DARI DINAR KE UANG KERTAS
Dinar-Dirham telah digunakan masyarakat Muslim sejak zaman Rasulullah SAW hingga tumbangnya kekhalifahan Turki Utsmaniyah (1924). Setelah itu tiap negara menerbitkan uang kertasnya masing-masing, menandai terpecah-belahnya kekhalifahan Islam.
Sebelum Islam datang, emas-perak telah digunakan bangsa Persia, Romawi, Israel, Yunani, Mesir kuno, Nabataens dan Tubba (Yaman), dan dilanjutkan di berbagai kekhalifahan seperti Ummayah di Suriah dan Spanyol, Abbasiyah, ‘Alawiyah di Tabaristan, Maghrib, Mesir, Suriah dan Yaman, Dinasti Turki Saljuq, pemerintahan Daylam, Mongolia, Dinasti Kurdi di Mesir, Syria, dan Diyr Bakr, pemerintahan Turki di Mesir.
- Di masa Rasulullah SAW digunakan koin emas dan perak yang telah dibuat bangsa Romawi dan Persia dan telah digunakan sejak sebelum Islam
.
- Di masa Umar bin Khattab ra (634-644 M), ditetapkan perbandingan standar bobot dirham perak dengan dinar emas yakni 10 : 7 (1 mithqal). Di masa awal Islam, perbandingan nilai tukar emas dengan perak adalah sekitar 1 : 20.
- Di masa Usman bin Affan ra (644-656 M), dicetak koin yang meniru dirham perak Sassanian Yezdigird III. Dalam koin itu telah tertera tulisan “Bismillah”.
- Tahun 683-684 M, pertama kali berkurangnya nilai dirham oleh ‘Ubayd Alih ibn Ziyad dengan dicampurnya logam lain.
- Masa kekhalifahan Khalifah Abdalmalik, 74 H, dicetak koin emas berbobot 4,4 gr dengan tulisan “Dinar” tertera di atasnya.
- Tahun 77 H, dicetak lagi dinar yang bobotnya berubah menjadi 4,25 gr, mengikuti standar Khalifah Umar bin Khattab ra.
- Tahun 698 M, masih masa kekhalifahan Abdalmalik, dicetak koin perak dengan tulisan “Dirham” tertera di atasnya, berbobot 2.975 gr dan berdiameter 25-28 mm.
- Mesir, masa Sultan al-Kamil, fulus (koin tembaga) dicetak pertama kali di Mesir.
- Abad 11, Italia. Uang-kertas mulai diedarkan dengan sangat terbatas di kalangan pedagang dan bankir Yahudi Italia.
- Tahun 1294 M, uang-kertas coba diterbitkan menteri Ilkhan Gaikhatu dengan mencontoh uang-kertas Cina, untuk mendanai tekornya pengeluaran.
- Tahun 694-696 H/ 1295-1297 M, Mesir. terjadi pemotongan nilai fulus , dengan cara dicetaknya fulus baru yang bobotnya lebih ringan, karena ketamakan vizir Fakhr al-Din ‘Umar ibn ‘Abd al-’Aziz al-Khalil dan anggota sultan yang lain. Namun karena itu pula, sejak itu fulus dinilai berdasarkan bobotnya dan bobot 1 ratl fulus setara dengan bobot 2 dirham perak.
- Abad 13, perubahan pasar menyebabkan spekulasi perbandingan nilai tukar emas dengan perak menjadi 1:10 meski nilai tukar resmi tetap 1:20.
- Akhir abad 14, nilai perak meningkat, karena permintaan perak meningkat di Italia, sedangkan stok perak di percetakan menurun secara bertahap (1380 M).
- Tahun 784-801 H/ 1382-1399 M, Mesir. Selama pemerintahan Sultan Barq, peredaran fulus makin meluas karena kelangkaan perak. Saat beliau wafat, nilai tukar dinar terhadap dirham menguat dari 1:23 menjadi 1:30.
- Tahun 1408 M. Genoa, Italia. Sekelompok bankir dan ahli keuangan Yahudi membentuk bank bersama, yakni the Casa di San Giorgio . Genoalah yang pertama membangun sistem bill of exchange sebagai mekanisme monopoli kredit dan menyamarkan riba. Sistem ini lalu ditularkan ke seluruh Eropa. Awal abad 15, ketenaran dirham perak berkurang. Abad 15, akibat perang salib suku bunga meningkat menjadi 18-25%.
- Tahun 1425 M, Mesir. Sultan Barsbay memotong nilai dinar, dari 4.25 gr menjadi 3.45 gr (bobot mata uang emas Eropa), dan tetap menjadi uang emas di Mesir hingga akhir pemerintahan Mamluk. Dengan demikian standar uang mulai berubah dari Muslim ke Eropa.
- Abad 15, uang-kertas beredar meluas ke Napel, Swedia, Köln, Wina, dan Granada.
- Tahun 1694 M, bank sentral pertama yakni Bank of England didirikan William Paterson. Ia lalu meminjamkan kekayaan banknya dengan bunga kepada William of Orange, raja Inggris, untuk membiayai perang melawan Prancis. Ketika meruak kabar yang menyatakan bahwa sebenarnya jumlah emas yang dimiliki bank tersebut tak cukup bagi seluruh kerajaan, pemerintah lalu mengeluarkan undang-undang yang mengesahkan kuitansi sebagai uang yang nilainya setara dengan emas yang diwakilinya. Sejak itu kuitansi utang menjadi alat tukar sah.
- Tahun 1720 M, uang-kertas kembali dicoba diedarkan di Perancis.
- Tahun 1760-an M, Amsterdam. Krisis uang-kertas diikuti kebangkrutan setelah perang 7 tahun di Belanda (1756-1763). Seperti halnya di Genoa, di Amsterdam kebangkrutan terjadi karena diciptakannya kredit dari nihil dan tak disokong uang nyata (emas-perak), dan kredit tumbuh dengan proporsi tak teratur, serta pinjaman yang buruk.
- Tahun 1773 M, Inggris bangkrut dengan utang 5 juta florin (mata uang logam Inggris-red.). Pasar saham berhenti dan perusahaan lain tutup. Yang bisa bertahan adalah yang memiliki uang nyata/emas.
- Tahun 1816 M. Inggris kembali ke standar emas, namun saat itu uangkertas telah diterbitkan bank. Emas dan perak tak lagi menjadi mata uang utama. Untuk membiayai perang melawan Prancis, Pitt membujuk parlemen Inggris mengesahkan Bank Restriction Act , yakni untuk sementara uangkertas tak bisa ditukar ke emas-perak, dan ini tetap berlangsung selama 24 tahun!
- Tahun 1835, Joel putra Schutzjude Moses Hirsch (Yahudi yang dilindungi penguasa), mendirikan bank hipotek pertama dengan Rothschilds sebagai pemegang saham utama.
- Tahun 1840 dan 1842, Turki. Uang-kertas (Kaime-I Mutebere) mulai diterbitkan di Turki.
- Tahun 1845 M, Turki. Pemerintahan Usmaniya bersama Mm. Alléon dan Théodore Baltazzi mendirikan Bank of Constantinople , yang ternyata untuk memberikan pinjaman kepada pemerintah! Perang Semenanjung Krim (Uni Soviet) menjadi alasan masuknya perbankan ke dalam Daulat Usmaniya dan bankir Eropa memainkan tipuan dan kejahatan terbesarnya yakni investasi. Investor ‘Perancis’ pertama yang masuk adalah Rothschilds, namun pemerintah telah mengizinkan dibangunnya Ottoman Bank dengan modal dasar 500 ribu poundsterling.
- Tahun 1856 M, Turki. Berdirinya Ottoman Bank (Osmanli Bankasi) dengan misterius.
- Tahun 1861 M, Turki. Crédit Mobilier (organisasi Péreire bersaudara) mendirikan Imperial Ottoman Bank .
- Mayor Evelyn Baring, putra Lord Revelstoke dan anggota Baring’s Bank (Yahudi Lithuania), dikirim ke Mesir sebagai perwakilan dan Konsul Jendral Inggris. Evelyn Baring lalu dikenal juga sebagai Lord Cromer.
- Tahun 1898 M, Mesir. University of Al-Azhar mengharamkan perbankan.
- Tahun 1899 M, Mesir. Muhammad Abduh ditunjuk sebagai mufti besar dan direktur University of Al-Azhar oleh Lord Cromer untuk mengesahkan perbankan. Ernest Cassel mendirikan National Bank of Egypt dengan modal awal £1 juta, direkturnya terdiri dari bankir Yahudi setempat dan Carl Meyer (Rothschilds), Vincent Caillard (saudara D’Israeli, komisionaris Ottoman Public Debt Administration), dan Victor Harari.
- Tahun 1900, Kairo-Mesir. Post Office Savings Bank berdiri.
- Tahun 1902, Kairo-Mesir. Agricultural Bank berdiri, berkat bantuan National Bank di bawah Cromer. Setelah 3 tahun saham nominal £5 telah meningkat menjadi £800.
- 5 Desember 1903, Mesir. Fatwa Muhammad Abduh dalam “Al-Manar”, vol. VI, bab 18, hal. 717, sebagai berikut: “The stipulated usury is not permissible in any case; whereas the Post Office invests monies taken from the people, which are not taken as loans based on need, it would be possible to apply the investment of such monies on the rules of a partnership in commendan.”
- National Bank of Morocco berdiri. Atas prestasinya Cassel dianugerahi Legion of Honour dan sebidang tanah 100.000 acre di Maroko. Dolar AS, uang-kertas (fiat money), diterbitkan Federal Reserve Bank (yang dikuasai Yahudi) di Amerika Serikat.
- Tahun 1930. Amerika Serikat menghisap Eropa dengan menginginkan dibayarnya utang perang, dan baru berakhir Desember 1933 (The Hoover Moratorium). Sejak itu emas mengalir ke Amerika Serikat.
- 1944 Perjanjian Bretton Wood yang melahirkan IMF dan World Bank. Dengan perjanjian ini mata uang dunia dikaitkan satu sama lain dan terikat dengan dolar AS yang nilainya secara tetap dijamin dalam emas.
- 1971, Richard Nixon (Presiden AS) menghentikan secara sepihak Perjanjian Bretton Wood. Dengan berakhirnya perjanjian ini dimana setiap troy ounce emas setara dengan US$ 35, berarti dolar AS dan mata uang dunia lainnya tak lagi dijamin dengan emas.
- 1991. Lahir Fatwa atas Uang-Kertasyang melarang digunakannya uang kertas sebagai alat tukar.
- 1992, Spanyol. Dinar-dirham ,mengikuti standar ‘Umar ibn al- Khattab, kembali dicetak.
- 2000. Koin Dinar dan Dirham di Cetak Kembali oleh Murabitun Nusantara dan terus bergulir ke berbagai kaum Muslim hingga hari ini.
- 2001. Per ons emas kira-kira US$ 274. Berarti dalam kurun 30 tahun, sejak 1971, depresiasi dolar AS terhadap emas hampir 800%!
- 2003. Nilai tukar dinar-dirham kini berkisar 1:36, selama lebih dari 1400 tahun kenaikan nilai emas terhadap perak tak lebih dari 200%.
- 2004, Islamic Gold Dinar (IGD) akan digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagan