Selasa, 12 November 2013

SERI ERAMUSLIM DIGEST ( DOLLAR RESITANCE MOVEMENT )

DOLLAR RESITANCE MOVEMENT



Apa yang Anda ingat ketika mendengar nama Charles de Gaulle? Ada yang teringat pada bandara internasional dekat Paris yang cantik, ada yang mengingatnya sebagai seorang pemimpin tentara Perancis yang geto lmenggunakan tank dan pesawat tempur, dan ada pula yang mengenangnya sebagai kepala negara Perancis kelima. Namun tahukah Anda jika tokoh yang bernama lengkap Charles André Joseph Marie de Gaulle (22 November 1890 – 9 November 1970) ini merupakan tokoh dunia yang pertama kali secara terang-terangan menyerang hegemoni Dollar AS?

Usia Perang Dunia II, Perancis termasuk negara Eropa yang terkena getah Bretton Woods System yang digagas Amerika Serikat. Awalnya, Federal Reserve Bank hanya mencetak dan mengedarkan dollar yang diback-up oleh emas. Namun disebabkan lama-lama juga mencetak dollar lebih banyak ketimbang cadangan emas yang ada. Akibatnya timbul inflasi yang menggerus nilai tukar mata uang negara-negara lain yang mematok kursnya dengan dollar.

Hal ini terjadi di tahun 1960-an. Peningkatan pencetakan dollar secara agresif tersebut dengan mengabaikan pokok-pokok Bretton Woods, diduga akibat pembiayaan invasi AS ke Vietnam dan juga belanja program sosial Presiden AS Johnson. Robert Triffin, Profesor Yale University dan ekonom asal Belgia, menyebut fenomena ini dengan sebutan “Dollar Over Hang”. Kian hari Dollar Over Hang kian parah dan menimbulkan keresahan negara-negara yang mematok kurs mata uangnya dalam dollar AS.

Adalah Perancis yang pertama kali menyerukan agar Eropa dan negara-negara dunia lainnya yang mematok kurs mata uangnya dengan dollar untuk melawan hegemoni mata uang AS ini. Charles de Gaulle, seorang jenderal perang Perancis yang tengahmenjadi Presiden Perancis dengan berani mendesak AS untuk mengembalikan cadangan emas milik Perancis yang disimpannya di otoritas keuangan AS. Tidak tanggung-tanggung, De Gaulle menarik uang kertas dollar dari seluruh Perancis sebanyak 150 juta dollar AS dan memasukkannya ke dalam sebuah kapal laut dan mengirimnya kembali ke AS untuk ditukar dengan emas. Dan ini baru gelombang pertama. De Gaulle dengan tegas menyatakan akan mengirimkan kapal kedua yang juga memuat dollar AS dalam jumlah yang sama. Spanyol dengan cepat mengikuti Perancis dengan menukarkan 60 juta dollar AS ke dalam emas.

Tindakan berani Perancis yang kemudian diikuti oleh Spanyol ini dengan cepat memukul AS. Simpanan emas AS di Fort Knox berkurang secara drastis dan hanya menyisakan 15,1 miliar dollar AS. Pemerintah AS pun memutar otak untuk mengantisipasi rush ini dan akhirnya AS menyetujui proposal Johnson untuk mengurangi 25% emas yang dijadikan back-up dollar. Kian tahun kian parah. The Fed diam-diam terus mencetak dollar tanpa mengindahkan persediaan emasnya yang tidak mencukupi. Inflasi menggila dan akhirnya Presiden Richard Nixon pada Agustus 1971 menyerah dan secara sepihak mengakhiri prinsip Bretton Woods. Ini berarti sejak saat itu dollar diserahkan sepenuhnya ke pasar dan tidak lagi diback-up oleh emas. Ini berarti AS tidak lagi menjamin mata uang dollarnya sebagai surat hutang yang setiap saat bisa ditukar dengan emas. Sebagai gantinya, AS menggunakan kekuatan militernya dan pengaruh politisnya untuk menekan negara-negara lain agar mau percaya kepada dollar AS dan tetap menggunakan dollar sebagai patokan kurs mata uangnya.

Negara-negara Eropa telah berlepas diri dari Dollar AS dan menggunakan Euro sebagai mata uang Eropa pada tahun 2002. Hanya negara-negara pengecutlah yang masih mau menggunakan dollar AS sebagai patokan kurs mata uangnya. Dalam buku “Mindset!: Reset Your Thinking and See Your Future” (2006), futurology John Naisbitt yang oleh Barat dianggap sebagai salah satu “Dewa Ekonomi”nya memprediksi bahwa monopoli terakhir yang akan segera ditinggalkan oleh manusia adalah monopoli uang kertas yang dikeluarkan oleh suatu negara. Masyarakat, demikian
Naisbitt, tidak akan lagi percaya pada uang kertas dan pindah ke ‘mata uang privat’. Apa yang dimaksud Naisbitt sebagai mata uang privat? Yakni benda-benda riil yang memiliki nilai intrinsik di dalamnya. Walau Naisbitt tidak menyebut emas, namun dunia sudah paham bahwa emas-lah yang dimaksudnya.

Setahun kemudian, Nathan Lewis, seorang Senior Economist pada perusahaan Asset Management di New York dan juga kolumnis rubrik ekonomi di Financial Times dan The Wall Street Journal menulis sebuah buku berjudul Gold: The Once and Future Money” (John  Willey & Son, 2007). Buku yang terdiri dari tiga bagian utama ini membahas masalah uang dalam berbagai bentuknya, kemudian membahas sejarah uang Amerika Serikat, dan terakhir membahas krisis mata uang kertas di seluruh dunia, termasuk krisis moneter serius yang menimpa Indonesia dan Asia di akhir 1990-an.

Uniknya, walau sang penulis seorang pengamat ekonomi kapitalistik, namun Lewis dengan jujur berkesimpulan bahwa era uang kertas (Fiat Money) akan segera berakhir dan dunia akan kembali mempergunakan koin emas dan perak sebagai mata uangnya. “…era uang kertas perlahan akan berakhir; Dunia tidak punya pilihan lain kecuali kembali ke hard currency. Manfaat dari hard currency sungguh dahsyat. Sistem ini di masa depan akan berdasarkan emas, sama persis dengan yang terjadi dulu kala”.

Di AS sendiri, perlawanan terhadap hegemoni uang kertas sudah lama dilakukan oleh komunitas-komunitas dan berbagai organisasi. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan Liberty Dollar, sebuah koin emas dengan gambar timbul kepala patung  Liberty. Untuk lebih lengkapnya silakan klik libertydollar.org. Mereka mengetahui tipu daya uang kertas dan berupaya mengembalikan uang sejati yakni emas dan perak di AS.

SUMBER: Eramuslim Digest Edisi 8

SERI ERAMUSLIM DIGEST 8 ( SIMBOL 666 MATA UANG BARU )

SIMBOL 666 MATA UANG BARU

Pernah nonton film Mel Gibson berjudul “Conspiracy Theory”? Film menarik yang dirilis tahun 1997 ini dalam satu bagiannya memuat keistimewaan barcode atau yang juga dinamakan kode batangan. Seperti namanya, barcode lazimnya berupa garis-garis vertikal yang berbeda ketebalannya, di mana di bawahnya terdapat 13 angka dan juga simbol 666 secara tersembunyi.

Dalam film tersebut, Mel Gibson yang berperan sebagai Jerry Fletcher, mantan “kelinci percobaan dari program mind-control” yang menjalani profesi sebagai supir taksi, tengah diburu CIA dan FBI. Dalam pelariannya, Jerry masuk ke toko buku dan membeli sebuah buku berjudul The Catcher in the Rye karya J.D. Salinger. Oleh kasir, barcode tersebut dipindai oleh mesin scanning (pemindai), suatu hal yang sangat lazim. Nah, saat barcode  tersebut dipindailah, di suatu tempat, agen-agen intelijen AS yang memburu Jerry berhasil menemukan lokasi Jerry saat itu. Ada apa dengan barcode?

Barcode memiliki beberapa variasi. Namun yang paling umum digunakan untuk mengidentifikasi produk di seluruh dunia adalah yang terdiri dari 13 angka. Hebatnya lagi, selain 13 angka tersebut, secara tersembunyi ada angka 666 yang diwakili oleh garis paling kanan, tengah, dan kiri, yang terdiri dari dua garis tipis dan lebih panjang disbanding garis lainnya.

Mary Stewart Relfe, Ph.D, seorang pilot dan juga penelaah Alkitab asal Amerika dengan serius menelusuri latar belakang, motif, dan tujuan dipergunakannya sebuah  barcode dalam identifikasi produk. Hasil penelitiannya sungguh mengejutkan dan dituangkan dalam sebuah buku berjudul 666 & The New Money System (1982).

Stewart menegaskan jika sedari dulu hingga kini, ada satu rezim yang anti Tuhan yang bergerak secara amat rapi dan rahasia yang di hari akhir nanti berambisi untuk bisa menjadi tuan atas umat manusia dalam suatu tatanan dunia baru (The New World Order). Mereka bergerak dalam banyak bidang, terutama perdagangan dan keuangan, dan mereka inilah yang dengan sekuat tenaga memanipulasi nilai emas dan menukarnya dengan penggunaan uang kertas (Money Paper) yang sesungguhnya sama sekali tak bernilai.

Stewart yang merupakan seorang janda dari mendiang Dr. CB. Relfe, seorang dokter dari Montgomery AS ini, bahkan menemukan kesesuaian ramalan ini dengan satu ayat dalam Injil (Wahyu 13: 16-18) yang berbunyi:

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah enam ratus enam puluh enam, 666”.

Dari Uang Kertas Menuju Chip

Secara garis besar, kelompok—atau dalam bahasa Stewart disebutnya sebagai ‘rezim’ ini—mengawali dengan memanipulasi emas dan perak, dan akan mengakhirinya dengan penggunaan micro-chip yang ditanamkan di bawah kulit manusia. Micro chip ini selain berisi data pribadi seseorang yang lengkap, juga memuat data rekening bank yang bias dipergunakan sebagai ‘alat pembayaran yang sah” tanpa perlu lagi memakai kartu kredit.

Jadi, micro chip yang terdiri dari kode garis yang tadinya tersimpan secara rahasia di bawah lapisan kartu kredit atau kartu debet, maka di masa depan kode-kode itu akan ditanamkan di bawah kulit manusia. Ada yang menyatakan di tanam di sekitar kening, antara mata, ada pula yang menyatakan telapak tangan bagian atas.

Stewart menulis, “Awalnya, penggunaan barcode hanya memiliki tujuan sebagai suatu sistem pengidentifikasian. Dan kedua, penulisan angka-angka identifikasi dalam bentuk sandi tersebut adalah untuk mempermudah transaksi ‘pembelian dan penjualan’.

Namun yang sangat menggelisahkan, cara penyebarannya ternyata sangat jauh melampaui fungsi dasarnya dalam perdagangan. Saya dapat melihat bahwa penerapan teknologi barcode yang diterapkan pertama kali pada produk barang, disusul kemudian pada kartu-kartu, akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan. Cara-cara ini, lewat penggabungan antara system identifikasi dengan sistem pembelian dan penjualan dalam satu nadi elektronik, akan menyebabkan satu rezim mampu mengendalikan kehidupan setiap umat manusia secara total.

Amerika Sebagai Perintis

Standarisasi uang kertas seluruh dunia awalnya mengacu pada Dollar AS. Sampai sekarang pun Dollar AS masih menjadi patokan bagi nilai tukar mata uang banyak negara, juga dalam perdagangan internasional, semisal barang tambang dan lain-lain.

Awal dari pemberlakuan uang plastik yang terdiri dari kartu kredit, kartu debet, dan sebagainya pun berawal dari negara ini. Dan bukan suatu hal yang kebetulan belaka jika pemberlakuan barcode dan micro-chip pun berasal dari sini. Hal ini selaras dengan lambang negara AS yang banyak sekali mengandung falsafah dari cita-cita rezim rahasia tersebut, seperti selogan Novus Orde Seclorum (Tatanan Dunia Baru), simbol 13 dan 666, serta piramida Illuminati yang terdiri dari 13 tingkatan.

“Awalnya, sistem itu diperkenalkan pada dasawarsa 1970-an di Amerika Serikat, pada barang-barang buatan pabrik; pada dasawarsa 1980-an, hal tersebut telah dijalankan di seluruh dunia. Sesuatu yang aneh dan janggal pada mulanya sekarang telah menjadi satu hal yang lazim,” ujar Stewart. Jika nenek atau orangtua kita berbelanja barang di tahun 1960 atau awal 1970-an, maka biasanya kasir akan mencatat barang-barang apa saja yang dibeli secara manual, atau harga yang ada di setiap barang sudah ada di dalam kepala sang kasir tanpa harus dicatat lagi, maka sekarang, sudah menjadi kelaziman jika kita membeli sesuatu di toko-toko, maka si  kasir akan melihat barcode dan melakukan pemindaian dengan sinar laser.

Penggunaan barcode dikatakan mampu mengendalikan kehidupan setiap umat manusia secara total adalah benar. Karena dengan terkumpulnya segala inf ormasi pembelian dan penjualan di suatu negara di server pusat barcode di AS, maka AS mampu membaca dengan baik bahwa negara A sangat tergantung dengan komoditas X, atau negara B sangat tergantung dengan komoditas G. Dengan adanya informasi ini maka AS bisa dengan sangat mudah mengendalikan suatu negara lewat “supply and demand” suatu produk. Jadi, pengendalian suatu negara dapat
dilakukan AS secara mudah, tanpa perlu repot mengirimkan tentara dan sebagainya.

Sumber: Eramuslim Digest Edisi 8

SERI ERAMUSLIM DIGEST EDISI 8 ( 8 HAL YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG EMAS )

8 HAL YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG EMAS


Bicara tentang Dinar Islam, selalu bicara soal emas. Sebab itu, segala hal yangterjadi dalam pasar emas, juga berlaku bagi Dinar. Berikut ini tulisan dari Iqbal Muhaimin(geraidinar.com) yang menuliskan delapan hal tentang emas, diambil dari tulisan JamesTurk, CEO GoldMoney. Inilah delapan hal yang harus diketahui tentang emas:

1. Emas adalah komoditi yang spesial dan unik : Emas digali dari perut bumi dan terakumulasi di permukaan bumi. Emas tidak dikonsumsi, jadi jumlahnya terus bertambah. Meski demikian emas selalu menjadi barang langka karena seluruh emas yang ada di permukaan bumi saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 150,000 ton – 160,000 ton saja.
2. Suplai emas dunia terbatas pada yang berada di permukaan bumi : Karena tidak dikonsumsi, maka total suplai emas di seluruh dunia sama dengan jumlah seluruh emas di permukaan bumi. Kenaikan setiap tahun suplai ini berkisar antara 1.5% - 1.7%.
3. Emas adalah uang sepanjang zaman : Emas selalu menjadi uang dalam sejarah manusia – diakui ataupun tidak. Fakta pemerintahan-pemerintahan di dunia mengendalikan nilai uang kertasnya dengan mempengaruhi suplai emas di pasar adalah sebuah pengakuan bahwa emas-lah yang sebenarnya uang itu.
4. Emas adalah alternatif dari US Dollar dan mata uang kertas lainnya : Seluruh mata uang kertas turun nilainya dari waktu ke waktu karena uang baru selalu bisa dicetak kapan saja dan berapa saja pemerintah mau.
5. Emaslah yang memiliki daya beli yang nyata – bukan US Dollar, Rupiah, atau mata uang kertas lainnya.
6. Daya beli Emas stabil sepanjang zaman: Untuk ini saya sudah menulis di setidaknya dua artikel sebelumnya. Satu tulisan berdasarkan statistik modern dan satu lagi berdasarkan keimanan pada Al-Qur’an dan Al-Hadits.
7. Nilai emas ditentukan oleh pasar: Meski pemerintahan-pemerintahan di dunia berusaha mempengaruhi harga emas dunia, kemampuan mereka terbatas dan makin lama- makin habis pengaruhnya. Lihat tulisan saya kemarin tentang cadangan emas di bank-bank sentral seluruh dunia yang terus menurun karena digunakan untuk usaha mempengaruhi harga emas dunia. Emas selalu dalam kondisi ‘Bull Market’ : Tahun 1994 harga 1 Dinar adalah Rp 111,000; hari ini 1 Dinar berharga Rp 1,150,000. Artinya emas harganya naik 10 kali lipat dalam 14 tahun terakhir. Apa yang menghalangi harga emas untuk naik 10 kali lipat lagi dalam 14 tahun kedepan ? Tidak ada !.

Artinya bisa saja harga 1 Dinar akan mencapai Rp 11.5 juta pada saat anak Anda yang baru lahir sekarang –masuk SMA! di tahun 2022 . Tapi ingat , dalam jangka pendek harga emas selalu bergejolak naik-turun seperti yang terjadi hari-hari ini.

8. Beli emas dalam bentuk fisik (berupa koin atau batangan) dan jangan membeli emas hanya dalam bentu sertifikat: jangan terlalu mengandalkan sistem perdagangan modern yang menggantungkan pada surat berharga, surat hutang dan sejenisnya – meskipun di back-up dengan emas. Penggunaan emas secara fisik jauh lebih aman untuk keperluan investasi dan proteksi nilai. (source: Iqbal@geraidinar.com)


SUMBER: Eramuslim Digest Edisi 8

SERI ERAMUSLIM DIGEST 8 ( DARI DINAR KE UANG KERTAS )

DARI DINAR KE UANG  KERTAS

Dinar-Dirham telah digunakan masyarakat Muslim sejak zaman Rasulullah SAW hingga tumbangnya kekhalifahan Turki Utsmaniyah (1924). Setelah itu tiap negara menerbitkan uang kertasnya masing-masing, menandai terpecah-belahnya kekhalifahan Islam.

Sebelum Islam datang, emas-perak telah digunakan bangsa Persia, Romawi, Israel, Yunani, Mesir kuno, Nabataens dan Tubba (Yaman), dan dilanjutkan di berbagai kekhalifahan seperti Ummayah di Suriah dan Spanyol, Abbasiyah, ‘Alawiyah di Tabaristan, Maghrib, Mesir, Suriah dan Yaman, Dinasti Turki Saljuq, pemerintahan Daylam, Mongolia, Dinasti Kurdi di Mesir, Syria, dan Diyr Bakr, pemerintahan Turki di Mesir.

- Di masa Rasulullah SAW digunakan koin emas dan perak yang telah dibuat bangsa Romawi dan Persia dan telah digunakan sejak sebelum Islam
.
- Di masa Umar bin Khattab ra (634-644 M), ditetapkan perbandingan standar bobot dirham perak dengan dinar emas yakni 10 : 7 (1 mithqal). Di masa awal Islam, perbandingan nilai tukar emas dengan perak adalah sekitar 1 : 20.

- Di masa Usman bin Affan ra (644-656 M), dicetak koin yang meniru dirham perak Sassanian Yezdigird III. Dalam koin itu telah tertera tulisan “Bismillah”.

- Tahun 683-684 M, pertama kali berkurangnya nilai dirham oleh ‘Ubayd Alih ibn Ziyad dengan dicampurnya logam lain.

- Masa kekhalifahan Khalifah Abdalmalik, 74 H, dicetak koin emas berbobot 4,4 gr dengan tulisan “Dinar” tertera di atasnya.

- Tahun 77 H, dicetak lagi dinar yang bobotnya berubah menjadi 4,25 gr, mengikuti standar Khalifah Umar bin Khattab ra.

- Tahun 698 M, masih masa kekhalifahan Abdalmalik, dicetak koin perak dengan tulisan “Dirham” tertera di atasnya, berbobot 2.975 gr dan berdiameter 25-28 mm.

- Mesir, masa Sultan al-Kamil, fulus (koin tembaga) dicetak pertama kali di Mesir.

- Abad 11, Italia. Uang-kertas mulai diedarkan dengan sangat terbatas di kalangan pedagang dan bankir Yahudi Italia.

- Tahun 1294 M, uang-kertas coba diterbitkan menteri Ilkhan Gaikhatu dengan mencontoh uang-kertas Cina, untuk mendanai tekornya pengeluaran.

- Tahun 694-696 H/ 1295-1297 M, Mesir. terjadi pemotongan nilai fulus , dengan cara dicetaknya fulus baru yang bobotnya lebih ringan, karena ketamakan vizir Fakhr al-Din ‘Umar ibn ‘Abd al-’Aziz al-Khalil dan anggota sultan yang lain. Namun karena itu pula, sejak itu fulus dinilai berdasarkan  bobotnya dan bobot 1 ratl fulus setara dengan bobot 2 dirham perak.

- Abad 13, perubahan pasar menyebabkan spekulasi perbandingan nilai tukar emas dengan perak menjadi 1:10 meski nilai tukar resmi tetap 1:20.

- Akhir abad 14, nilai perak meningkat, karena permintaan perak meningkat di Italia, sedangkan stok perak di percetakan menurun secara bertahap (1380 M).

- Tahun 784-801 H/ 1382-1399 M, Mesir. Selama pemerintahan Sultan Barq, peredaran fulus makin meluas karena kelangkaan perak. Saat beliau wafat, nilai tukar dinar terhadap dirham menguat dari 1:23 menjadi 1:30.

- Tahun 1408 M. Genoa, Italia. Sekelompok bankir dan ahli keuangan Yahudi membentuk bank bersama, yakni the Casa di San Giorgio . Genoalah yang pertama membangun sistem bill of exchange sebagai mekanisme monopoli kredit dan menyamarkan riba. Sistem ini lalu ditularkan ke seluruh Eropa. Awal abad 15, ketenaran dirham perak berkurang. Abad 15, akibat perang salib suku bunga meningkat menjadi 18-25%.

- Tahun 1425 M, Mesir. Sultan Barsbay memotong nilai dinar, dari 4.25 gr menjadi 3.45 gr (bobot mata uang emas Eropa), dan tetap menjadi uang emas di Mesir hingga akhir pemerintahan Mamluk. Dengan demikian standar uang mulai berubah dari Muslim ke Eropa.

- Abad 15, uang-kertas beredar meluas ke Napel, Swedia, Köln, Wina, dan Granada.

- Tahun 1694 M, bank sentral pertama yakni Bank of England didirikan William Paterson. Ia lalu meminjamkan kekayaan banknya dengan bunga kepada William of Orange, raja Inggris, untuk membiayai perang melawan Prancis. Ketika meruak kabar yang menyatakan bahwa sebenarnya jumlah emas yang dimiliki bank tersebut tak cukup bagi seluruh kerajaan, pemerintah lalu mengeluarkan undang-undang yang mengesahkan kuitansi sebagai uang yang nilainya setara dengan emas yang diwakilinya. Sejak itu kuitansi utang menjadi alat tukar sah.

- Tahun 1720 M, uang-kertas kembali dicoba diedarkan di Perancis.

- Tahun 1760-an M, Amsterdam. Krisis uang-kertas diikuti kebangkrutan setelah perang 7 tahun di Belanda (1756-1763). Seperti halnya di Genoa, di Amsterdam kebangkrutan terjadi karena diciptakannya kredit dari nihil dan tak disokong uang nyata (emas-perak), dan kredit tumbuh dengan proporsi tak teratur, serta pinjaman yang buruk.

- Tahun 1773 M, Inggris bangkrut dengan utang 5 juta florin (mata uang logam Inggris-red.). Pasar saham berhenti dan perusahaan lain tutup. Yang bisa bertahan adalah yang memiliki uang nyata/emas.

- Tahun 1816 M. Inggris kembali ke standar emas, namun saat itu uangkertas telah diterbitkan bank. Emas dan perak tak lagi menjadi mata uang utama. Untuk membiayai perang melawan Prancis, Pitt membujuk parlemen Inggris mengesahkan Bank Restriction Act , yakni untuk sementara uangkertas tak bisa ditukar ke emas-perak, dan ini tetap berlangsung selama 24 tahun!

- Tahun 1835, Joel putra Schutzjude Moses Hirsch (Yahudi yang dilindungi penguasa), mendirikan bank hipotek pertama dengan Rothschilds sebagai pemegang saham utama.

- Tahun 1840 dan 1842, Turki. Uang-kertas (Kaime-I Mutebere) mulai diterbitkan di Turki.

- Tahun 1845 M, Turki. Pemerintahan Usmaniya bersama Mm. Alléon dan Théodore Baltazzi mendirikan Bank of Constantinople , yang ternyata untuk memberikan pinjaman kepada pemerintah! Perang Semenanjung Krim (Uni Soviet) menjadi alasan masuknya perbankan ke dalam Daulat Usmaniya dan bankir Eropa memainkan tipuan dan kejahatan terbesarnya yakni investasi. Investor ‘Perancis’ pertama yang masuk adalah Rothschilds, namun pemerintah telah mengizinkan dibangunnya Ottoman Bank dengan modal dasar 500 ribu poundsterling.

- Tahun 1856 M, Turki. Berdirinya Ottoman Bank (Osmanli Bankasi) dengan misterius.

- Tahun 1861 M, Turki. Crédit Mobilier (organisasi Péreire bersaudara) mendirikan Imperial Ottoman Bank .

- Mayor Evelyn Baring, putra Lord Revelstoke dan anggota Baring’s Bank (Yahudi Lithuania), dikirim ke Mesir sebagai perwakilan dan Konsul Jendral Inggris. Evelyn Baring lalu dikenal juga sebagai Lord Cromer.

- Tahun 1898 M, Mesir. University of Al-Azhar mengharamkan perbankan.

- Tahun 1899 M, Mesir. Muhammad Abduh ditunjuk sebagai mufti besar dan direktur University of Al-Azhar oleh Lord Cromer untuk mengesahkan perbankan. Ernest Cassel mendirikan National Bank of Egypt dengan modal awal £1 juta, direkturnya terdiri dari bankir Yahudi setempat dan Carl Meyer (Rothschilds), Vincent Caillard (saudara D’Israeli, komisionaris Ottoman Public Debt Administration), dan Victor Harari.

- Tahun 1900, Kairo-Mesir. Post Office Savings Bank berdiri.

- Tahun 1902, Kairo-Mesir. Agricultural Bank berdiri, berkat bantuan National Bank di bawah Cromer. Setelah 3 tahun saham nominal £5 telah meningkat menjadi £800.

- 5 Desember 1903, Mesir. Fatwa Muhammad Abduh dalam “Al-Manar”, vol. VI, bab 18, hal. 717, sebagai berikut: “The stipulated usury is not permissible in any case; whereas the Post Office invests monies taken from the people, which are not taken as loans based on need, it would be possible to apply the investment of such monies on the rules of a partnership in commendan.”

- National Bank of Morocco berdiri. Atas prestasinya Cassel dianugerahi Legion of Honour dan sebidang tanah 100.000 acre di Maroko. Dolar AS, uang-kertas (fiat money), diterbitkan Federal Reserve Bank (yang dikuasai Yahudi) di Amerika Serikat.

- Tahun 1930. Amerika Serikat menghisap Eropa dengan menginginkan dibayarnya utang perang, dan baru berakhir Desember 1933 (The Hoover Moratorium). Sejak itu emas mengalir ke Amerika Serikat.

- 1944 Perjanjian Bretton Wood yang melahirkan IMF dan World Bank. Dengan perjanjian ini mata uang dunia dikaitkan satu sama lain dan terikat dengan dolar AS yang nilainya secara tetap dijamin dalam emas.

- 1971, Richard Nixon (Presiden AS) menghentikan secara sepihak Perjanjian Bretton Wood. Dengan berakhirnya perjanjian ini dimana setiap troy ounce emas setara dengan US$ 35, berarti dolar AS dan mata uang dunia lainnya tak lagi dijamin dengan emas.

- 1991. Lahir Fatwa atas Uang-Kertasyang melarang digunakannya uang kertas sebagai alat tukar.

- 1992, Spanyol. Dinar-dirham ,mengikuti standar ‘Umar ibn al- Khattab, kembali dicetak.

- 2000. Koin Dinar dan Dirham di Cetak Kembali oleh Murabitun Nusantara dan terus bergulir ke berbagai kaum Muslim hingga hari ini.

- 2001. Per ons emas kira-kira US$ 274. Berarti dalam kurun 30 tahun, sejak 1971, depresiasi dolar AS terhadap emas hampir 800%!

- 2003. Nilai tukar dinar-dirham kini berkisar 1:36, selama lebih dari 1400 tahun kenaikan nilai emas terhadap perak tak lebih dari 200%.

- 2004, Islamic Gold Dinar (IGD) akan digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagan

SERI ERAMUSLIM DIGEST 8 ( EMAS: THE REAL VALUE )

EMAS : THE TREAL VALUE


McLaren F1 dinobatkan banyak pihak-di antaranya Discovery Channelsebagai The Top Super and Ultimate Car in the World. Mobil yang paling top dan paling mengagumkan di seluruh dunia, menyaingi Ferrari F40, Mercedez Bullwing, Porsche GT Carrera, Lamborghini Muira, Ford Mustang, dan deretan kendaraan top lainnya. Salah satu keistimewaan dari McLaren F1 besutan Inggris ini adalah tempat mesinV12-nya terbuat dari emas 24 karat. Kenapa harus emas?

“Ini bukan semata karena kemewahan, tapi emas merupakan pemantul panas terbaik Itu alasan mengapa mereka menggunakan emas,” demikian Discovery Channel dalam edisi “Ultime Cars: Supercars, Superstar”.

Pemantul panas terbaik merupakan satu dari sekian banyak keistimewaan logam mulia dengan kode kimia Au (Aurum) ini. Bahkan keistimewaan emas begitu mengagumkan seorang Ibnu Khaldun sehingga di dalam kitab Muqadimmah-nya yang termasyhur, Ibnu Khaldun menyatakan bahwa Allah SWT telah menciptakan emas dan perak sebagai alat pengukur nilai (measure of value) bagi segala sesuatu.

Bahkan Al-Magrizi dalam Ighatsah mengatakan bahwa Allah SWT tidak hanya menciptakan kedua logam mulia tersebut sebagai alat pengukur nilai atau harga bagi segala sesuatu, namun juga sebagai alat tukar yang sejati (the real medium of exchange). Kedua logam ini dianggap sebagai logam mulia sejak zaman dahulu disebabkan selain warnanya yang tetap indah, tidak berkarat dan langka (rare).

Dalam Satanic Finance: True Conspiracies (Celestial, 2007), A. Riawan Amin menuliskan, “Dalam sejarah manusia, tak lebih dari 90.000 ton emas yang ditambang dari perut bumi. Sementara perak dan tembaga untuk memenuh i transaksi dengan nilai yang lebih rendah dari emas.” (hal. 107).

Bukan suatu hal yang kebetulan jika dunia modern mengklasifikasi logam-logam mulia emas, perak, dan tembaga-dalam kolom yang sama dengan simbolnya Au, Ag, dan Cu-dan digabungkan dalam kelompok 11. Archimedes pada abad ke 300 SM juga telah membuktikan jika emas bisa dideteksi  tanpa merusak dan cuma menggunakan alat bantu air tawar biasa. Selain itu, emas juga tidak dapat diubah dengan bahan kimia lainnya (indestructible), tidak bisa terpengaruh  oleh air, udara, dan kelembaban. Emas tidak bisa berkarat.

Iron and Steel Institute, sebuah lembaga ilmiah yang melakukan pengkajian terhadap banyak logam termasuk emas yang bermar`kas di Washington DC, menyatakan bahwa produksi baja di AS sejak tahun 1995 mencapai 10.500 ton perjamnya.

Sementara penambangan emas se-dunia dari tahun ke tahun hanya mengalami kenaikan dua persen. Dalam satu tahun, industri tambang emas seluruh dunia hanya sanggup menghasilkan sekitar 2.000 ton emas. Bandingkanlah sendiri dengan total produksi baja di AS saja seperti yang telah ditulis di atas. Kelangkaan emas ini merupakan salah satu keistimewaannya.

Logam yang Lunak

Tidak seperti logam lainnya yang memiliki keterbatasan ketahanan dalam penempaan, maka emas bisa dianggap sebuah logam yang sangat tahan tempaan dan sangat lunak. Emas sanggup ditempa menjadi lempengan super tipis, selembar logam yang nyaris transparan (malleable), sehingga satu ons emas sanggup dijadikan sebuah  lembaran sangat tipis dengan luas seukuran 100 kaki persegi! Bukan itu saja, jika dijadikan  tali yang juga super tipis, satu ons emas bisa direntang sepanjang 50 mil!

Dalam sejarah, tidak pernah ada kasus perampokan atau pencurian emas dalam jumlah yang sangat banyak. Mengapa? Hal ini ternyata disebabkan emas merupakan logam yang paling berat bobotnya. Satu kaki kubik emas beratnya lebih dari setengah ton. Sebab itulah, untuk mencurinya dalam jumlah besar tentu diperlukan alat-alat berat yang mustahil untuk dilakukan secara diam-diam.

Tentu saja, ini di luar kasus “pencurian atau perampokan resmi” yang dilakukan suatu negara bekerjasama dengan elit pemerintah negara bersangkutan. Kasus Freeport di Indonesia yang sejak tahun 1967 hingga sekarang bebas melakukan “pencurian  emas di Papu Barat, merupakan suatu kejahatan terorganisir, suatu kerjasama antara Jenderal Suharto dan para kroninya dengan jaringan pengusaha Yahudi Dunia. Itu baru  Freeport Mc Moran.

Paling Stabil

Disebabkan kelangkaan dan sejumlah keistimewaannya, emas dan perak telah terbukti sepanjang sejarah manusia sebagai alat tukar yang nilainya sangat stabil. Di masa Rasulullah SAW hidup, harga satu ekor ayam dewasa adalah sebesar 1 dirham yang di akhir Juli 2008 bila dikurskan sekitar 37.000 rupiah. Dan harga seekor kambing  dewasa yang sehat di masa Rasulullah SAW adalah sebesar satu dinar atau sekarang di akhir Juli 2008 senilai dengan 1.150 juta rupiah. Tidak berbeda jauh bukan?

Kestabilan emas ini menjadikannya sebagai patokan nilai mata uang seluruh dunia di masa lalu, sebelum dirusak oleh sistem Dajjal yang dipelopori Amerika Serikat. Sejak  dulu negara ini telah berusaha sekuat tenaga menghisap persediaan emas di seluruh dunia agar bisa menjadi penguasa tunggal dan menjadikan negara-negara lainnya sebagai pelayan kepentingannya. Dengan mulai mengkonversi mata uang kita ke dalam emas, maka hal itu saat ini sudah termasuk jihad fi sabilillah yang mampu menghancurkan konspirasi yang digelar musuh-musuh Allah SWT sejak ratusan tahun lalu.

SUMBER: Eramuslim Digest Edisi 8

EDISI ERAMUSLIM DIGEST ( MESIN UANG BAWAH TANAH )

Mesin Uang Bawah Tanah

Selain memliki jaringan mesin uang yang terlihat legal, Zionis atau Konspirasi Yahudi Internasional ini juga didanai oleh sumber finansil yang berasal dari dunia hitam alias dunia bawah tanah seperti dari jaringan MAFIA yang memang dalam sejarahnya didirikan oleh tokoh-tokoh Yahudi Italia, salah satunya bernama Guiseppe Mazzini, jaringan perdagangan obat bius, jaringan perjudian, jaringan prostitusi, jaringan PMC (Privat Military Company) alias perusahaan tentara swasta (Soldier of Fortune), jaringan perdagangan gelap, dan lain sebagainya.

Nominal uang yang beredar dari jaringan gelap ini sungguh luar biasa besarnya. Dan bukan hal yang kebetulan jika dalam banyak hal, jaringan-jaringan gelap ini diwarisi dari masa Templar di abad pertengahan, seperti jaringan MAFIA, tentara swasta, perjudian, obat-obat bius, prostitusi, dan lain-lain.

Dalam artikel Jewish Professor Says Porn Industry is a Weapon used by Jews Against Gentiles (Profesor Yahudi Mengatakan Industri Pornografi Yahudi merupakan Senjata untuk Menghancurkan Non-Yahudi) yang dimuat dalam situs davidduke.com, Profesor Nathan Abrams menyatakan bahwa kaum Yahudi merupakan dalang atau raja bisnis prostitusi seluruh dunia.

“Bangsa Yahudi menggunakan senjata prostitusi dan juga pornografi untuk mengubah nilai-nilai moral Eropa yang awalnya ketat dalam tradisi kristianitinya menjadi begitu bebas. Apa yang dilakukan di Eropa juga dilakukan di hampir seluruh dunia,” demikian artikel tersebut.

Bisnis prostitusi di sini merupakan bisnis yang terentang dalam bidang yang luas, dari usaha prostitusi jalanan, prostitusi antara negara, hingga prostitusi kalangan elit dunia, seperti jasa penyediaan pelacur-pelacur kelas atas bagi tamu negara maupun bagi pemimpin-pemimpin suatu negara. Dan biasanya, jenis pelacur kelas atas yang disediakan untuk para tokoh suatu negara, bukan sembarangan orang, melainkan kebanyakan terdiri dari agen-agen dinas rahasia MOSSAD dan sebagainya yang berupaya mengorek keterangan rahasia dari sang lawan dari tempat tidur.

Bukan tokoh-tokoh negara yang dianggap lawan oleh Israel saja yang dijadikan sasaran, namun juga para presiden dan politisi AS sendiri. Sehingga di Amerika dikenal adanya istilah “Swallow” dan “Romeo”. Swallow merupakan sebutan para pelacur sekaligus agen rahasia perempuan, sedangkan “Romeo” untuk menyebut para spionase-pelacur laki-laki. Presiden Bill Clinton merupakan salah satu tokoh AS yang kerap terlibat affair dengan  orang-orang seperti ini.

Mesin uang Konspirasi Yahudi Internasional memang dahsyat. Dan satu hal yang paling mereka takuti adalah ketika umat manusia sudah tidak lagi percaya kepada uang kertas dan menukarkan uang kertasnya dengan emas yang sesungguhnya. Ini sesuatu yang paling mereka cemaskan. Sebab itu, untuk melawan hegemoni mereka, sudah saatnya kita semua mengakhiri penggunaan uang kertas dalam jumlah besar dan memilih  berinvestasi dalam bentuk dinar-dirham. Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

SUMBER: Eramuslim Digest Edisi 8