Spiritual Sultan al-Fatih
Muhammad al-Fatih telah dibimbing Syeikh Syamsuddin sejak kecil. Ia mengajari Muhammad al-Fatih berbagai disiplin ilmu dasar, yaitu al-Qur’an, al-hadits, Fikih dan bahasa Arab.
Syeikh Syamsuddin berhasil meyakinkan sultan Muhammad al-Fatih, bahwa dialah pemimpin yang ‘diramal’ Rasulullah Saw yang berhasil menaklukkan Konstantinopel. Saat menjabat sultan Utsmani, usia al-Fatih masih sangat muda. Syeikh Syamsuddin menasihatinya agar dia segera bergerak untuk merealisasikan hadis Rasulullah Saw, bahwa konstantinopel akan ditaklukkan oleh pemimpin adil dan tentara Islam yang terbaik.
Konstantinopel, merupakan kota paling penting di dunia pada zaman itu. Dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Bizantium, kekaisaran Kristen. Sejak dibangun, Konstantinopel dijadikan ibukota kerajaan selama berabad-abad lamanya. Kota ini menjadi pusat perhatian dunia. Ada yang mengatakan bahwa “Andaikata duni ini berbentuk satu kerajaan, maka Konstantinopel akan menjadi kota yang paling cocok untuk menjadi ibukota kerajaan tersebut”.
Tentang kota ini, Rasulullah Saw memberi kabar gembira bahwa kelak, kota Konstantinopel akan jatuh di bawah kekuasaan Islam. Beliau bersabda:
لتفتحن القسطنطينية على يد رجل فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش
“Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara” (HR. Ahmad).
Karena itu, para khalifah kaum Muslimin berlomba-lomba menaklukkan Konstantinopel dalam rentang waktu yang panjang. Tercatat, sejak masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan tahun 44 H hingga rombongan paling besar dilakukan pada masa Dinasti Umayyah di bawah Sulaiman bin Abdul Malik, semuanya gagal.
Usaha berlanjut pada masa kekhalifahan Abbasiyah, khususnya pada masa Khalifah Harun al-Rasyid pada tahun 190 H. Meski sempat menimbulkan gejolak negeri Bizantium tapi misi penaklukan Harun al-Rasyid masih belum berhasil.
Di masa pemerintahan Muhammad al-Fatih, Konstantinopel baru berhasil ditaklukkan. Beberapa kali upaya penaklukkan tidak berhasil. Ia sampai sempat putus asa mengatur serangan ke Konstantinopel.
Namun sang guru, Syeikh Syamsuddin, mendampingi dan menasihati agar tetap terus berjuang. Pengepungan benteng konstantinopel memakan waktu 54 hari. Banyak korban dari tentara Utsmani yang meninggal dunia. Para pejabat militer hampir putus asa gagal menaklukkan konstantinopel. Tapi, Syeikh Syamsuddi sangat yakin, hadis Rasulullah Saw akan terealisasi pada Muhammad al-Fatih, tidak pada pemimpin lainnya.
Dalam suatu persiapan serangan, Syeikh Syamsuddin menyendiri di kemah. Ia melarang seorang pun untuk masuk. Muhammad al-Fatih memaksa masuk kemahnya. Dan ia menyaksikan sang Guru khusyu’ bermunajad kepada Allah. Ia bersujud kepada Allah dalam suatu sujud yang panjang. Sorbannya terlepas dari kepalanya sehingga membuat rambut kepalanya yang memutih menyentuh bumi. Sedangkan jenggotnya yang mutih memantul sinar laksana cahaya. Sang guru bangkit dari sujudnya dengan air mata berlinang dari kedua pipinya. Dia berdoa kepada Allah Swt agar kemenangan dikaruniakan kepada al-Fatih dan meminta penaklukan dapat terlaksana kota dalam jangka waktu yang dekat.
Ketika terjadi penyerbuan ke benteng Konstantinopel, Syeikh Syamsuddin mendatangi Muhammad al-Fatih untuk memberi nasihat penting tentang hukum-hukum syariat dalam peperangan, serta hak-hak kaum yang ditaklukkan sebagaimana diatur dalam syariat.
Syeikh Syamsuddin berpidato di hadapan pasukan Utsmani: “Wahai tentara Islam, ketahuilah dan ingatlah bahwa Nabi saw bersabda, ‘Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara’. Kita memohon kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi, semoga Dia memberikan kita taufik dan mengampuni semua. Ketahuilah, janganlah kalian berlaku berlebih-lebihan dari apa yang kalian dapat dari harta rampasan perang, dan janganlah kalian berlaku boros. Infakkan harta di jalan yang baik untuk penduduk kota ini. Dengarkan apa yang dikatakan Sultan kalian dan taatilah dia dan cintailah. Wahai sultanku, kau telah menjadi tanda mata Bani Utsmani. Maka jadilah engkau sebagai mujahid di jalan Allah selamanya”.
Tak lama kemudian, dimulailah serangan ke benteng raksasa Konstantinopel. Tepat pada jam 1 pagi 29 Mei 1435 benteng yang berdiri berabad-abad lamanya jebol. Pasukan al-Fatih berhasil menguasai kota dan pasukan Bizantium tidak berdaya. Selama itu pula, Syeikh Syamsuddin tidak pernah meninggalkan al-Fatih dan pasukannya. Ia ingin menyaksikan langsung realisasi hadis Rasulullah Saw.
Muhammad al-Fatih betul-betul ditempa spiritualnya oleh Syeikh Syamsuddin. Sultan al-Fatih pernah mengirimkan uang sebanyak seribu dinar kepadanya. Namun Syeikh Syamsuddin menolaknya. Bahkan, Syeikh tidak memberi penghormatan berdiri untuk sang Sultan ketika mau pamit keluar. Sultan al-Fatih pun kecewa.
Seorang pembantu Sultan mengatakan, “Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan para Sultan sebelum kamu. Dengan demikian, Syeikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu darimu”.
Demikianlah cara Syeikh Syamsuddin memberi pelajaran kepada sultan al-Fatih. Agar supaya sultan selalu berjalan di atas syari’ah tidak terbuai oleh kekuasaan.
Pelajaran keras diberikan sejak Muhammad al-Fatih masih kecil. Pada suatu hari, ia memanggil Muhammad al-Fatih kemudian memukulnya keras, karena melakukan kesalahan ringan. Pukulan keras Syeikh ini ternyata dikenang terus oleh al-Fatih. Hingga ia dewasa memangku kesultanan. Hingga suatu saat ia memanggil Syeikh Syamsuddin dan menanyainya: “Mengapa Anda memukulku waktu itu padahal aku tidak melakukan apa-apa yang layak dipukul?”
Maka Syeikh menjawab: “Karena aku ingin mengajarimu rasanya kezhaliman dan bagaimana orang yang terzhalimi tidur, agar ketika engkau menduduki posisi kepemimpinan, engkau tidak menzhalimi seorang pun!”.
Mendengar penjalasan Syeikh, al-Fatih langsung meminta maaf kepada Syeikh, karena memiliki pikiran negatif dan akhirnya mencium kepala serta tangan gurunya tersebut.
Syeikh Syamsuddin begitu terhormat di mata sang Sultan. Muhammad al-Fatih, meski menjadi sultan yang kekuasannya meluas hingga separoh negeri Eropa, tidak pernah meremehkan nasihat Syeikh. Sang Syeikh pun tidak pernah menjadi penjilat, tidak pernah memberi penghormatan berlebihan. Ia tidak takut kecuali kepada Allah. Karena itu, setiap kali sultan datang menziarahi, Syeikh Syamsuddin tidak pernah berdiri dari tempat duduknya untuk menyambutnya. Justru sebaliknya ketika yang menziarahi Sultan, sultan-lah yang berdiri untuk menyambut gurunya tersebut lalu mencium tangannya.
Jasa Syeikh Syamsuddin sangatlah besar untuk kesultanan Utsmani dan sultan al-Fatih. Beliau mendidik sultan dengan dua hal besar:
Melipatgandakan semangat gerakan jihad di dalam Dinasti Utsmani
Terus-menerus menanamkan dalam diri sultan Muhammad sejak kecil bahwa dialah yang dimaksudkan dalam hadis Nabi saw: “Sungguh Konstantinopel itu akan ditaklukkan. Maka sebaik-baik panglima adalah panglima (yang menaklukkannya) dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya” . Hingga akhrinya pikiran Muhammad al-Fatih benar-benar dipenuhi dengan pemikiran bahwa memang dialah yang dimaksudkan dalam hadis ini.
Para hali sejarah mengatakan bahwa Syeikh Syamsuddin itulah Sang Penakluk bagi konstantinopel. Dialah yang telah mengajarkan kepada al-Fatih berbagai ilmu, baik ilmu setrategi perang maupun ilmu falak, sejarah dan matematika.
Terus-menerus menanamkan dalam diri sultan Muhammad sejak kecil bahwa dialah yang dimaksudkan dalam hadis Nabi saw: “Sungguh Konstantinopel itu akan ditaklukkan. Maka sebaik-baik panglima adalah panglima (yang menaklukkannya) dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya” . Hingga akhrinya pikiran Muhammad al-Fatih benar-benar dipenuhi dengan pemikiran bahwa memang dialah yang dimaksudkan dalam hadis ini.
Para hali sejarah mengatakan bahwa Syeikh Syamsuddin itulah Sang Penakluk bagi konstantinopel. Dialah yang telah mengajarkan kepada al-Fatih berbagai ilmu, baik ilmu setrategi perang maupun ilmu falak, sejarah dan matematika.
Ahli Ilmu Kedokteran
Syeikh Syamsuddin bukan hanya ahli bidang syariah, tasawuf dan akhlak, namun ia juga dikenal ahli pengobatan. Syeikh memiliki kepedulian terhadap penyakit jasmani, sebagaimana ia peduli dengan penyakit-penyakit rohani. Dia menulis kitab berjudul Maadat al-Hayat. Dalam buku tersebut, Syeikh mengatakan, “Sangat keliru jika dikatakan bahwa penyakit-penyakit itu berpindah dari satu orang ke orang lain dengan cara menular. Penularan ini sangat kecil dan renik, hingga tidak mampu dilihat oleh mata telanjang. Penularan ini terjadi karena adanya kuman yang hidup”.
Dia dikenal orang pertama yang melakukan penelitian kuman pada abad ke-15 M. Dimana pada saat itu belum ada mikroskop. Ia jauh mendahului ilmuan Eropa. Eropa baru melakukan penelitian tentang kuman empat abad setelah Syeikh Syamsudin. Dilakukan oleh Louis Pasteour, ahli Biologi dan Kimia asal Prancis. Namun, dalam dnia ilmu Biologi, Louis Pasteour lebih dikenal daripada Syeikh Syamsuddin.
Karya-karya Syeikh cukup beragam, mulai tentang akhlak, tasawwuf, hingga kedokteran. Di antara karyanya adalah; Madaat al-Hayat, Kitab al-Thibb, Hallul Musykilat, al-Risalah al-Nuriyah, Maqalatul Auliya’, Risalah fi Dzikrillah, Talkhish al-Mata’in, Daf’u al-Mataa’in, Risalah fi Syarh Haaji Bayaram Wali. Syeih Syamsuddin meninggal dunia di kota tempat tinggalnya, Koniyoka, wilayah Turki pada tahun 863 H/1459 M.
Begitulah jasa seorang ulama dalam kemenangan kaum Muslimin. Dalam setiap persoalan apapun yang menimpa hajat kaum Muslimin, ulama tidak dapat ditinggalkan. Mereka adalah warisan Nabi. Peran politik, atau militer ternyata tidak berarti tanpa peran ulama di dalamnya. Mereka pemimpin umat untuk melanjutkan dan memelihara syiar dan kemuliaan Islam. Rasulullah Saw berwasiat: “Duduklah kamu dengan orang-orang agung menurut Allah, dan bertanyalah kamu kepada para ‘Ulama dan berkumpulah kamu dengan para ahli hikmah (HR. Tabrani)”.
Jumat, 26 September 2014
AIDS a Biological Warfare
Dirangkum dari buku :
AIDS - Biological Warfare
Penulis : Thomas E. Bearden
“ Wabah AIDS akan berdampak pada masyarakat dalam
bentuk yang tidak
pernah terbayangkan. AIDS
100% fatal, ilmuwan
dan ahli medis
pesimis mampu menemukan
obat atau vaksin
AIDS dalam dua
dekade mendatang. Bahkan
Pejabat kesehatan publik
telah memperkirakan
sebanyak-banyaknya 2.4 milyar manusia (setengah
populasi dunia) akan
meninggal akibat AIDS dalam
waktu 15-20 tahun
mendatang.”
“Pada sisi ekonomi,
asuransi dan sistem jaminan
kesehatan akan diruntuhkan
pada periode 1990-an.
Dijamin tidak akan ada ter obosan medis yang spektakuler dalam
waktu dekat dan
membuat peradaban Barat
tetap menderita dari
prahara terburuk dalam
sejarah dunia.” Don Rowe,
Wall Street Digest,
214 Carnegie Center, Princeton,
New Jersey 08540.
Kasus pertama AIDS
di Amerika yang
resmi terdiagnosa muncul di
San Francisco tahun
1981. Kasus ini
mengikuti teka-teki penjangkitan
AIDS sebelumnya di
negara Dunia Ketiga seperti Afrika dan Haiti tahun 1970. Kasus pertama
AIDS di AS sepertinya
masih terbatas pada
komunitas gay , seperti
yang terjadi di
San Francisco.
Tidak ada yang
berusaha menyambungkan faktafakta
di atas yang
seolah terpisah, bahwa
sebelum munculnya kasus AIDS pertama di kalangan gay Amerika,
beberapa peristiwa terjadi :
(1) WHO telah
menyelesaikan program vaksinasi cacar
di Haiti, dan
(2) Komunitas
gay dari
pesisir barat AS,
seperti San Fransisco
selalu menjadikan Haiti
sebagai tempat berkumpul
dan acara acara liburan
lainnya.
Kebanyakan ahli media
ortodoks tidak pernah
mencurigai mengapa “ledakan” virus AIDS terjadi begitu
cepat ? Ya, hal itu
terjadi karena AIDS disusupkan dalam vaksin cacar
yang digunakan WHO di Haiti.
Relasi tingkat tinggi dan tersembunyi antara kampanye vaksinasi WHO dengan
penjangkitan baru AIDS.
THE “ MONKEY – BITE “
THEORY
Hal yang telah
jadi sangat umum
difahami soal awal mula
AIDS, seekor monyet
yang telah bermutasi
secara alami dan mengandung virus AIDS maupun strain turunannya
dipersalahkan sebagai penyebab
wabah terburuk yang akan
merontokkan setengah populasi
manusia di bumi.
Monyet itu diduga
telah menggigit seorang
pria Afrika dan
sekaligus menularkan virus
AIDS melalui ludah
dan gigitannya. Virus
itu kemudian secara
alami mengkombinasikan material
genetiknya dengan gen
manusia dan menghasilkan
strain baru yang
lebih berbahaya, yaitu
AIDS.
Strain virus baru
ini kemudian dari
medium tunggal tubuh pria
Afrika malang tersebut,
menyebar The "Monkey-Bite" Theory cepat
ke seluruh Afrika dan
dunia. Bagi saya, ini
teori yang sangat
tidak masuk akal.
Di Afrika, sebagai
contoh, monyet sebagaimana
halnya hewan lain
telah memiliki virus penyakit
tersendiri selama ribuan tahun,
jika virus itu adalah biang keladinya,
maka manusia pasti telah musnah oleh wabah AIDS sejak ribuan
tahun lalu. Bahkan
primata itu pun
pasti turut musnah. Satu
hal yang harus
dipahami, gigitan monyet dan
modifikasi sel manusia
dapat dipastikan sangat
jarang terjadi dalam
ribuan tahun sekalipun.
Bagaimanapun,
jika hal itu
sebuah rekombinasi natural
virus AIDS monyet
dengan seorang individu,
kontak normal antara
pria yang terinfeksi
itu dengan manusia lainnya tidak
cukup untuk menghasilkan wabah sebesar
yang terjadi hari ini. Hal yang paling masuk akal adalah
adanya bantuan atau
percepatan melalui mekanisme
eksternal, seperti tangan-tangan
manusia yang bekerja
dibalik kampanye vaksinasi
massal.
Sebagaimana yang ditunjukkan
oleh Dr. John
Seale, "Virus AIDS
(human immunodeficiency virus or
HIV) adalah sebuah lentivirus
sub famili dari retrovirus yang tidak pernah dipelajari sebelumnya. Virus ini sangat patogenik
pada manusia, namun sangat
berbeda dari virus lain yang biasa menyerang
manusia...Sangat cepat menyebar
pada populasi di Afrika tengah, diantara kaum
gay dan pecandu
narkoba di Barat.
Ini adalah virus
pertama yang muncul pada manusia yang selama berabadabad sangatlah baru,
mematikan dan menyebar diam-diam dari
individu ke individu
di seluruh dunia.”
Dr. Seale dengan berani
menunjukkan beberapa fakta
yang dirasa mengganjal
:
(1) Retrovirus yang
berasal dari binatang,
jika berulangkali berpindah
dari kultur sel
manusia ke kultur
sel manusia lainnya,
kecenderungan dapat menginfeksi
sel manusia. Dan ia pun
mungkin mampu menginfeksi
binatang.
(2) Di tahun 1982,
Robert Weiss mengungkapkan
bahwa kode genetik
retrovirus biasanya berekombinasi
jika dua dari
mereka menginfeksi sel
yang sama terus
menerus.
(3) Di tahun
1984 sebuah artikel
dalam Journal of Virology
, David
Baltimore menunjukkan pengertian efektif dari
penanggulangan blokade sel
terhadap infeksi simultan
oleh dua atau
lebih retrovirus.
(4) Lebih lanjut,
Baltimore mengevaluasi dirinya
telah berhasil melakukan
terobosan besar seperti
yang dijelaskan pada
poin 3 di
atas.
(5) Di luar
laboratorium, rekombinasi multi
retrovirus simultan tidak
pernah terjadi secara
alami dalam tubuh manusia.
(6) Pada binatang,
terdapat beberapa bukti
kemungkinan retrovirus dapat
terjadi dengan frekuensi
yang secara ekstrim
jarang terjadi :
satu kali dalam
ribuan tahun.
(7) Pada awal
tahun 1970, sebuah
teknologi untuk membuat
rekombinasi retrovirus baru yang
berbahaya bagi manusia,
telah dikembangkan dan
dipublikasi secara luas.
Bagi orang awam,
infeksi dan reproduksi
oleh retrovirus adalah
sangat ganjil. Jika
retrovirus menginfeksi sebuah
sel, dari material
genetiknya sendiri (RNA)
ia membuat sebuah
“template” atau pola
(DNA) untuk mebentuk
retrovirus lain yang
serupa. Kemdian ia
menyisipkan “template DNA”
ke dalam DNA
sel target.
Sel target kemudian
dijadikan pusat produksi
retrovirusretrovirus
lainnya. Saat aktivasi,
template dalam sel
berubah jadi pabrik
produski retrovirus. Proses
aktivasi ini bervariasi,
saat sel tempat produksi tetap ‘tidur ,’
aktivasi bisa lambat
bertahun-tahun, atau berlangsung
seketika dan cepat
meningkatkan jumlah virus
berbahaya.
Secara genetik,
sel manusia yang terinfeksi AIDS
maupun virus rekombinasi
retrovirus lainnya telah mengalami transformasi
permanen. Secara harfiah,
telah memperoleh satu set
gen baru dan
mengkonversi dirinya Jadi sebu ah
“ pabrik ” untuk me mproduksi dan menyebarkan virus
tersebut.
Pusat Riset
Kanker
Memproduksi Agen Senjata
Biologi Ideal
T ahun 1971, Presiden
Nixon menandatangani undang-undang National Cancer Attack Act. Meski tidak diharapkan
oleh Presiden dan
Kongres, dampak negatif
dari UU ini yaitu
dana wajib banyak digunakan
untuk riset dan
pengembangan suatu obyek
yang paling mematikan
dari virus senjata
biologi.
Usaha
laboratorium riset medis berkesinambungan untuk mengubah virus
tumor binatang, termasuk retrovirus untuk mereplikasi dalam
sel manusia, mengalami percepatan
drastis. Sebagai bagian
dari program “perang
terhadap kanker,” dana
riset justru beralih
digunakan untuk mengembangkan
retrovirus berbahaya yang
potensial digunakan sebagai
senjata biologi.
Tidak hanya itu,
adanya partisipasi ilmuwan Komunis Soviet dalam proyek
tersebut turut berkontribusi
memperkuat proyek senjata
biologi kedua negara
(ASSoviet). Sangat mengejutkan, undangan
terbuka pada ilmuwan
Soviet dikeluarkan saat
prioritas utama KGB
adalah menginfiltrasi laboratorium riset genetik retrovirus AS.
Dalam
laboratorium riset kanker,
retrovirus binatang disuntikkan
ke dalam kultur sel manusia, hingga
virus rekombinasi itu
efektif, efisien dan
mematikan tumbuh dalam
sel manusia sebagai
mediumnya.
Pada poin itu,
infeksi satu atau
lebih individu dengan
retrovirus tersebut dapat
menyebabkan wabah mirip
AIDS secara massif
pada seluruh ras
manusia. Kini kita melihat
bahwa kedua negara
adi daya saat itu telah membuat virus AIDS di Fort Detrick, sebuah fasilitas riset AD
Amerika. Ini informasi
substansial yang menunjukkan bahwa
penyakit AIDS adalah produk tangan
manusia, yang dengan sengaja disebarkan oleh Soviet, AS
dan diperbesar oleh
peneliti Eropa lainnya. Unt uk memastikan
pelepasan global virus mematikan, mereka
mencemari vaksin cacar
yang Pusat Riset Kanker
Memproduksi Agen Senjata
Biologi Ideal dipersiapkan dalam
jumlah besar oleh
lab-lab negara Barat.
V aksin yang terkontaminasi ini
kemudian secar luas
digunakan untuk menyuntik rakyat Negara Dunia Ketiga, khususnya
Afrika, Amerika Selatan
dan Haiti, dalam
program internasional memerangi
wabah cacar .
Data – Data Awal
Penyebaran Aids
Sebuah indikasi kuat
bahwa vaksin cacar
sendiri adalah agen perintis
untuk memulai infeksi AIDS. Dalam
artikel yang mengejutkan
berjudul, "Smallpox vaccine
'triggered Aids virus',"
dalam harian London
Times 11 Mei
1987, seorang editor
sains Pearce Wright
mengumumkan bahwa epidemi
AIDS mungkin disebabkan oleh program
vaksinasi cacar World
Health Organization (WHO)
di Negara Dunia
Ketiga.
Artikel penting lain dalam koran
Easy Reader, 4 June ,
Jon Rappoport melaporkan
artikel dalam majalah
Times dan hasil
wawancara dengan Robert
Matthews, koresponden majalah
Times. Menurut Rappoport, Matthews menginformasikan bahwa
WHO sendiri bagaimanapun telah
dicurigai program vaksinasinya berhubungan dengan
AIDS. Konsultan eksternal
telah dipekerjakan untuk
melakukan kajian independen
dan hasilnya memastikan
vaksin WHO sebagai
penyebab wabah AIDS
yang tersebar dalam pasien
program vaksinasinya.
Sangat disayangkan, WHO
segera “mengubur” laporan
tim konsultan independen di atas.
Sikap WHO itu tidak lantas membuat
tim konsultan putus
asa, mereka memasukan
laporannya ke majalah
Times dan dimuat. Kisah
yang mengejutkan ini
berhasil menunjukkan sebuah alur hubungan : “T eori vaksin cacar
akan memulai cerita di
Afrika T engah sebagai
negara yang paling
dirugikan di Afrika, sebagaimana Brazil di Amerika Latin
dan bagaimana Haiti menjadi rute
penyebaran AIDS ke Amerika Serikat.
Brazil, satu-satunya negara
di Amerika selatan yang
memperoleh kampanye vaksinasi
cacar, menunjukkan angka
tertinggi kasus AIDS
diwilayahnya.”
Rappoport memastikan bahwa
"vaksin yang terbuat dari
bagian jaringan lunak
hewan, berisi ‘ekstra’ virus berbahaya."
Laporan kasus lainnya
diperoleh dari militer AS,
personel baru AD
AS secara rutin
diberikan vaksin anti berbagai penyakit.
Salah satunya vaksin
cacar, sebagai antisipasi
bilamana musuh menggunakan
virus cacar sebagai senjata
biologi dalam perang. Fakta mengejutkan lalu muncul, seorang kadet militer berusia 19 tahun yang sepenuhnya sehat,
dalam tubuhnya berkembang
virus AIDS setelah
mendapat vaksinasi. Kadet
malang itu dibawah ke Walter Reed
Army Medical Center, dan
wafat di
sana.
Dalam sebuah
artikel yang dimuat
New England Journal of
Medicine, tim medis
Walter Reed Army
Medical Center melaporkan
temuan adanya hubungan
antara vaksinasi dan
stimulasi penyakit AIDS.
Mereka pun memperingatkan rencana
WHO untuk menggunakan
vaksin cacar yang
telah dimodifikasi untuk
memerangi wabah penyakit
lainnya di negara-negara
berkembang.
Akhirnya program vaksinasi
WHO yang telah
berjalan hampir 13
tahun diakhiri pada
tahun 1980. Program tersebut dipuji karena telah menyelamatkan dua juta
jiwa setiap tahun
dan mencegah 15
juta lainnya terinfeksi. Jelas pujian ini tidak
mempertimbangkan kasus pencemaran vaksin cacar dengan virus AIDS seperti
yang terjadi di
Afrika T engah, Brazil
dan Haiti.
Dalam sebuah pertemuan
50 pakar dunia
di Genewa bulan
Mei 1987, diketahui
bahwa jutaan kasus
baru AIDS akan melanda
wilayah Afrika Tenggara. Pakar pakar
tersebut percaya, hingga 75 juta penduduk di
Afrika Tenggara - atau sekitar
sepertiga populasi, akan
terinfeksi AIDS dalam
lima tahun mendatang.
Virus Baru, Senjata
Baru
Virus AIDS yang
dilepaskan tim Special Virus
Program diketahui mampu hidup di
luar tubuh hingga 15 hari. Bahkan,
virus AIDS sangat
tidak stabil, selalu
bermutasi dan berubah bentuk. Dengan kata lain :
"highly adaptable ,
" ter us menye s ua ikan diri
deng an lingkungannya dengan rata-rata
jutaan kali lebih
cepat dari adaptasi virus biasa yang stabil. Sifat ini
berimplikasi pada kemampuan virus
mutan ini adaptasi dalam tubuh nyamuk
macan di Asia dan masuk ke dalam
tubuh manusia melalui gigitannya.
Nyamuk macan asia
tampaknya dimanfaatkan sebagai
salah satu pengangkut
virus untuk secepatnya
meningkatkan jumlah infeksi
AIDS dan memusnahkan
populasi penduduk Amerika
dan dunia.
Data terakhir dari
Alabama menunjukkan kasus penyakit ini terus berlipat ganda
setiap enam bulan, bukan per tahun.
T ermasuk interval waktu
penggandaan sendiri mengalami
pemendekan, seperti yang
terlihat sekarang. Jika
data ini merupakan
indikasi sesungguhnya, dunia
benar-benar akan menghadapi
ledakan wabah infeksi
AIDS tidak kurang
dari dua atau
tiga tahun lagi.
Sebagai tambahan, dikarenakan virus AIDS tidak stabil
dan selalu bermutasi
dengan cepat, menyebabkan
pengembangan vaksin yang
efektif jadi mustahil.
Para pakar biomedis akan
selalu menghadapi data-data
baru, tentang virus
yang selalu berubah,
mereka nyaris tidak memiliki apa-apa
sebagai bekal untuk
memproduksi vaksin AIDS. Intinya,
AIDS tidak dapat
dihentikan.
Bahkan,
baru-baru ini diketahui
bahwa virus AIDS
jauh lebih rumit
dari yang dibayangkan,
dan menyerang dalam
lebih banyak cara
dari yang dibayangkan.
Ia terus mengalami
per ubahan dalam tub uhnya
yang meningkatkan
keganasannya seiring perkembangan penyakit.
Macrophages ,
sel sistem immun yang Virus Baru,
Senjata Baru memakan bakteri dan
virus jahat pun
turut terinfeksi dan
mengangkut virus AIDS
kepada sel-sel tubuh
lainnya.
Tampaknya, macrophages telah membawa virus AIDS ke sel T
, memulai kondisi
penghancuran sistem kekebalan
tubuh. Macrophages yang
terinfeksi ditemukan materil
rektum pasien AIDS, cairan cervic, dan air mani. Dengan material-material itulah,
seseorang dapat menularkan
AIDS ke sesamanya.
Sel sistem kekebal an
lainnya seper ti sel Langerhans, turut
dicurigai menjadi pengangkut
virus AIDS bilamana ia terinfeksi.
Hasil akhirnya adalah, ketika
pasien AIDS semakin
sakit, keganasan virus
AIDS meningkat dan menyerang sejumlah
besar varian sel yang dengan mudah
diinfeksi olehnya.
Deadly Truth
Kebenaran yang mematikan,
karena National Cancer
Institute (NCI-Frederick) beserta
37 lembaga mitra bergabung di Fort Detrick,kira-kira 20 menit dari Bethesda,
Maryland. Fort Detrick
adalah markas bagi
United States Army
Medical Research and
Materiel Command ( I S A M R M C ) . Dimana missi
utamanya menc akup riset
da n p engembangan biomedis ,
dimana virus AI DS dikembangkan, bukan
berasal dari monyet
seperti yang selama
ini difahami.
Dalam artikel
di OnlineJournal.com tahun 2005
yang berjudul “
The AIDS virus:
Made in the
USA?”, Jerry Mazza melaporkan
bahwa "Dr . Robert
Strecker mengindikasikan bahwa
virus A I D S faktanya dikembangkan
oleh National Cancer
Institute, yang bekerja sama
dengan World Health Organization
(WHO), dalam sebuah
laboratorium diFt. Detrick,
Maryland. Sejak 1970-74, lab
ini adalah bagian
dari unit senjata
kuman militer AS,
dikenal dengan : the
Army Infectious Disease Unit,
atau Special Operations division , atau
the Army's Chemical
and Biological Warfare
Laboratory .
Pasca 1974, fasilitas
itu berganti nama
jadi National Cancer Institute
(NCI). Menurut peneliti William
Cooper (mantan pejabat
intelijen AL AS),
yang dikutip dalam
artikel Larry Jamison :
“Is The AIDS
Virus Man Made
?,” Proyek dalam NCI di
bawah pengawasan CIA dengan
sandi proyek MK-NAOMI.
Dr Boyd Grave menerangkan sandi
proyek CIA, “MK-NAOMI
adalah sandi bagi
pengembangan AIDS. Istilah
“MK” adalah sandi
bagi dua co-author
virus AIDS, yaitu
Robert Manaker dan
Paul Kotin. “NAOMI” sendiri
berarti “Negroes Are Only
Momentary Individuals.”
Dr Strecker pun telah
melacak beberapa identitas
peneliti dan proyek
risetnya di Ft.
Detrick/NCI hingga menemukan
adanya sekelompok ilmuwan
Jepang yang tertangkap
pada akhir Perang Dunia II, mereka diberikan amnesti
sebagai imbalan atas
informasi dan data
riset senjata biologis
yang mereka berikan
pada militer AS.
Termasuk adanya fakta dan data sejumlah ilmuwan
RusiaSoviet terlibat dalam
proyek ini.
Tim ilmuwan yang
menciptakan virus AIDS
ini dipimpin oleh
Dr. Robert Gallo,
yang kemudian mengklaim
telah menemukan virus tersebut. Dr.
Gallo dan timnya telah
menciptakan virus AI DS
dengan mengkombinasikan
virus leukemia sapi
dan virus visna yang
biasa menyerang kambing
di Jerman, kemudian
disuntikkan ke dalam
kultur jaringan lunak
manusia.
“Tim AIDS menemukan
bahwa virus leukemia
sapi sangat mematikan
pada hewan tersebut,
tetapi tidak pada
manusia. Begitupun virus
visna mematikan bagi
kambing, tetapi tidak
bagi manusia. Bagaimanapun,
ketika digabungkan, mereka
memproduksi sebuah retrovirus
yang mampu merubah
komposisi genetik sel
yang dimasuki. Bahkan,
uji coba lapangan
awal terhadap narapidana
menghasilkan sakit yang
parah dan berujung
kematian. Fakta itu
menginsipirasi Dr. Gallo dan tim
untuk menciptakan virus
yang lebih hebat
dan mengerikan, termasuk
mereka tega menginjeksi
saudara laki-laki dan
perempuannya sebagai kelinci
percobaan vaksin yang
tercemar , untuk melihat
siapa yang meninggal
duluan.
Sejumlah uji coba
dilakukan untuk mempelajari
HLA (human leukocyte antigen) dan
melihat bagaimana obyek tes bereaksi.
Menakutkan, seluruh keluarga
sakit seketika ! Dr.
Strecker menyatakan, “Cara
kerja retrovirus AIDS
dengan menghancurkan sistem
immun, yang fundamental diserang
adalah sel darah putih
(T -cells). AZT , obat
yang mirip junk
food dan membuat
virus AIDS semakin
lapar , beberapa kali
membunuh pasien.”
Informasi lain yang
cukup valid dinyatakan
oleh Dr. Alan
Cantwell dalam artikelnya
“The Man-Made Origin of AIDS,” yang dimuat dalam Rense.com
11 April 2004 : “Visna
virus dipindahkan ke dalam babi, lembu
dan sel manusia
menyebabkan infeksi produktif
sebelum munculnya HIV
dimana-mana.”
Alant Cantwell, dokter
yang telah menulis
dua buku menghebohkan tentang AIDS, yaitu
: “AIDS and
The Doctors of Death, an
Inquiry Into The
Origins of The AIDS
Epidemic” dan “Queer Blood, The Secret
AIDS Genocide Plot,” menyatakan
“Saya yakin, berdasarkan
16 tahun investigasi
bahwa HIV adalah
senjata strategis yang
didesain untuk membunuh
milyaran manusia dalam
kekejaman yang perlahan
dan tak terungkap.
Modus penyebarannya dilakuan
dengan dua proyek
vaksinasi berbeda ). Program
vaksinasi cacar di Afrika oleh WHO akhir 1960, b). Program vaksinasi
hepatitis-B di Amerika Serikat pada pertengahan
dan akhir 1970.
“Lebih dari
itu,” lanjut Cantwell, “jelaslah bahwa
kontaminasi vaksin bukanlah
kecelakaan. Itu dilakukan
dengan tujuan ‘menyusutkan gembala,’
cara berpikir yang mirip NAZI
yang secara rahasia
berperan dibalik kebijakan
pengaturan populasi sejak
1870. Kebijakan politik
yang sama meliputi WHO dan rata-rata
riset medis Barat abad 20. Dan sikap politik rasis ini masih tetap
mencengkram : etnis non kulit putih,
termasuk kaum gay kulit putih sudah
merugikan proses evolusi
ras manusia.
Bisnis Virus Dan
Persediaan Darah
Jauh sejak awal mula AIDS, ilmuwan pemerintah mengklaim virus HIV
benihnya dari virus
primata, baik simpanse
maupun monyet di hutan
Afrika. Dari primata
itulah dipercaya virus HIV mengkontaminasi populasi
kulit hitam Afrika.
Bertahun-tahun
kemudian, dipelajari adanya hubungan antara
eksperimen vaksin hepatitis
B di pusat penyimpanan darah
New Y ork (New Y ork Blood Center) dengan labroratorium
eksperimen primata di
Afrika. Tahun 1974,
Albert Prince, kepala virus
lab NY Blood
Center mendirikan lab riset
virus simpanse (VILAB)
di Afrika sekaligus duduk sebagai direkturnya.
Simpanse-simpanse ditangkap dari
berbagai daerah di Afrika Barat dan
dibawa ke VILAB.
Setelah mengalami
eksperimentasi, simpansesimpanse tersebut
dilepaskan kembali ke
habitatnya.
Monyet - mony t
yang telah tercemari
ini , besar memungkinan salah
satunya menggigit manusia
dan menularkan virus HIV . Disinilah lahirnya “Monkey
bites ntheory .”
Salah satu cabagnya, VILAB II di Liberian Institute for Biomedical Research
di Rebertsfield, Liberia, telah mengembangkan vaksin
hepatitis B dalam
simpanse. Beberapa tahun
kemudian, vaksin itu
disuntikkan ke relawan-relawan gay
di Blood Center.
Sangat berhubungan dengan
pengembangan vaksin
hepatitis B, yaitu
koloni primata diluar
kota New Y ork yang disebut LEMSIP (Laboratory for
Experimental Medicine and
Surgery). Hingga dibubarkan
pada tahun 1997,
LEMSIP mensuplai
ilmuwan-ilmuwan di wilayah
New York dengan primata dan organ tubuhnya untuk riset transplantasi
dan virus.
Didirikan tahun 1965, LEMSIP berafiliasi dengan New Y
ork University Medical
Center, dimana kasus pertama
AIDS ditemukan tahun
1979. menurut Leonar
Horowitz penulis buku
“Emerging Viruses :
AIDS and Ebola,” peneliti di NYU Medical Center juga
terlibat jauh proyek pengembangan vaksin
hepatitis B yang digunakan komunitas gay
, lembaga itu
pun menerima bantuan dana dan kontrak
dengan riset senjata
biologis sejak tahun
1969.
Genocide Plot
Mengejutkan, ada selebriti kulit hitam seperti Bill Cosby,
Grace Jones dan Will
Smith yang menyatakan
bahwa AIDS adalah
penyakit buatan manusia.
Meski kemudian media
segera berganti topik
wawancaranya.
Seorang pembuat film
Rolling Stone, Spike
Lee (kulit hitam)
memprediksi bahwa akan
ada banyak manusia yang
menginginkan penjelasan soal AIDS
suatu hari nanti. Bagaimana bisa suatu
penyakit misterius dan tak tersembuhkan muncul dan
membidik sasaran spesifik :
gay dan minoritas
? Lee berpikir penyakit misterius itu adalah agenda genocide
tersembunyi. Dia meyakinkan
bahwa AIDS adalah
penyakit ciptaan pemerintah.
Apakah Lee seorang
paranoid ? Dia
berteriak : “Anda
mungkin berpikir saya gila
tentang hal ini. T
etapi saya yakin
tidak !”
Berdasarkan statistik
terakhir
yang diposting di internet, sekitar
20 juta jiwa
di seluruh dunia
telah meninggal karena AIDS; 40
juta lainnya terinfeksi
HIV , rata-rata dari
wilayah sub Sahara
Afrika; dan 600.000
warga Amerika telah
wafat.
Mayoritas angka korban
HIV -AIDS diderita kalangan kulit hitam,
memunc ulkan pandangan pembersihan
etnis negro di dunia. Sebuah
editorial New Y ork
Times berjudul “The ‘AIDS
Plot’ Against Blacks” 12 Mei
1992, menekankan bahwa
“ganjil bagi mayoritas
orang, banyak warga kulit hitam Amerika percaya bahwa AIDS
dan seluruh perangkat
kesehatan digunakan melawan mereka
sebagai bagian dari
persekongkolan untuk membersihkan
ras kulit hitam.”
Dalam komuniats gay , sebuah laporan tahun 1986 menunjukkan 20% pria
yang menjalani eksperimen vaksin
hepatitis B terinfeksi
HIV pada akhir
tahun 1981 dan
1984. Lebih dari
40% dari pria
positif HIV itu
kemudian tewas. Studi berikutnya
menunjukkan sekitar 8.906 pria homoseks yang
mendonorkan darahnya dalam eksperimen
hepatitis di Manhattan, menunjukkan
statistik bahwa tingkat
kematian pria homoseks
usia 25-44 mulai meningkat pada
era 1980-an dengan
AIDS sebagai penyebabnya. Menakjubkan, tingkat kematian
pada tahun 1988, 24
kali lebih tinggi
dari angka kematian
saat permulaan epidemi AIDS.
Takdir 120 pria
gay yang mengikuti
tes vaksin hepatitis
B di Manhattan berada
ditangan para dokter .
Jelaslah, 58 pemuda
gay telah tewas,
93% karena AIDS.
Kontaminasi HIV
melalui ujicoba vaksin hepatitis B di
Manhattan era 1970-an,
adalah sebuah upaya
sadar untuk melikuidasi
komunitas gay lalu
menyalahkan perilaku homoseks
sebagai sebab penyebaran
penyakit AIDS pada
populasi penduduk.
Gugatan lainnya berkenaan
dengan AIDS terjadi pada 14 Maret 2008, dimana warga Amerika dibuat geram oleh
video klip membakar
dari berbagai ceramah Reverrend Jeremiah
Wright.
Pemirsa TV melihat
sang pendeta berkata “Pemerintah AS
menciptakan AIDS demi
program pembersihan etnis kaum
kulit hitam.” Wright
pun berteriak “God
damn Amerikca!” Sebagai penasehat
spiritual Barack Obama, retorika Wright
berpotensi membahayakan kampanye
pencalonan Obama dalam
pilpres 2008 lalu.
Wright, melayani sebagai pastor
di Trinity United Church
Chicago, dimana Obama
sebagai salah satu
jemaahnya. Kali itu,
dengan cepat Obama
menjaga jarak dari
Wright, meski menolak
mengadukannya.
Media-media
Amerika, seperti biasa,
menuduh Wright sebagai
seorang pengkhayal yang
berlebihan. Ini mengabaikan
fakta adanya hasil polling yang menunjukkan ras
Afro-Amerika percaya AIDS
adalah buatan manusia dan
upaya membersihkan etnis non
kulit putih dan
kalangan tak normal
(gay/lesbi).
Meski, acara-acara ceramahnya diblokade media media
Amerika, banyak ilmuwan
dan peneliti kulit
putih yang mendukung serta setuju dengan pandangan Wright. Termasuk
diantaranya Alan Cantwell,
Jerry Mazza (onlinejurnal.com), Dr.
Strecker dan banyak
lagi, yang telah
banyak meneliti dan
menulis tentang AIDS
selama lebih dari
dua dekade.
Dalam sebuah berita
di Reuters 18
Desember 2004, partai
berkuasa di Afrika
Selatan menuduh para pejabat
tinggi di AS memperlakukan orang Afrika
seperti “tikus-tikus” di
tengah berbagai pertanyaan
tentang eksperimen vaksin
AIDS yang dilakukan
AS di Afrika.
Kongres Nasional Masyarakat
Afrika (ANC) menyebutkan
dalam web resminya
bahwa pejabat kesehatan AS
telah “berkonspirasi” dengan
perusahaan obat Jerman
Boehr inger Ingelhei m untuk menyembunyikan efek
merugikan dari nevirapine
ketika diujicobakan pada
populasi Afrika sebagai
vaksin AIDS untuk
mencegah penularan dari
ibu pada anak.
Efek keras nevirapine
yang diujicoba pada perempuan hamil
Uganda mengakibatkan cacat
dan konsumsi dosis tunggal
nevi rapine menyebabkan kekebalan terhadap
obat yang sama
dimasa akan datang.
HIV -AIDS telah
membunuh hingga 2.2 juta
orang di Afrika tahun 2003 atau
2/3 dari 38 juta orang penderita AIDS di
dunia hidup di sub Sahara
Afrika, demikian menurut PBB.
Afrika Selatan adalah negara
dengan kasus HIV -AIDS tertinggi
di dunia.
Jelaslah , AI DS tidak
lain adalah upaya mengurangi populasi dunia. Pada awalnya sasaran AIDS sangat
spesifik, yaitu kaum
gay dan negro.
T etapi kini, seiring
merebaknya free sex,
narkoba dan perilaku
menyimpang lainnya, AIDS
menyebar tanpa batas
etnis, geografi, agama
dan bahasa. Siapapun
bisa terkena, termasuk
bayi yang tak
berdosa.
Secara tidak sadar,
para pemuja kebebasan
perilaku - termasuk
seks dan pecandu
telah menjadi pemulus jalan
terwujudnya New World Order/One
World Goverment yang
dikendalikan sekte Freemason
dan Illuminati.
Sejauh ini tidak
ada obat yang
efekti f menyembuhkan AIDS, tetapi
kita masih punya
benteng kokoh, yaitu : Agama.
Berhentilah jadi pecandu narkoba, tidak
melakukan seks bebas,
praktek homoseksual dan
lesbian. Itu satu-satunya
menghentikan AIDS dan secret
agenda dibelakangnya.
Sumber: Majalah Online Suara Bawah Tanah
Kamis, 25 September 2014
Bahaya Doktrin Humanisme Part 3
International Association Rotary Club atau yang biasa
disebut hanya Rotary Club saja, memiliki cabang di lebih dari 170 negara,
termasuk Indonesia. Anggotanya disebut Rotarian. Salah satu sayap gerakan zionis (Freemason)
ini merupakan organisasi yang dikelola oleh
para pemimpin bisnis dan profesional yang mewakili semua profesi, baik
dokter, notaris, guru, politikus, dan
lain sebagainya. Di Indonesia, sebagian besar anggota perkumpulan ini merupakan orang-orang keturunan Tionghoa, namun ada juga yang beragama Islam.
Rotary Club begerak di bidang kemanusiaan. Hingga 2005,
cabang-cabangnya yang berada di 170
negara telah berjumlah 32.000 dengan anggota sebanyak 1,2 juta orang.Rotary
Club pertama kali hadir di Indonesia pada 1927 di Yogjakarta. Karena
merupakan cabang, semua kegiatan dan
peraturan yang berlaku pada Rotary Club
Indonesia mengacu sepenuhnya pada
ketentuan yang berlaku di Rotary
International yang berkantor pusat di
Amerika. Tak boleh menyimpang sedikit pun.
Aktifitas organisasi berlambang roda bergerigi ini
sepenuhnya untuk kepentingan Freemason.
Untuk mempermudah hubungan dengan berbagai sekte, agama, dan golongan,
Rotary berpura-pura membatasi
aktivitasnya hanya untuk masalah-masalah
sosial dan kultural, dengan dalih
demi kemanusiaan. Cara pencapaian sasarannya melalui pertemuan-pertemuan berkala, seminar, ceramah yang mengarah pada
upaya mendekatkan antaragama dan menghapus segala perbedaan keagamaan. Ini
mirip dengan ceramahnya para pendudung teologi inklusive, seperti yang
digemar-gemborkan kelompok Jaringan
Islam Liberal (JIL).
Tujuan utamanya adalah untuk membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain dengan mengatasnamakan kasih dan
persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu
mengumpulkan berbagai maklumat yang dapat membantu mereka dalam mencapai
tujuan yang bersifat ekonomis dan
politis, juga membantu mereka dalam menyebarkan tradisi tertentu (Kaballah, humanisme, dan lain-lain) yang akan memastikan
timbulnya kemerosotan (degenerate)
sosial. Ini dapat kita lihat melalui persyaratan keanggotaan yang hanya
diberikan kepada orang-orang penting dan menonjol di masyarakat.
International
Association Lions Club atau yang biasa disebut Lions Club saja, juga
organisasi Freemason yang bergerak di bidang kemanusiaan. Saat ini di
Indonesia saja, organisasi itu memiliki
sekitar 20 cabang yang tersebar di 8 provinsi. Ini lah cabang-cabang itu :
1. Bali Surya Host
2. Bandung Ceria
3. Bandung Lestari
4. Surabaya
Mahardhika
5. Surabaya Srikandi
6. Surabaya Kharisma
7. Surabaya Victoria
8. Surabaya Pelita
9. Surabaya Nirwana
10. Surabaya Central
11. Bojonegoro Host
12. Kupang Cendana
Host
13. Yogyakarta Mataram Pradipta
14. Yogyakarta Puspita Mataram
15. Jakarta Host
16. Bandung Merdeka
17. Solo Bengawan
18. Surabaya Patria
19. Jakarta Bunga Tanjung
20. Surabaya Padma
Seperti halnya Rotary
Club, organisasi ini pun bergerak di bidang
kemanusiaan, dan semua sepak terjang
serta kebijakannya mengacu kepada Lions Club pusat. Yang berbahaya, di balik
aktifitasnya di bidang kemanusiaan, organisasi ini juga secara diam-diam
mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan
keagamaan di negara dimana klub ini
berada. Data-data kemudian dikirim ke kantor pusat dan diolah di sana. Selanjutnya, kantor pusat merancang
kegiatan yang harus dilakukan organisasi
selanjutnya, sesuai tujuan yang
hendak dicapai.
Dalam aktifitasnya, Lions Club mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah air untuk semua”, yang mendorong orang
berpaling dari Sang Pencipta, dan fokus kepada
diri mereka sendiri (ajaran humanisme). Mereka juga menyerukan ide
“ikatan kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia.
Ini lah garis besar aktivitas Lions Club.
1. Menyerukan slogan
“Kebebasan, Persamaan, dan
Persaudaraan” (liberte, egalite,
& fraternite);
2. Menyebarkan arti
kebaikan dan kerjasama antarbangsa;
3. Membangun semangat
kerukunan di antara
pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan
akidah (keyakinan).
4. Memperhatikan
aspek keadilan sosial;
5. Aktif menyebarkan
ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan;
6. Menolong
orang-orang cacat;
7. Meringankan beban
kejenuhan hidup sehari-hari;
8. Memberikan
pelayanan kepada lingkungan sekitar;
9. Menyelenggarakan
perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan;
10. Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial;
11. Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB); dan sebagainya.
Untuk mencapai sebuah
tujuan, orang, lembaga
atau organisasi memang
harus melakukan berbagai
cara. Maka, seperti
juga cara pengusaha
beriklan, siapapun yang
menyaksikan tayangan atau membaca
iklan itu jangan lah terlalu mudah termakan oleh apa yang digembargemborkan,
karena dapat
merugikan, bahkan menyesatkan.
Dalam hal penyebaran
‘pencekokan’ doktrin humanisme
yang dikemas dengan
misi-misi kemanusiaan, bila
dilihat dari satu sisi tentu saja ada
baiknya karena setidaknya orang yang
sedang menderita suatu
penyakit atau tertimpa
suatu musibah, akan
tertolong. Namun dari sisi
lain, tentu saja
membahayakan akidah dan
keimanan seseorang. Apalagi
karena humanisme mengarahkan
orang untuk melupakan
Tuhan, menuhankan manusia,
sehingga para Mason percaya bahwa
moralitas dapat terwujud tanpa agama Pada
situs internet milik
Mason, kemungkinan “moralitas
tanpa agama” dijelaskan
sebagai berikut:
“Apakah manusia itu?
Dari mana ia datang dan ke mana ia
menuju?... Bagaimana seseorang hidup? Bagaimana
ia seharusnya hidup?
Agama-agama mencoba menjawab
aneka pertanyaan ini
dengan bantuan prinsip-prinsip moral
yang mereka pegang.
Namun mereka menghubungkan
prinsip-prinsipnya dengan konsep
metafisis seperti Tuhan,
surga, neraka, ibadah. Dan manusia harus menemukan
prinsip-prinsip hidupnya tanpa melibatkan masalahmasalah metafisis,
yang harus mereka
percayai tanpa pemahaman.
Freemasonry telah menyatakan prinsip-prinsip ini
selama berabad-abad sebagai
kemerdekaan, kesetaraan, persaudaraan,
kecintaan terhadap kerja
dan perdamaian, demokrasi,
dan seterusnya. Semua ini membebaskan manusia sepenuhnya dari
berbagai kredo agama namun tetap memberikan
sebuah prinsip hidup. Mereka mencari landasan-landasan mereka tidak pada
konsep-konsep metafisis tetapi di dalam diri seorang manusia dewasa yang hidup
di bumi ini.”
Teori ini jelas menyesatkan. Apalagi karena perjalanan
sejarah umat manusia membuktikan bahwa
di dalam masyarakat di mana agama telah dihancurkan, tidak ada moralitas dan
hanya ada perselisihan dan kekacauan.
Pada 1789, para
Mason menggerakkan Revolusi Perancis dengan
cara menggaungkan slogan-slogan berbau
cita-cita yang amat
mulia, yakni “kemerdekaan,
kesetaraan, dan persaudaraan”. Namun sejarah membuktikan,
revolusi ini membuat
ratusan ribu orang yang tak
bersalah dipancung dengan pisau guillotine, sehingga
negera itu berkubang
darah. Bahkan orang-orang
yang didorong untuk
menjadi para pemimpin
revolusi itu, ikut
dipancung satu per satu.
Pada abad XIX, para
Mason mendorong lahirnya sosialisme yang
bersumber dari gagasan tentang
kemungkinan moralitas tanpa
agama. Akibatnya amat
dahsyat karena sosialisme menuntut sebuah
masyarakat yang sama
rata, adil, tanpa
eksploitasi dan pada
akhirnya mengajukan penghapusan
agama. Pada abad XX, doktrin ini menyeret manusia pada jurang kesengsaraan
yang mengerikan karena
doktrin ini memunculkan
rezim komunis yang menguasai
Uni Soviet, China, dan beberapa negara di Afrika dan Amerika Tengah.
Rezimrezim ini membunuh
sedikitnya 120 juta
jiwa manusia tak
berdosa, dan tak
pernah ada keadilan dan kesetaraan di negara-negara itu
karena kekayaan dan aset negara yang melimpah hanya dikuasai
dan dnikmati oleh
para penguasanya. Dalam
bukunya berjudul “The
New Class”, pemikir
Yugoslavia Milovan Djilas menjelaskan
bahwa para pemimpin
komunis, yang dikenal
sebagai “nomenklatur” membentuk
sebuah “golongan dengan
hak-hak istimewa” yang
bertentangan dengan klaim-klaim sosialisme.
Saat ini, meski
Masonry selalu mendengung-dengungkan tentang
kemanusiaan, kita tidak
menemukan catatan yang terlalu bersih. Di banyak negara, Masonry telah
menjadi fokus bagi hubungan demi
perolehan kebendaan secara buruk. Dalam skandal Loge Masonik P2 di Italia
pada 1980, terungkap
bahwa para Mason
menjalin hubungan erat
dengan mafia, dan
para direktur loge
(markas para Mason)
terlibat dalam aktivitas
seperti penyelundupan
senjata, perdagangan obat terlarang, atau pencucian uang. Juga
terungkap bahwa mereka merancang
penyerangan terhadap saingan-saingan mereka dan orang-orang yang
mengkhianati mereka.
Dalam “Skandal Loge
Timur Raya” di Prancis pada 1992 dan pada operasi “Tangan Bersih” di Inggris
yang diberitakan media
Inggris pada 1995,
diketahui kalau aktivitas-aktivitas di
loge Masonik kebanyakan
bertujuan untuk melegalkan
keuntungan yang didapat
secara ilegal. Doktrin
kaum Mason tentang
“moralitas humanis” hanyalah
siasat untuk mencapai
suatu tujuan yang digagas sejak bangsa Yahudi terusir dari tanah
Palestina; yakni menguasai dunia dan
menciptakan tatanan dunia baru sesuai apa yang dikehendakinya..
Dengan data dan fakta yang begitu banyak terbeberkan,
sulit dipungkiri bahwa
doktrin humanisme yang
dikembangkan kaum Humanist
Italia dan kemudian
dimanfaatkan Freemasonry sebagai
salah satu cara untuk mencapai tujuan,
sangat bertolak belakang
dengan pola fikir
manusia yang mengimani Tuhan
Pencipta Alam Semesta
dan beramal saleh untuk menggapai ridha-Nya.
Bagi para Mason
dan Humanist, segala
sesuatu harus dilakukan semata-mata
demi kemanusiaan. Nukilan
dari sebuah buku
terbitan komunitas Turki
di bawah ini
akan kian memperjelas
bagaimana pola fikir
orang-orang ini. Begini nukilannya:
“Moralitas Masonik
didasarkan atas cinta
terhadap kemanusiaan. Ia
sepenuhnya menolak kebajikan karena
harapan di masa
depan, suatu ganjaran,
suatu pahala, dan
surga, karena ketakutan terhadap
orang lain, suatu lembaga agama atau politik, kekuatan supranatural yang tidak diketahui… Ia hanya mendukung dan
memuliakan kebaikan yang berhubungan dengan
cinta terhadap keluarga,
negara, umat manusia,
dan kemanusiaan. Inilah
salah satu sasaran
terpenting dari evolusi
Masonik. Mencintai manusia
dan berbuat baik
tanpa menghar apkan balasan dan mencapai tingkat ini adalah
evolusi besar.”
Klaim-klaim pada kutipan
di atas sangat
menyesatkan. Tanpa disiplin
moral agama tidak
akan ada rasa
pengorbanan kepada masyarakat.
Dan, di mana
hal ini tampaknya
terwujud, hubungan lebih bersifat
hanya di permukaan belaka. Mereka yang tidak memiliki moralitas agama,
tidak takut ataupun
menghormati Tuhan, dan
di mana tidak
hadir rasa takut
akan Tuhan, manusia hanya
memedulikan tujuan-tujuan mereka sendiri. Tak peduli bagaimanapun caranya karena tak ada rambu-rambu yang
membatasi. Semua halal untuk dilakukan.
Tatkala manusia merasa kepentingan pribadinya terancam,
mereka tidak dapat menunjukkan
cinta sejati, kesetiaan,
ataupun kasih sayang.
Mereka menunjukkan cinta
dan rasa hormat
hanya terhadap siapa yang membawa keuntungan bagi diri mereka. Hal ini
karena, menurut pemahaman mereka yang
keliru, mereka hanya ada di dunia satu kali, dan karenanya, akan mengambil sebanyak-banyaknya. Lagi pula,
menurut keyakinan keliru ini, tidak ada balasan bagi kecurangan maupun
kejahatan yang mereka lakukan di dunia, karena tak ada surga atau neraka setelah kehidupan berakhir.
Literatur Masonik
penuh dengan upacara moral yang berupaya menutupi
fakta ini. Namun sebenarnya,
moralitas yang tanpa agama ini tidak lebih
dari retorika pura-pura. Fakta sejarah
telah banyak mencontohkan
bahwa tanpa disiplin
diri yang diberikan
agama atas jiwa
manusia, dan tanpa hukum Tuhan, moralitas sejati tidak dapat dibangun
dengan cara apa pun juga.
Dalam Al Quran surah Al Hasyr ayat 9, Allah menjelaskan tentang pengorbanan diri
orang yang beriman,
Dia memerintahkan, “...Dan
siapa yang dipelihara
dari kekikiran dirinya,
mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Inilah landasan sejati bagi moralitas.
Sedang dalam surat
Al Furqan ayat
63-73, Allah menjelaskan
ciri-ciri moralitas orang
mukmin sejati. Dia berfirman;
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas
bumi dengan rendah
hati dan apabila
orang-orang jahil menyapa
mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang
yang melalui malam hari dengan bersujud dan
berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan
kami, jauhkan azab Jahannam dari kami,
sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.
Sesungguhnya Jahannam itu
seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Dan orang-orang
yang apabila membelanjakan
(harta), mereka tidak
berlebih-lebihan, dan tidak
(pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang
demikian.
Dan orang-orang
yang tidak menyembah
Tuhan yang lain
beserta Allah dan
tidak membunuh jiwa yang
diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan
tidak berzina, barangsiapa
yang melakukan demikian
itu, niscaya dia
mendapat (pembalasan) dosa(nya),
(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan
terhina, kecuali orang-orang yang
bertaubat, beriman dan
mengerjakan amal saleh;
maka kejahatan mereka
diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dan orang yang bertaubat dan
mengerjakan amal saleh, maka
sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah
dengan taubat yang sebenar-benarnya.
Dan orang-orang yang
tidak memberikan persaksian
palsu, dan apabila
mereka bertemu dengan
(orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah,
mereka lalui (saja) dengan menjaga
kehormatan dirinya.
Dan orang-orang
yang apabila diberi
peringatan dengan ayat-ayat
Tuhan mereka, mereka
tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta".
Jadi,
sebaik-baiknya manusia adalah
mereka yang mau,
rela dan ikhlas
beribadah kepada Allah dengan merendah, dan tidak berpaling
dari-Nya, atau seolah buta dan tuli, sehingga tak dapat melihat dan mendengar karunia dan
tanda-tanda keberadaan dan kebesaran-Nya.
Karenanya, sebelum Anda menelan mentah-mentah atau mengikuti
sebuah doktrin, pahami dan kenali lah
dahulu doktrin itu. Di dunia ini terlalu banyak kamuflase yang membungkus kepalsuan
dan kebusukan, sehingga
meski kemasannya sangat
bagus, indah dan
mewah, isinya belum
tentu seperti itu.
Jika sekali saja
Anda terjerumus, Anda
mungkin akan sulit
untuk keluar lagi.
Bahkan bisa saja
Anda telah menjadi
ateis sebelum Anda
sendiri menyadarinya. (Tamat)
Bahaya Humanisme Part 2
sekarang kita masuk ke part 2 tentang bahaya Humanisme......
Pesan menarik namun
kosong yang diciptakan
oleh para ideolog
humanis telah disampaikan kepada
massa secara bertubi-tubi.
Lagu "Imagine" karya
John Lennon, penyanyi
solo dari grup
musik paling terkenal
sepanjang masa, the
Beatles, adalah contohnya.
Dengan lirik "Bayangkan tiada
agama," merupakan salah
satu propagandis terdepan dari filsafat humanis di abad ke dua
puluh. Berikut terjemahan lirik lagu "Imagine";
\
Bayangkan tiada surga
Mudah jika kau coba
Tiada neraka di bawah
kita
Di atas kita hanya
angkasa
Bayangkan semua
manusia
Hidup untuk hari ini
saja...
Bayangkan tiada negara
Tak sukar untuk
dilakukan
Tak perlu membunuh
atau terbunuh
Dan juga tiada agama…
Mungkin kau sebut aku
pemimpi
Tetapi aku bukan
satu-satunya
Kuharap suatu hari kau
bergabung dengan kami
Dan dunia akan menjadi
satu
Lagu ini terpilih sebagai "lagu abad ini" dalam
beberapa jajak pendapat yang diselenggarakan di
tahun 1999. Ini
merupakan indikasi paling
tepat tentang perasaan
sentimental yang digunakan
untuk menyampaikan humanisme
kepada massa, karena
kurangnya landasan ilmiah
atau rasional humanisme.
Humanisme tidak dapat
menghasilkan keberatan rasional
terhadap agama ataupun kebenaran yang diajarkannya, tetapi berusaha
menggunakan metode sugestif semacam ini.
Demi satu tujuan,
jika plan A
gagal, maka plan
B harus dilaksanakan. Maka begitu lah; ketika
janji-janji yang diumbar Manifesto
Humanis I pada
1933 terbukti gagal,
empat puluh tahun kemudian (1973) para humanis mengajukan
konsep kedua (Manifesto Humanis II).
Pada awal teks
ini ada upaya
untuk menjelaskan mengapa
janji-janji pertama
tidak membuahkan hasil.
Walaupun ada fakta
bahwa penjelasan ini
sangat lemah, ini
menunjukkan keterikatan abadi
humanisme terhadap filsafat ateis mereka.
Karakteristik paling jelas dari manifesto tersebut adalah mempertahankan garis antiagama pada Manifesto
Humanis I. Seperti
halnya manifesto 1933,
kaum humanis tetap
percaya bahwa teisme
tradisional adalah keimanan
yang tak terbukti
dan sudah ketinggalan
zaman, khususnya keimanan akan
Tuhan yang mendengarkan
doa, yang dianggap
hidup dan memerhatikan manusia,
mendengar dan memahami,
serta sanggup mengabulkan
doa-doa mereka.
“…. Kami
percaya bahwa agama-agama
otoriter atau dogmatik
yang tradisional,yang menempatkan wahyu, Tuhan, ritus, atau kredo
di atas kebutuhan dan pengalaman
manusia merugikan spesies manusia….
Sebagai orang yang tidak bertuhan, kami mengawali dengan manusia bukannya Tuhan, alam bukannya
ketuhanan ….” ini lah salah satu pernyataan dalam Manisfesto Humanis II.
Pernyataan ini jelas mengandung pemikiran yang dangkal.
Alih-alih menjadi sebuah doktrin
yang dapat dipercaya,
humanisme ternyata tidak
lebih dari upaya
sekumpulan orang yang
sejak awal adalah
ateis dan antiagama,
serta menganggap konsep
pemikiran mereka benar
dan masuk akal.
Bertolak belakang dengan
janji-janji filsafat humanis, ateisme
hanya membawa perang, konflik,
kekejaman, dan penderitaan bagi dunia.
Namun, upaya kaum humanis untuk menggambarkan keimanan
kepada Tuhan dan agama agama
monoteistik sebagai kredo
yang tidak berdasar
dan ketinggalan zaman,
sebenarnya bukan hal baru. Sebab, doktrin ini hanya memperbarui sebuah
klaim berusia ribuan tahun dari
mereka yang mengingkari Tuhan. Di
dalam Al Quran, Allah menjelaskan argumen seumur dunia yang dikemukakan oleh orang-orang
kafir.
“Tuhan kamu
adalah Tuhan Yang
Maha Esa. Maka
orang-orang yang tidak
beriman kepada akhirat,
hati mereka mengingkari
(keesaan Allah), sedangkan
mereka sendiri adalah
orang-orang yang sombong.
Tidak diragukan lagi
bahwa sesungguhnya Allah
mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong. Dan apabila
dikatakan kepada mereka:
"Apakah yang telah
diturunkan Tuhanmu?" Mereka
menjawab:
"Dongeng-dongengan
orang-orang dahulu. (QS. An-Nahl, 16: 22-24).
Ayat ini
mengungkapkan bahwa penyebab
sebenarnya dari penolakan
orang-orang kafir terhadap agama adalah kesombongan yang
tersembunyi di dalam hati mereka. Filsafat yang disebut
humanisme hanyalah tampakan
lahiriah belaka dari
tindakan manusia dalam
mengingkari keberadaan Tuhan. Dengan kata lain, humanisme bukanlah cara
berpikir yang baru, sebagaimana mereka yang mendukung
klaimnya. Ia sudah ada sejak zaman nabi-nabi
dahulu. Bahkan sebelumnya.
Jika kita mencermati
perkembangan humanisme di
dalam sejarah Eropa, kita
akan menemukan banyak bukti nyata
tentang hal ini. Sebelumnya disebutkan bahwa penyebar doktrin humanisme
adalah sebuah kelompok yang menolak
keberadaan Tuhan alias ateisme, yang
sengaja menyebarkan doktrin
ini untuk mewujudkan
sebuah Tatanan Dunia
Baru yang dapat
dikendalikan dan dikuasai,
yakni bangsa Yahudi
dengan organisasi Freemansonry-nya. Penelitian
yang dilakukan membuktikan, bahwa ajaran
humanisme bersumber dari Kabbalah, sebuah
doktrin yang berasal dari Mesir
Kuno dan dianut oleh sebagian bangsa Yahudi, termasuk para Mason.
Doktrin humanisme ditengarai mulai merambah Eropa
sekitar abad 15 - 16 melalui para Ksatria Templar yang menjadi
cikal bakal berdirinya Freemasonry Adanya hubungan antara humanisme dengan
Kabbalah ditegaskan berbagai sumber. Salah satunya adalah buku berjudul
The Keys of This Blood karangan Malachi
Martin, seorang profesor sejarah
pada Lembaga Injil Kepausan Vatikan. Ia
mengungkapkan bahwa pengaruh Kabbalah dapat dengan jelas teramati di antara para kaum humanis.
Pada abad 15, saat Italia sedang dalam pengaruh kuat
ajaran Kristen Katolik, muncul sebuah
jaringan persekutuan yang bercita-cita melepaskan diri dari kondisi yang dianggap mapan tersebut.
Kemunculan jaringan ini beserta aksi-aksinya kita kenal dengan zaman Renaisans (Renaissance),
sebuah era dimana kebudayaan RomawiYunani yang menempatkan manusia sebagai
subjek utama, dibangkitkan kembali.
Kelompok ini memberontak terhadap
penafsiran tradisional tentang Injil sebagaimana dipertahankan oleh otoritas gerejawi dan sipil, serta
menentang pilar-pilar filosofis dan
teologis yang dikeluarkan oleh gereja
bagi kehidupan sipil dan politis. Dengan sikap yang bertentangan, bahkan cenderung memusuhi gereja, kelompok
ini memunyai konsepsi sendiri tentang pesan
orisinil dari Injil dan wahyu Tuhan, yang disandarkan pada ajaran Kabbalah yang jelas bertentangan dengan Injil.
Namun, kaum humanis Italia ini cukup cerdik untuk
menyembunyikan dasar pemikiran dan filosofi
mereka dengan menyingkirkan beberapa bagian dari gagasan Kabbalah, dan merekonstruksi
konsep gnosis dengan kondisi terkini pada saat itu. Namun demikian, tetap saja gnosis yang mereka cari adalah suatu
pengetahuan rahasia tentang bagaimana menguasai
kekuatan alam yang buta untuk tujuan sosiopolitis. Pendeknya, masyarakat
humanis yang terbentuk pada masa itu
ingin menggantikan budaya Katolik Eropa dengan sebuah budaya baru yang berakar pada Kabbalah. Mereka
bermaksud menciptakan perubahan sosiopolitis untuk mewujudkan apa yang mereka
inginkan, yakni menciptakan tatanan dunia baru dimana mereka lah penguasanya.
Dalam bukunya, Martin menulis begini sebagai bukti bahwa doktrin
humanis bersumber dari Kaballah:
“Para calon anggota
persekutuan humanis awal ini adalah pengikut Kuasa Agung Arsitek Kosmos yang Agung yang mereka
representasikan dalam bentuk Tetragrammaton Sakral, YHWH…. (kaum humanis) meminjam lambang-lambang
lain Piramid dan Mata Yang Melihat
Segalanya terutama dari sumber-sumber Mesir”.
Indikasi bahwa Mason berada di balik doktrin humanis
adalah, kaum humanis menggunakan konsep “Arsitek Agung Alam Semesta” , dan konsep ini juga digunakan
oleh kaum Mason hingga saat ini. Soal
adanya hubungan antara para Mason dengan
kaum Humanis, dalam bukunya Martin menulis begini:
“Sementara itu, di
daerah utara lainnya, berlangsung sebuah
persatuan yang jauh lebih penting dengan para humanis. Sebuah persatuan yang tak diduga siapa pun ….”
Yang dimaksud Martin sebuah persatuan yang tak diduga tersebut
adalah Freemasonry yang hingga kini pun masih dianggap sebagai sebuah
persekutuan atau organisasi persaudaraan kaum Yahudi yang sangat rahasia. Kaum
Humanis Italia yang nota bene Yahudi dan anggota Freemasonry yang juga Yahudi, kemudian
menyatu untuk mencapai tujuan yang sama;
mendirikan negara sendiri yang kini dikenal dengan nama Israel, dan
menguasai dunia dengan membentuk tatanan dunia baru.
Gabungan kaum
Humanis dan Fremasonry menjadi
sebuah kelompok yang
demikian efektif, karena di saat
salah satu ‘bermain’ di bidang filsafat, yang lain bermain di
bidangbidang yang lain,
terutama ekonomi dan
politik. Maka, gabungan
ini menjadi sangat
berbahaya karena memiliki
tujuan yang sama
dan satu, yakni
menguasai dunia dengan
memperdaya penduduknya melalui bidang filsafat, ekonomi, politik,
budaya, dan lain-lain.
Untuk mendapatkan definisi
yang lebih jelas dari doktrin humanis yang merusak ini, kita dapat
meloncat ke abad
20 dan mengamati
literatur Masonik. Salah
satu pengikut Mason Turki
yang paling senior,
Selami Isindag, mengarang
buku berjudul Masonluktan
Esinlenmeler (Inspirasi dari
Freemasonry). Tujuan penerbitan
buku ini adalah
untuk mendidik pengikut Mason muda terkait kepercayaan Mason terhadap “Arsitek Agung Alam Semesta”
yang menjadi dasar
filsafat humanis dan
berakar dari Kaballah.
Ia mengungkapkan: “Masonry bukannya tanpa Tuhan. Namun konsep Tuhan mereka berbeda dari
yang ada pada agama. Tuhan
Masonry adalah sebuah
prinsip agung. Ia berada pada
puncak evolusi. Dengan mengkritisi keberadaan di dalam diri
kita, mengenal diri kita, dan secara sengaja
menempuh jalan sains,
kecerdasan, dan kebajikan,
kita dapat mengurangi
sudut antara ia dan
diri kita. Kemudian, tuhan ini memiliki ciri-ciri baik dan buruk dari manusia.
Ia tidak mewujud sebagai pribadi. Ia tidak dipandang sebagai tuntunan alam atau
umat manusia. Ia adalah arsitek
dari karya agung
alam semesta, kesatuan
dan keselarasannya. Ia
adalah totalitas dari semua makhluk di alam semesta, sebuah kekuatan
total yang mencakup segala sesuatu, dan
energi. Walau begitu,
tidak dapat dianggap
bahwa ia adalah
suatu permulaan… ini sebuah misteri besar”.
Dari buku ini
jelas sulit untuk
dipungkiri bahkan para
Mason dan juga
Humanis, mendewakan alam, bukan Tuhan, sebagai “Arsitek Agung Alam
Semesta”. Dengan kata lain, mereka menuhankan
alam dan seisinya,
termasuk manusia, dan
alam lah yang
disembah.
Lebih lanjut, dalam bukunya Isindag mengatakan begini; “Selain
alam, tidak mungkin
ada kekuatan yang
bertanggung jawab atas
pikiran atau tindakan kita…. Prinsip-prinsip
dan doktrin-doktrin Masonry adalah fakta-fakta ilmiah yang berdasarkan kepada sains dan kecerdasan.
Tuhan adalah evolusi. Unsurnya adalah kekuatan
alam. Jadi realitas absolut adalah evolusi itu sendiri dan energi yang
mencakupnya.”
Majalah Mimar Sinan, sebuah organisasi penerbitan khusus
bagi kaum Freemason Turki juga
memberikan pernyataan tentang filsafat Masonik yang sama. Pada salah
satu artikel majalah itu terdapat
tulisan begini :
“Arsitek Agung
Alam Semesta adalah
kecenderungan menuju keabadian.
Ia adalah jalan
masuk ke keabadian. Bagi kami, ia adalah suatu pendekatan. Ia menuntut pencarian tanpa henti terhadap kesempurnaan mutlak di
keabadian. Ia membuat jarak antara saat sekarang dan Freemason yang berpikir, atau, kesadaran.” Inilah kepercayaan yang dimaksudkan para
Mason ketika berujar, "kami memercayai Tuhan, kami
sama sekali tidak
menerima ateis di
sekitar kami."
Bukannya Tuhan yang
disembah para Mason,
namun konsep-konsep naturalis dan humanis semacam
alam, evolusi, dan kemanusiaan yang dituhankan oleh filosofi
mereka.
Bergabungnya
kaum Humanis dengan
para Mason membuat
filsafat sesat ini
terorganisir dengan sangat baik untuk diri mereka sendiri dan dunia yang
ingin dikuasai. Maka tak heran jika
kemudian muncul Teori Evolusi yang
dicetuskan Charles Darwin, gerakan
humanisme yang antara lain dimotori oleh
organisasi American Humanist Association,
dan sebagainya. Dan jangan
heran pula jika
kini hak asasi manusia
(HAM) seolah bagai
‘firman’ Tuhan yang harus dijunjung tinggi, sehingga
peristiwa sekecil apapun selalu dikait-kaitkan dengan HAM atau pelanggaran HAM.
Hak asasi yang
dimiliki setiap individu di dunia ini memang harus dihargai dan dihormati, namun jika seseorang ditindak tegas karena
melakukan sesuatu yang dianggap dapat merusak
agama tertentu atau memicu kekisruhan, hal itu bukan lah pelanggaran
HAM. Contoh paling jelas adalah
pertikaian antara umat
Islam Indonesia dengan
jamaah Ahmadiyah. Ditinjau
dari sisi mana
pun, ajaran Ahmadiyah
menyimpang dari Islam.
Apalagi karena jamaah Ahmadiyah
cenderung menutup diri
dari umat Islam
yang lain. Seharusnya,
jamaah ini didorong
untuk kembali kepada
ajaran yang benar.
Bukan justru dilindungi.
Meski, penyerangan terhadap jamaah
itu tak bisa
dibenarkan karena dapat
dikategorikan sebagai tindak kriminalitas yang diatur dalam
KUHPidana.
Sebagai penganut ‘ajaran
yang berbeda’, kaum Humanis dan Freemason sesungguhnya tak dapat sejalan
dengan masyarakat penganut agama yang
memercayai adanya Tuhan, meski mereka
terkesan toleran dan menghargai perbedaan. Apalagi karena mereka memiliki tujuan yang teramat besar.
Berbagai terbitan internal Mason secara rinci menjelaskan filosofi humanis organisasi ini dan
permusuhan mereka terhadap monoteisme. Tak terhitung banyaknya
penjelasan, penafsiran, kutipan, dan
alegori yang diajukan tentang topik ini di dalam terbitan Masonik.
Sebagaimana diungkap pada postingan sebelumnya, humanisme telah memalingkan wajahnya dari Pencipta umat manusia dan
menerima manusia sebagai “bentuk tertinggi dari
keberadaan di alam semesta”. Nyatanya, ini bermakna penyembahan
terhadap manusia. Keyakinan tidak rasionil ini, yang diawali dengan kaum
humanis pengikut Kabbalah di abad XIV dan XV, berlanjut hingga hari ini
dengan Masonry modern.
Salah satu humanis paling terkenal dari abad XIV adalah Pico Della Mirandola. Karyanya yang berjudul Conclusiones philosophicae, cablisticae, et theologicae dihujat
oleh Paus Innocent VIII pada 1489
sebagai mengandung pemikiran-pemikiran
bidah. Mirandola menulis bahwa tidak
ada yang lebih tinggi di dunia selain kegemilangan manusia. Gereja memandang
ini sebagai gagasan bidah dan tidak pelak lagi adalah penyembahan terhadap manusia. Memang, ini merupakan gagasan bidah
karena tidak ada sesuatu pun yang patut dimuliakan selain Allah. Manusia
hanyalah ciptaan-Nya.
Dewasa ini, kaum Mason memroklamirkan pemikiran bidah
Mirandola tentang penyembahan manusia
secara jauh lebih terbuka. Misalnya, pada sebuah buku kecil Masonik dikatakan: "Masyarakat-masyarakat primitif dahulu
lemah, dan karena kelemahan ini, mereka
menuhankan kekuatan dan fenomena di sekitar mereka. Namun Masonry
menuhankan manusia saja".
Di dalam The Lost Key
of Freemasonry, Manly P. Hall menjelaskan bahwa doktrin humanis Masonik
ini berakar dari Mesir Kuno:
"Manusia adalah tuhan dalam proses penciptaan, dan sebagaimana di dalam
mitos-mitos mistik Mesir, di atas jentera pembuat tembikar, dia dibentuk. Ketika cahayanya bersinar untuk
mengangkat dan melindungi segala sesuatu, dia menerima mahkota rangkap tiga ketuhanan, dan
bergabung dengan rombongan Pemimpin Mason,
yang dengan jubah Biru dan Emas mereka, berupaya untuk menghalau kegelapan malam dengan cahaya rangkap tiga dari Loge
Masonik". Artinya, menurut kepercayaan Masonry, manusia adalah tuhan,
namun hanya pemimpin agung yang mencapai
kesempurnaan ketuhanan. Agar menjadi seorang pemimpin agung adalah dengan menolak sepenuhnya keimanan pada
Tuhan dan fakta bahwa manusia adalah abdi-Nya.
Fakta ini secara ringkas disebutkan oleh penulis lain, J.D. Buck, dalam bukunya
Mystic Masonry:
"Satu-satunya
diri Tuhan yang diterima Freemasonry adalah kemanusiaan sempurna…. Karenanya kemanusiaan adalah satu-satunya
tuhan".
Jelaslah bahwa humanis
adalah suatu bentuk agama, dan tulisan-tulisan Masonik menegaskan hal ini. Pada sebuah artikel di majalah Turk Mason (Mason Turki),
disebutkan, “Kita selalu menyatakan bahwa cita-cita tinggi Masonry
terletak pada doktrin 'Humanisme'.”
Terbitan Turki lainnya menerangkan bahwa humanisme adalah sebuah agama: "Sama sekali bukan upacara kering dari dogma-dogma
keagamaan, melainkan sebuah agama yang murni. Dan humanisme kita, ke mana arti hidup mengakar,
akan memenuhi kerinduan yang tidak disadari
kaum muda".
Bagaimana kaum Mason dan humanis menjalankan agamanya yang
menyimpang ini? Untuk memahaminya, kita
harus mengamati sedikit lebih dekat pada pesan-pesan yang mereka sebarkan kepada masyarakat. Demi menyebarkan doktrin humanisme, Freemasonry menggunakan
beragam cara.
Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan cara-cara yang
mengatasnamakan kemanusiaan, seperti
misalnya mendirikan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang amal,
lingkungan, kemanusiaan, dan sebagainya,
sehingga orang yang tak tahu ‘makhluk’ apa sebenarnya organisasi itu, dapat terseret dalam kesesatan.
Dari begitu banyak organisasi yang dibentuk Freemason, dua di antaranya,
dan yang paling dikenal adalah
International Association of Rotary Club
dan International Association of Lions
Club. LSM World Vision yang berkantor di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, juga dicurigai
organisasi para Mason, karena logo LSM ini berupa gambar sebuah mata.
Bersambung....nantikan kelanjutannya di part 3
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)