JENJANG DALAM GERAKAN FREEMASONRY
“Freemasonry menurut sejarahnya, derajat dan pengajarannya adalah merupakan sebuah perkumpulan Yahudi. Kata-kata, sandi dan upacara ritualnya dari A sampai Z adalah berjiwa Yahudi”.
Pada Tahun 1717, gerakan ini mengadakan konferensi di London yang dipimpin oleh Anderson, seorang Yahudi Inggris. Secara formal, orang ini menjabat kepala gereja Protestan Inggris, Dari berbagai pertemuan yang mereka lakukan, telah disepakati adanya pembagian jenjang dalam gerakan tersebut, yaitu:
1). Freemasonry Simbolik Umum
Arti “simbolik” adalah bahwa dalam acara-acara ritual yang mereka lakukan selalu menggunakan lambang-lambang (simbol) yang memiliki arti tertentu. Ia sekaligus melambangkan suatu peristiwa atau kejadian yang telah disebutkan di dalam kitab Taurat. Sedangkan arti umum adalah bahwa jenjang ini hanya diperuntukkan bagi
anggota atau mereka yang non-Yahudi (Goyim). Sebab, untuk orang Yahudi dan keturunannya, telah disediakan jenjang khusus bagi mereka.
Anggaran dasar pada jenjang ini bersifat terbuka. Tujuannya adalah untuk mengecoh dan menyesatkan anggapan orang terhadap gerakan ini sebagai organisasi rahasia. Terkesan dari anggaran dasar tersebut bahwa gerakan ini bergerak di lapangan sosial kemanusiaan, terbuka untuk semua, orang, boleh diikuti oleh berbagai sekte dan agama, serta tidak ikut mencampuri keyakinan dan tidak mempunyai tujuantujuan politis dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Seolah-olah,
fokus perhatiannya adalah ditujukan untuk kesatuan dan persatuan umat manusia, menciptakan perdamaian, serta berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan para anggotanya dan kemanusiaan, memeratakan pengajaran dan pendidikan, memberantas kemiskinan dan kebodohan, membantu kaum papa dan yang sakit. Semboyan
besar mereka adalah: Kebebasan, Persaudaraan dan Persamaan. Jenjang Freemasonry Simbolik Umum ini mempunyai aneka perkumpulan acara Pesta-pesta yang dilakukan di kota-kota kecil adalah merupakan satu kesatuan dengan pesta-pesta di kota-kota besar, yang sekaligus merupakan kesatuan besar dari pesta, raya yang terdapat di ibukota sebuah negeri. Ini juga merupakan sindikat pesta internasional yang berada di Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Italia. Di Indonesia, bentuk-bentuk pesta ini antara lain adalah Dinner’s Club, Coffee Morning, Med Club, perkumpulan arisan mobil dan rumah, kontes Cover Girl dan pemilihan Putri Kampus yang diselenggarakan oleh majalah hiburan tertentu, Abang dan None Jakarta, dan masih banyak lagi.
Freemasonry Simbolik Umum memiliki tingkatan:
Tingkat Pertama (Pemula), diberi predikat “saudara.”
Tingkat Kedua diberi predikat “pekerja.”
Tingkat Ketiga, diberi predikat “guru.”
Untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi tergantung kepada keikhlasan yang bersangkutan dan intensitas keterlibatan emosionainya pada tujuan tujuan Freemasonry serta hasrat yang kuat terhadap gerakan Zionisme internasional. Kenaikan tingkat ini sah apabila seseorang telah melewati upacara batpis dan atau pemberkatan. Pada upacara tersebut akan dibacakan oleh sang ketua tingkat tentang sumpah, tugas, kewajiban dan tanggung jawab terhadap organisasi. Pada tingkatan ini masing-masing memiliki simbol-simbol, isyarat, kata sandi, pakaian khas tertentu, lencana, tanda pangkat.
Simbol-simbol tersebut mengandung ta’wil tertentu. Telah dikenal adanya simbol matahari, bulan, mata, dua tangan yang sedang berjabatan, tunas, warna biru dan palu, dan lain-lain. Identitas tersebut merupakan lambang Yahudi murni, yang tidak perlu
penafisiran apapun, seperti Haikal Sulaiman, bentuk pisau jagal, lambang super kudus, tempat-tempat lilin yang bentuknya menyerupai Haikal Sulaiman. Semua itu dimaksudkan untuk menjaga dan memantau keberadaan anggotanya dan sistem aktifitas mereka agar tidak kendor semangatnya untuk mencapai tujuan-tujuan yang
dikehendaki.
Tidak semua orang bisa diterima sebagai anggota Gerakan Freemasonry Simbolik Umum ini. Mereka ini haruslah orang-orang pilihan yang memiliki profesi tertentu dan mempunyai prasarana yang cukup untuk dapat hidup di suatu lingkungan yang luas, mengetahui aneka ragam pengetahuan dasar, keturunan terhormat, berkelakuan baik, berumur 21 tahun ke atas (kecuali anak-anak dari anggota Freemasonry cukup berumur 18 tahun), berdomisili di daerah yang memiliki cabang Freemasonry, dan syarat-syarat yang tertulis maupun tidak. Namun bila ada tiga cabang tetap perkumpulan pesta Freemasonry Simbolik Umum menolak seseorang untuk menjadi anggota, maka ia tidak dapat diterima sebagai anggota.
Setiap anggota menerima diploma keanggotaan yang diberikan setelah dilakukan upacara penobatan dalam sebuah resepsi. Padanya diharuskan mengucapkan sumpah khusus berupa janji setia dan menyimpan rahasia organisasi. Ada sumpah khusus anggota biasa dan ada yang untuk anggota penting. Setiap anggota diberikan tanda pengenal. Ada tanda pengenal penobatan, kenaikan tingkat, dan untuk anggota baru. Tanda pengenal ini dimaksudkan sebagai sertifikasi anggota dan menghindari adanya orang yang menyusup ke dalam tubuh Gerakan Freemasonry. Setiap anggota memiliki suara dan gelar-gelar tertentu sesuai dengan besarnya jumlah iuran yang diberikan. Ada gelar “partisipan tahunan,” “partisipan tetap”, “dermawan”, “pemberi sedekah” (memperoleh lencana bergambar bunga mawar yang terbuat dari sutera), “sosiawan” (memperoleh lencana bergambar bunga mawar kembar terbuat dari sutera), serta predikat “pembela” (diberi lencana bergambar bunga mawar kembar tiga yang juga terbuat dari sutera).
2). Freemasonry Royal (Kerajaan)
Anggota pada jenjang ini seluruhnya Yahudi asli. Tetapi demi kepentingan siasat liciknya, mereka menerima orang-orang Goyim yang berhasil mencapai tingkat “guru yang agung” sampai tingkat ke- 33, yaitu telah berhasil menunaikan prestasi kerja kepada Yahudi dan Zionisme Internasional. Misalnya mereka menerima keanggotaan Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh di dalam jajaran ini setelah kedua orang ini berhasil membantu menghancurkan Kekhilafahan Islam Turki Utsmani. Namun keanggotaan mereka ini tidak lebih dari tingkat “teman sejawat.” Biasanya mereka yang diterima adalah dari kalangan raja-raja, presiden, perdana menteri, ketua partai, ketua parlemen dan orang-orang menduduki posisi strategis lainnya.
Freemasonry Royal ini mempunyai tingkatan tertentu, yaitu “teman sejawat” yang merupakan tingkatan paling awal (rendah), dan tingkatan paling tinggi yang disebut “teman sejawat agung” (teman raja-raja Kota Suci Yerusalem) yang nantinya berhak menjadi calon anggota Freemasonry Alam Semesta. Masing-masing tingkatan memiliki simbol tertentu yang sama di antara mereka. Tingkatan bawah tidak dapat mengenal anggota tingkat yang berada di atas mereka.Tetapi anggota yang berada di atas mereka dapat mengenal anggota yang berada di bawah mereka. Hubungan di antara mereka
harus melalui pimpinan mereka yang menduduki tingkat “teman sejawat agung.” Bagi anggota tingkatan “teman sejawat” tidak dibolehkan mengetahui markas Freemasonry Alam Semesta.
3). Freemasonry Alam Semesta
Para anggota tingkatan ini merupakan pimpinan perkumpulan Freemasonry Royal kerajaan, Yahudi asli, plus penguasa dan, pemimpin Israel yang bergelar “si bijak yang agung.” Markasnya hanya ada satu, tetapi tidak ada yang tahu dimana berada, kecuali
para anggotanya. Dari markas inilah keluar seluruh kebijakan dan berbagai strategi, perintah, pengumuman kepada segenap, perkumpulan pesta, pada tingkatan Freemasonry Simbolik Umum dan Kerajaan serta mengurus seluruh kepentingan anggota Freemasonry seluruh dunia. Di bawah ini diuraikan hal-hal yang mereka lakukan, antara lain:
1). Mengatur berbagai revolusi yang akan dan telah terjadi di sebuah negeri tertentu untuk tujuan keyahudiannya.
2). Menyebarluaskan fitnah demi kepentingan Yahudi dan Zionisme internasional.
3). Melakukan Perebutan kekuasaan terhadap pemimpin negara yang tidak bisa diajak kompromi atau yang merugikan Yahudi.
4). Menyalakan api permusuhan dan peperangan antara satu negeri dengan negeri lain.
5). Mendirikan berbagai partai dan organisasi yang berbakti kepada Freemasonry Alam Semesta.
6). Mengatur berbagai pemilu yang berlangsung diberbagai negeri untuk memenangkan tokoh tertentu yang dijagokan Yahudi.
7). Terlibat langsung dalam rangka mempopulerkan antek-antek anteknya dan menempatkan mereka pada posisi-posisi strategis dalam pengambilan keputusan-keputusan politik, militer, ekonomi, social budaya, dan sebagainya.
8). Melakukan studi-studi tertentu untuk mengetahui keinginan keinginan masyarakat, dan atau melakukan poll pendapat untuk mengetahui opini umum.
9). Berperan aktif dalam dunia pendidikan dalam pembuatan kurikulum, metode pengajaran, dan hal-hal mengenai dunia pendidikan.
10). Melakukan pembentukan berbagai gagasan dan ide untuk disodorkan ke tengah masyarakat melatui media cetak dan elektronik.
11). Berusaha menguasai sebagian besar jenis media massa dalam mencapai tujuan-tujuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar