Selasa, 30 September 2014

Peran Seorang Ulama Sufi di Balik Penaklukan Konstantinopel



Muslimdaily.net – Jika kita perhatikan, pada setiap kemenangan yang diraih kaum Muslimin, beberapa di antaranya ada peran besar ulama. Pada perang Salib tampil pahlawan besar Shalahuddin al-Ayubi dan pasukan tangguhnya yang merupakan alumni madrasah yang dirintis oleh Imam al-Ghazali. Juga, didikan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani tak dapat dinafikan dalam perang Salib itu. Begitu pula di belakang Muhammad al-Fatih, sang Sultan yang menaklukkan Konstantinopel, terdapat guru sufi yang selalu membimbing sang Sultan.
Dia adalah Syeikh Aaq Syamsuddin, penasihat Muhammad al-Fatih, pahlawan Islam dari dinasti Utsmaniyah yang sukses menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Berkat bimbingan Syeikh Syamsuddin, Sultan al-Fatih berhasil membangkitkan semangat pribadi dan kaum Muslimin untuk menaklukkan kerajaan raksasa dunia, Bizantium, di usia al-Fatih yang masih 25 tahun.
Peran guru sufi ini jelas tidak mungkin diabaikan. Sebab, ia turut pergi ke medan pertempuran untuk mendampingi Sultan al-Fatih memimpin pasukannya. Nasihat-nasihat spritualnya menambah semangat keimannya yang membara.
Syaikh Syamsuddin, adalah seorang ulama ahli tasawwuf berasal dari negeri Syam yang berhasil memoles pribadi al-Fatih menjadi sultan yang tangguh, berilmu, cerdas, pemberani dan pemimpin negara yang bertakwa kepada Allah Swt. Hingga di medan pertempuran terdepan, sang Syeikh mendampingi al-Fatih, untuk memberi tausiyah, arahan, strategi dan bimbingan spiritual.
Nama asli Syeikh Aaq Syamsuddin adalah Muhammad bin Hamzah al-Dimasyqi al-Rumi. Dilahirkan di kota Damaskus, negeri Syam, pada tahun 792 H/1389 M. Nasabnya bersambung dengan Abu Bakar al-Shiddiq r.a. Pada usia 7 tahun berhasil menghafal al-Qur’an. Lalu meneruskan belajarnya di kota Amasiya, kemudian pindah ke Halab dan merantau ke Ankara Turki.
Pembimbing Spiritual Sultan al-Fatih
Muhammad al-Fatih telah dibimbing Syeikh Syamsuddin sejak kecil. Ia mengajari Muhammad al-Fatih berbagai disiplin ilmu dasar, yaitu al-Qur’an, al-hadits, Fikih dan bahasa Arab.
Syeikh Syamsuddin berhasil meyakinkan sultan Muhammad al-Fatih, bahwa dialah pemimpin yang ‘diramal’ Rasulullah Saw yang berhasil menaklukkan Konstantinopel. Saat menjabat sultan Utsmani, usia al-Fatih masih sangat muda. Syeikh Syamsuddin menasihatinya agar dia segera bergerak untuk merealisasikan hadis Rasulullah Saw, bahwa konstantinopel akan ditaklukkan oleh pemimpin adil dan tentara Islam yang terbaik.
Konstantinopel, merupakan kota paling penting di dunia pada zaman itu. Dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Bizantium, kekaisaran Kristen. Sejak dibangun, Konstantinopel dijadikan ibukota kerajaan selama berabad-abad lamanya. Kota ini menjadi pusat perhatian dunia. Ada yang mengatakan bahwa “Andaikata duni ini berbentuk satu kerajaan, maka Konstantinopel akan menjadi kota yang paling cocok untuk menjadi ibukota kerajaan tersebut”.
Tentang kota ini, Rasulullah Saw memberi kabar gembira bahwa kelak, kota Konstantinopel akan jatuh di bawah kekuasaan Islam. Beliau bersabda:
لتفتحن القسطنطينية على يد رجل فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش
“Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara” (HR. Ahmad).
Karena itu, para khalifah kaum Muslimin berlomba-lomba menaklukkan Konstantinopel dalam rentang waktu yang panjang. Tercatat, sejak masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan tahun 44 H hingga rombongan paling besar dilakukan pada masa Dinasti Umayyah di bawah Sulaiman bin Abdul Malik, semuanya gagal.
Usaha berlanjut pada masa kekhalifahan Abbasiyah, khususnya pada masa Khalifah Harun al-Rasyid pada tahun 190 H. Meski sempat menimbulkan gejolak negeri Bizantium tapi misi penaklukan Harun al-Rasyid masih belum berhasil.
Di masa pemerintahan Muhammad al-Fatih, Konstantinopel baru berhasil ditaklukkan. Beberapa kali upaya penaklukkan tidak berhasil. Ia sampai sempat putus asa mengatur serangan ke Konstantinopel.
Namun sang guru, Syeikh Syamsuddin, mendampingi dan menasihati agar tetap terus berjuang. Pengepungan benteng konstantinopel memakan waktu 54 hari. Banyak korban dari tentara Utsmani yang meninggal dunia. Para pejabat militer hampir putus asa gagal menaklukkan konstantinopel. Tapi, Syeikh Syamsuddi sangat yakin, hadis Rasulullah Saw akan terealisasi pada Muhammad al-Fatih, tidak pada pemimpin lainnya.
Dalam suatu persiapan serangan, Syeikh Syamsuddin menyendiri di kemah. Ia melarang seorang pun untuk masuk. Muhammad al-Fatih memaksa masuk kemahnya. Dan ia menyaksikan sang Guru khusyu’ bermunajad kepada Allah. Ia bersujud kepada Allah dalam suatu sujud yang panjang. Sorbannya terlepas dari kepalanya sehingga membuat rambut kepalanya yang memutih menyentuh bumi. Sedangkan jenggotnya yang mutih memantul sinar laksana cahaya. Sang guru bangkit dari sujudnya dengan air mata berlinang dari kedua pipinya. Dia berdoa kepada Allah Swt agar kemenangan dikaruniakan kepada al-Fatih dan meminta penaklukan dapat terlaksana kota dalam jangka waktu yang dekat.
Ketika terjadi penyerbuan ke benteng Konstantinopel, Syeikh Syamsuddin mendatangi Muhammad al-Fatih untuk memberi nasihat penting tentang hukum-hukum syariat dalam peperangan, serta hak-hak kaum yang ditaklukkan sebagaimana diatur dalam syariat.
Syeikh Syamsuddin berpidato di hadapan pasukan Utsmani: “Wahai tentara Islam, ketahuilah dan ingatlah bahwa Nabi saw bersabda, ‘Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara’. Kita memohon kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi, semoga Dia memberikan kita taufik dan mengampuni semua. Ketahuilah, janganlah kalian berlaku berlebih-lebihan dari apa yang kalian dapat dari harta rampasan perang, dan janganlah kalian berlaku boros. Infakkan harta di jalan yang baik untuk penduduk kota ini. Dengarkan apa yang dikatakan Sultan kalian dan taatilah dia dan cintailah. Wahai sultanku, kau telah menjadi tanda mata Bani Utsmani. Maka jadilah engkau sebagai mujahid di jalan Allah selamanya”.
Tak lama kemudian, dimulailah serangan ke benteng raksasa Konstantinopel. Tepat pada jam 1 pagi 29 Mei 1435 benteng yang berdiri berabad-abad lamanya jebol. Pasukan al-Fatih berhasil menguasai kota dan pasukan Bizantium tidak berdaya. Selama itu pula, Syeikh Syamsuddin tidak pernah meninggalkan al-Fatih dan pasukannya. Ia ingin menyaksikan langsung realisasi hadis Rasulullah Saw.
Muhammad al-Fatih betul-betul ditempa spiritualnya oleh Syeikh Syamsuddin. Sultan al-Fatih pernah mengirimkan uang sebanyak seribu dinar kepadanya. Namun Syeikh Syamsuddin menolaknya. Bahkan, Syeikh tidak memberi penghormatan berdiri untuk sang Sultan ketika mau pamit keluar. Sultan al-Fatih pun kecewa.
Seorang pembantu Sultan mengatakan, “Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan para Sultan sebelum kamu. Dengan demikian, Syeikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu darimu”.
Demikianlah cara Syeikh Syamsuddin memberi pelajaran kepada sultan al-Fatih. Agar supaya sultan selalu berjalan di atas syari’ah tidak terbuai oleh kekuasaan.
Pelajaran keras diberikan sejak Muhammad al-Fatih masih kecil. Pada suatu hari, ia memanggil Muhammad al-Fatih kemudian memukulnya keras, karena melakukan kesalahan ringan. Pukulan keras Syeikh ini ternyata dikenang terus oleh al-Fatih. Hingga ia dewasa memangku kesultanan. Hingga suatu saat ia memanggil Syeikh Syamsuddin dan menanyainya: “Mengapa Anda memukulku waktu itu padahal aku tidak melakukan apa-apa yang layak dipukul?”
Maka Syeikh menjawab: “Karena aku ingin mengajarimu rasanya kezhaliman dan bagaimana orang yang terzhalimi tidur, agar ketika engkau menduduki posisi kepemimpinan, engkau tidak menzhalimi seorang pun!”.
Mendengar penjalasan Syeikh, al-Fatih langsung meminta maaf kepada Syeikh, karena memiliki pikiran negatif dan akhirnya mencium kepala serta tangan gurunya tersebut.
Syeikh Syamsuddin begitu terhormat di mata sang Sultan. Muhammad al-Fatih, meski menjadi sultan yang kekuasannya meluas hingga separoh negeri Eropa, tidak pernah meremehkan nasihat Syeikh. Sang Syeikh pun tidak pernah menjadi penjilat, tidak pernah memberi penghormatan berlebihan. Ia tidak takut kecuali kepada Allah. Karena itu, setiap kali sultan datang menziarahi, Syeikh Syamsuddin tidak pernah berdiri dari tempat duduknya untuk menyambutnya. Justru sebaliknya ketika yang menziarahi Sultan, sultan-lah yang berdiri untuk menyambut gurunya tersebut lalu mencium tangannya.
Jasa Syeikh Syamsuddin sangatlah besar untuk kesultanan Utsmani dan sultan al-Fatih. Beliau mendidik sultan dengan dua hal besar:
Melipatgandakan semangat gerakan jihad di dalam Dinasti Utsmani
Terus-menerus menanamkan dalam diri sultan Muhammad sejak kecil bahwa dialah yang dimaksudkan dalam hadis Nabi saw: “Sungguh Konstantinopel itu akan ditaklukkan. Maka sebaik-baik panglima adalah panglima (yang menaklukkannya) dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya” . Hingga akhrinya pikiran Muhammad al-Fatih benar-benar dipenuhi dengan pemikiran bahwa memang dialah yang dimaksudkan dalam hadis ini.
Para hali sejarah mengatakan bahwa Syeikh Syamsuddin itulah Sang Penakluk bagi konstantinopel. Dialah yang telah mengajarkan kepada al-Fatih berbagai ilmu, baik ilmu setrategi perang maupun ilmu falak, sejarah dan matematika.
Ahli Ilmu Kedokteran
Syeikh Syamsuddin bukan hanya ahli bidang syariah, tasawuf dan akhlak, namun ia juga dikenal ahli pengobatan. Syeikh memiliki kepedulian terhadap penyakit jasmani, sebagaimana ia peduli dengan penyakit-penyakit rohani. Dia menulis kitab berjudul Maadat al-Hayat. Dalam buku tersebut, Syeikh mengatakan, “Sangat keliru jika dikatakan bahwa penyakit-penyakit itu berpindah dari satu orang ke orang lain dengan cara menular. Penularan ini sangat kecil dan renik, hingga tidak mampu dilihat oleh mata telanjang. Penularan ini terjadi karena adanya kuman yang hidup”.
Dia dikenal orang pertama yang melakukan penelitian kuman pada abad ke-15 M. Dimana pada saat itu belum ada mikroskop. Ia jauh mendahului ilmuan Eropa. Eropa baru melakukan penelitian tentang kuman empat abad setelah Syeikh Syamsudin. Dilakukan oleh Louis Pasteour, ahli Biologi dan Kimia asal Prancis. Namun, dalam dnia ilmu Biologi, Louis Pasteour lebih dikenal daripada Syeikh Syamsuddin.
Karya-karya Syeikh cukup beragam, mulai tentang akhlak, tasawwuf, hingga kedokteran. Di antara karyanya adalah; Madaat al-Hayat, Kitab al-Thibb, Hallul Musykilat, al-Risalah al-Nuriyah, Maqalatul Auliya’, Risalah fi Dzikrillah, Talkhish al-Mata’in, Daf’u al-Mataa’in, Risalah fi Syarh Haaji Bayaram Wali. Syeih Syamsuddin meninggal dunia di kota tempat tinggalnya, Koniyoka, wilayah Turki pada tahun 863 H/1459 M.
Begitulah jasa seorang ulama dalam kemenangan kaum Muslimin. Dalam setiap persoalan apapun yang menimpa hajat kaum Muslimin, ulama tidak dapat ditinggalkan. Mereka adalah warisan Nabi. Peran politik, atau militer ternyata tidak berarti tanpa peran ulama di dalamnya. Mereka pemimpin umat untuk melanjutkan dan memelihara syiar dan kemuliaan Islam. Rasulullah Saw berwasiat: “Duduklah kamu dengan orang-orang agung menurut Allah, dan bertanyalah kamu kepada para ‘Ulama dan berkumpulah kamu dengan para ahli hikmah (HR. Tabrani)”.

Jumat, 26 September 2014

AIDS a Biological Warfare





Dirangkum dari buku  : AIDS - Biological Warfare
Penulis : Thomas E. Bearden

“ Wabah    AIDS akan berdampak pada masyarakat  dalam  bentuk  yang  tidak  pernah  terbayangkan.  AIDS  100%  fatal,  ilmuwan  dan  ahli  medis  pesimis  mampu  menemukan  obat  atau  vaksin  AIDS  dalam  dua  dekade  mendatang.  Bahkan  Pejabat  kesehatan  publik  telah  memperkirakan sebanyak-banyaknya  2.4  milyar manusia   (setengah  populasi  dunia)  akan  meninggal  akibat  AIDS dalam  waktu  15-20  tahun  mendatang.”
“Pada sisi ekonomi, asuransi dan sistem jaminan  kesehatan  akan  diruntuhkan  pada  periode  1990-an.  Dijamin tidak akan ada ter obosan medis yang spektakuler  dalam  waktu  dekat  dan  membuat  peradaban  Barat  tetap  menderita  dari  prahara  terburuk  dalam  sejarah  dunia.” Don  Rowe,  Wall  Street  Digest,  214  Carnegie  Center,  Princeton,  New  Jersey  08540.

Kasus  pertama  AIDS  di  Amerika  yang  resmi  terdiagnosa  muncul di  San  Francisco  tahun  1981.  Kasus  ini  mengikuti  teka-teki  penjangkitan  AIDS  sebelumnya  di  negara Dunia Ketiga seperti Afrika dan Haiti tahun 1970.  Kasus pertama  AIDS   di  AS sepertinya  masih terbatas  pada komunitas  gay ,  seperti  yang  terjadi  di   San  Francisco.
Tidak  ada yang berusaha menyambungkan faktafakta  di  atas  yang  seolah  terpisah,  bahwa  sebelum  munculnya kasus  AIDS pertama di kalangan gay  Amerika,  beberapa peristiwa terjadi : 

(1)  WHO telah menyelesaikan program  vaksinasi  cacar  di  Haiti, dan 

(2)  Komunitas gay  dari  pesisir  barat  AS,  seperti  San  Fransisco  selalu  menjadikan  Haiti  sebagai  tempat  berkumpul  dan  acara acara  liburan  lainnya.

Kebanyakan  ahli  media  ortodoks    tidak  pernah  mencurigai mengapa “ledakan” virus AIDS terjadi  begitu  cepat ?  Ya, hal    itu  terjadi  karena    AIDS disusupkan dalam  vaksin cacar  yang digunakan  WHO di Haiti. Relasi tingkat  tinggi  dan tersembunyi  antara kampanye vaksinasi WHO   dengan  penjangkitan  baru  AIDS.




THE “ MONKEY – BITE “ THEORY





Hal  yang  telah  jadi  sangat  umum  difahami  soal awal  mula  AIDS,  seekor  monyet  yang  telah  bermutasi  secara  alami  dan mengandung virus AIDS maupun strain  turunannya  dipersalahkan  sebagai  penyebab  wabah terburuk  yang  akan  merontokkan  setengah  populasi  manusia  di  bumi.
Monyet  itu  diduga  telah  menggigit  seorang  pria  Afrika  dan  sekaligus  menularkan  virus  AIDS  melalui  ludah  dan  gigitannya.    Virus  itu  kemudian  secara  alami  mengkombinasikan  material  genetiknya  dengan  gen  manusia  dan  menghasilkan  strain  baru  yang  lebih  berbahaya,  yaitu  AIDS.

Strain  virus  baru  ini  kemudian  dari  medium tunggal  tubuh  pria  Afrika  malang  tersebut,  menyebar  The  "Monkey-Bite"  Theory cepat  ke  seluruh  Afrika dan  dunia.  Bagi saya,  ini  teori  yang  sangat  tidak  masuk  akal.

Di  Afrika,  sebagai  contoh,  monyet  sebagaimana  halnya  hewan  lain  telah  memiliki virus   penyakit  tersendiri  selama ribuan tahun, jika virus itu adalah biang keladinya,  maka manusia pasti telah musnah oleh wabah AIDS sejak  ribuan  tahun  lalu.  Bahkan  primata  itu  pun  pasti  turut  musnah. Satu  hal  yang  harus  dipahami,  gigitan  monyet dan  modifikasi  sel  manusia  dapat  dipastikan  sangat  jarang  terjadi  dalam  ribuan  tahun  sekalipun.

Bagaimanapun,  jika  hal  itu  sebuah  rekombinasi  natural  virus  AIDS  monyet  dengan  seorang  individu,  kontak  normal  antara  pria  yang  terinfeksi  itu  dengan  manusia lainnya  tidak  cukup  untuk  menghasilkan wabah  sebesar  yang terjadi  hari ini.  Hal yang paling masuk akal  adalah  adanya  bantuan  atau  percepatan  melalui  mekanisme  eksternal,  seperti  tangan-tangan  manusia  yang  bekerja  dibalik  kampanye  vaksinasi  massal.

Sebagaimana  yang  ditunjukkan  oleh    Dr.  John  Seale,   "Virus    AIDS   (human immunodeficiency virus or  HIV) adalah sebuah   lentivirus sub famili dari   retrovirus  yang tidak pernah dipelajari sebelumnya.    Virus ini sangat  patogenik    pada manusia, namun sangat  berbeda dari virus  lain  yang  biasa  menyerang  manusia...Sangat  cepat menyebar pada  populasi  di Afrika tengah,  diantara  kaum  gay  dan  pecandu  narkoba  di  Barat.    Ini  adalah  virus  pertama yang muncul pada manusia yang selama berabadabad sangatlah baru, mematikan dan menyebar diam-diam dari  individu  ke  individu  di  seluruh  dunia.”

Dr.  Seale  dengan  berani  menunjukkan  beberapa  fakta  yang  dirasa  mengganjal  :

(1)  Retrovirus  yang  berasal  dari  binatang,  jika  berulangkali  berpindah  dari  kultur  sel  manusia  ke  kultur  sel  manusia  lainnya,  kecenderungan  dapat  menginfeksi  sel  manusia.  Dan   ia  pun  mungkin  mampu  menginfeksi  binatang.

(2)  Di tahun  1982,  Robert Weiss  mengungkapkan bahwa  kode  genetik  retrovirus  biasanya  berekombinasi  jika  dua  dari  mereka  menginfeksi  sel  yang  sama  terus  menerus.

(3)  Di  tahun    1984  sebuah  artikel  dalam  Journal  of  Virology ,  David  Baltimore  menunjukkan  pengertian efektif  dari  penanggulangan  blokade  sel  terhadap  infeksi  simultan  oleh  dua  atau  lebih   retrovirus.

(4)  Lebih  lanjut,  Baltimore  mengevaluasi  dirinya  telah  berhasil  melakukan  terobosan  besar  seperti  yang  dijelaskan  pada  poin  3  di  atas.

(5)  Di  luar  laboratorium,  rekombinasi  multi  retrovirus  simultan  tidak  pernah  terjadi  secara  alami  dalam  tubuh  manusia.

(6)  Pada  binatang,  terdapat  beberapa  bukti  kemungkinan  retrovirus  dapat  terjadi  dengan  frekuensi  yang  secara  ekstrim  jarang  terjadi  :  satu  kali  dalam  ribuan  tahun.

(7)  Pada  awal  tahun  1970,  sebuah  teknologi  untuk  membuat  rekombinasi  retrovirus  baru  yang  berbahaya  bagi  manusia,  telah  dikembangkan  dan  dipublikasi  secara  luas.

Bagi  orang  awam,  infeksi  dan  reproduksi  oleh  retrovirus  adalah  sangat  ganjil.  Jika  retrovirus  menginfeksi  sebuah  sel,  dari  material  genetiknya  sendiri  (RNA)  ia  membuat  sebuah  “template”  atau  pola  (DNA)  untuk  mebentuk  retrovirus  lain  yang  serupa.  Kemdian  ia  menyisipkan  “template  DNA”  ke  dalam  DNA  sel  target.

Sel  target  kemudian  dijadikan  pusat  produksi  retrovirusretrovirus   lainnya.  Saat  aktivasi,  template  dalam  sel  berubah  jadi  pabrik  produski  retrovirus.  Proses  aktivasi  ini  bervariasi,  saat sel tempat produksi tetap ‘tidur ,’  aktivasi bisa lambat  bertahun-tahun,  atau  berlangsung  seketika  dan  cepat  meningkatkan  jumlah  virus  berbahaya.

Secara genetik,    sel  manusia yang terinfeksi  AIDS  maupun  virus  rekombinasi  retrovirus  lainnya  telah mengalami  transformasi  permanen.  Secara  harfiah,  telah  memperoleh satu  set  gen  baru  dan  mengkonversi dirinya  Jadi   sebu ah   “ pabrik ”   untuk   me mproduksi   dan menyebarkan  virus  tersebut.



 Pusat  Riset  Kanker  Memproduksi  Agen  Senjata  Biologi  Ideal





T ahun  1971,  Presiden  Nixon  menandatangani  undang-undang   National Cancer Attack Act. Meski tidak  diharapkan    oleh  Presiden  dan  Kongres,  dampak  negatif  dari  UU ini    yaitu  dana  wajib banyak  digunakan  untuk  riset  dan  pengembangan  suatu  obyek  yang  paling  mematikan  dari  virus  senjata  biologi.

Usaha   laboratorium   riset   medis berkesinambungan untuk mengubah virus tumor  binatang,  termasuk retrovirus untuk mereplikasi dalam sel manusia,  mengalami  percepatan  drastis.    Sebagai  bagian  dari  program  “perang  terhadap  kanker,”  dana  riset  justru  beralih  digunakan  untuk  mengembangkan  retrovirus  berbahaya  yang  potensial  digunakan  sebagai  senjata  biologi.

Tidak  hanya  itu,  adanya  partisipasi  ilmuwan Komunis Soviet dalam proyek tersebut  turut  berkontribusi  memperkuat  proyek  senjata  biologi  kedua  negara  (ASSoviet).  Sangat  mengejutkan,    undangan  terbuka  pada  ilmuwan  Soviet  dikeluarkan  saat  prioritas  utama  KGB  adalah menginfiltrasi laboratorium riset genetik retrovirus AS.

Dalam  laboratorium  riset  kanker,  retrovirus  binatang disuntikkan ke dalam kultur sel manusia, hingga  virus  rekombinasi  itu  efektif,  efisien  dan  mematikan  tumbuh  dalam  sel  manusia  sebagai  mediumnya.
Pada  poin  itu,  infeksi  satu  atau  lebih  individu  dengan  retrovirus  tersebut  dapat  menyebabkan  wabah  mirip  AIDS  secara  massif  pada  seluruh  ras  manusia. Kini  kita  melihat    bahwa  kedua  negara  adi  daya  saat itu telah membuat virus  AIDS di Fort Detrick, sebuah  fasilitas riset  AD  Amerika.   Ini informasi substansial yang  menunjukkan bahwa penyakit  AIDS adalah produk tangan manusia, yang dengan sengaja disebarkan oleh Soviet,  AS  dan  diperbesar  oleh  peneliti  Eropa  lainnya. Unt uk  memastikan  pelepasan  global   virus mematikan,  mereka  mencemari  vaksin  cacar  yang Pusat  Riset  Kanker  Memproduksi  Agen  Senjata  Biologi  Ideal dipersiapkan  dalam  jumlah  besar  oleh  lab-lab  negara  Barat.

V aksin  yang  terkontaminasi  ini  kemudian  secar  luas  digunakan untuk menyuntik rakyat Negara Dunia Ketiga,  khususnya  Afrika,  Amerika  Selatan  dan  Haiti,  dalam  program  internasional  memerangi  wabah  cacar .



Data – Data Awal Penyebaran Aids






Sebuah  indikasi  kuat  bahwa  vaksin  cacar  sendiri  adalah agen perintis untuk memulai infeksi AIDS. Dalam  artikel  yang  mengejutkan  berjudul,  "Smallpox  vaccine  'triggered  Aids  virus',"  dalam  harian   London  Times  11  Mei  1987,   seorang  editor  sains    Pearce  Wright  mengumumkan  bahwa    epidemi    AIDS mungkin disebabkan oleh program  vaksinasi  cacar  World  Health  Organization  (WHO)  di  Negara  Dunia  Ketiga.

Artikel  penting  lain  dalam  koran  Easy  Reader,  4  June  ,  Jon  Rappoport  melaporkan  artikel  dalam  majalah  Times  dan  hasil  wawancara  dengan  Robert  Matthews,  koresponden  majalah    Times.  Menurut  Rappoport, Matthews  menginformasikan  bahwa  WHO  sendiri bagaimanapun  telah  dicurigai  program  vaksinasinya berhubungan  dengan  AIDS.  Konsultan  eksternal  telah  dipekerjakan  untuk  melakukan  kajian  independen  dan  hasilnya  memastikan  vaksin  WHO  sebagai  penyebab  wabah  AIDS  yang  tersebar  dalam  pasien  program  vaksinasinya.

Sangat  disayangkan,  WHO  segera  “mengubur”  laporan  tim  konsultan independen  di atas.    Sikap WHO itu tidak  lantas  membuat  tim  konsultan  putus  asa,  mereka  memasukan  laporannya  ke  majalah  Times  dan  dimuat. Kisah  yang  mengejutkan  ini  berhasil  menunjukkan  sebuah alur hubungan : “T eori vaksin cacar akan memulai  cerita  di  Afrika  T engah  sebagai  negara  yang  paling  dirugikan di Afrika, sebagaimana Brazil di  Amerika Latin  dan  bagaimana  Haiti  menjadi  rute  penyebaran  AIDS  ke  Amerika  Serikat.  Brazil,  satu-satunya  negara  di Amerika  selatan  yang  memperoleh  kampanye  vaksinasi  cacar,  menunjukkan  angka  tertinggi  kasus  AIDS  diwilayahnya.”
Rappoport  memastikan  bahwa  "vaksin  yang terbuat  dari  bagian  jaringan  lunak  hewan,  berisi    ‘ekstra’ virus  berbahaya." 

Laporan  kasus  lainnya  diperoleh  dari  militer AS,  personel  baru  AD  AS  secara  rutin  diberikan  vaksin  anti  berbagai  penyakit.  Salah  satunya  vaksin  cacar,  sebagai  antisipasi  bilamana  musuh  menggunakan  virus  cacar sebagai senjata biologi dalam perang. Fakta mengejutkan  lalu  muncul, seorang  kadet militer berusia 19 tahun  yang  sepenuhnya  sehat,  dalam  tubuhnya  berkembang  virus  AIDS  setelah  mendapat  vaksinasi.  Kadet  malang  itu dibawah ke    Walter Reed  Army Medical Center,  dan wafat  di  sana.

Dalam sebuah  artikel  yang  dimuat  New England  Journal  of  Medicine,    tim  medis  Walter  Reed  Army  Medical  Center  melaporkan  temuan  adanya  hubungan  antara  vaksinasi  dan  stimulasi  penyakit   AIDS.  Mereka pun  memperingatkan    rencana    WHO  untuk  menggunakan  vaksin  cacar  yang  telah  dimodifikasi  untuk  memerangi  wabah  penyakit  lainnya  di  negara-negara  berkembang.

Akhirnya  program  vaksinasi  WHO  yang  telah  berjalan  hampir  13  tahun  diakhiri  pada  tahun  1980.  Program tersebut  dipuji karena telah  menyelamatkan dua  juta  jiwa  setiap  tahun  dan  mencegah  15  juta  lainnya  terinfeksi. Jelas pujian ini tidak mempertimbangkan kasus pencemaran vaksin cacar dengan virus AIDS seperti yang  terjadi  di  Afrika  T engah,  Brazil  dan  Haiti.

Dalam  sebuah  pertemuan  50  pakar  dunia  di  Genewa  bulan  Mei    1987,  diketahui  bahwa  jutaan  kasus  baru  AIDS akan melanda wilayah  Afrika Tenggara. Pakar pakar tersebut percaya, hingga 75 juta penduduk di  Afrika  Tenggara - atau sekitar sepertiga populasi,    akan terinfeksi  AIDS  dalam  lima  tahun  mendatang.



Virus Baru, Senjata Baru


Virus   AIDS    yang  dilepaskan  tim  Special Virus  Program diketahui mampu hidup   di luar tubuh hingga 15  hari.  Bahkan,  virus  AIDS  sangat  tidak  stabil,  selalu  bermutasi dan berubah bentuk. Dengan kata lain  :  "highly  adaptable , "   ter us   menye s ua ikan   diri   deng an lingkungannya  dengan  rata-rata  jutaan  kali  lebih  cepat  dari adaptasi  virus biasa yang stabil.  Sifat ini  berimplikasi pada  kemampuan virus mutan ini  adaptasi dalam tubuh  nyamuk  macan di  Asia dan masuk ke dalam tubuh  manusia melalui  gigitannya.
Nyamuk  macan  asia  tampaknya  dimanfaatkan  sebagai  salah  satu  pengangkut  virus  untuk  secepatnya  meningkatkan  jumlah  infeksi  AIDS  dan  memusnahkan  populasi  penduduk  Amerika  dan  dunia.

Data  terakhir  dari  Alabama  menunjukkan  kasus penyakit ini terus berlipat ganda setiap enam bulan, bukan  per  tahun.  T ermasuk  interval  waktu  penggandaan  sendiri  mengalami  pemendekan,  seperti  yang  terlihat  sekarang.  Jika  data  ini  merupakan  indikasi  sesungguhnya,  dunia  benar-benar  akan  menghadapi  ledakan  wabah  infeksi  AIDS   tidak  kurang  dari  dua  atau  tiga  tahun  lagi.

Sebagai tambahan, dikarenakan virus AIDS tidak  stabil  dan  selalu  bermutasi  dengan  cepat,  menyebabkan  pengembangan  vaksin  yang  efektif  jadi  mustahil.  Para pakar  biomedis  akan  selalu  menghadapi  data-data  baru,  tentang  virus  yang  selalu  berubah,  mereka  nyaris  tidak memiliki  apa-apa  sebagai  bekal  untuk  memproduksi  vaksin  AIDS.  Intinya,  AIDS  tidak  dapat  dihentikan.
Bahkan,  baru-baru  ini  diketahui  bahwa  virus  AIDS  jauh  lebih  rumit  dari  yang  dibayangkan,  dan  menyerang  dalam  lebih  banyak  cara  dari  yang  dibayangkan.  Ia  terus  mengalami   per ubahan   dalam   tub uhnya   yang meningkatkan  keganasannya  seiring  perkembangan penyakit.

Macrophages ,  sel   sistem   immun yang Virus  Baru,  Senjata  Baru memakan bakteri  dan  virus  jahat  pun  turut  terinfeksi  dan  mengangkut  virus  AIDS  kepada  sel-sel  tubuh  lainnya.

Tampaknya, macrophages telah  membawa virus AIDS ke  sel  T ,  memulai  kondisi  penghancuran  sistem  kekebalan  tubuh.  Macrophages  yang  terinfeksi  ditemukan  materil  rektum pasien AIDS, cairan cervic, dan air mani. Dengan  material-material  itulah,  seseorang  dapat  menularkan  AIDS  ke  sesamanya.
Sel   sistem  kekebal an  lainnya  seper ti  sel Langerhans,  turut  dicurigai  menjadi  pengangkut  virus  AIDS bilamana ia  terinfeksi.  Hasil akhirnya adalah, ketika  pasien  AIDS  semakin  sakit,  keganasan  virus  AIDS  meningkat dan menyerang sejumlah besar varian sel yang  dengan  mudah  diinfeksi  olehnya.




 Deadly Truth






Kebenaran  yang  mematikan,  karena  National  Cancer  Institute  (NCI-Frederick)  beserta    37  lembaga  mitra bergabung di  Fort Detrick,kira-kira   20 menit dari  Bethesda,  Maryland.  Fort  Detrick  adalah  markas  bagi  United  States  Army  Medical  Research  and  Materiel  Command   ( I S A M R M C ) . Dimana   missi   utamanya   menc akup   riset  da n  p engembangan   biomedis ,   dimana   virus  AI DS dikembangkan,  bukan  berasal  dari  monyet  seperti  yang  selama  ini  difahami.

Dalam artikel    di  OnlineJournal.com tahun  2005  yang  berjudul  “  The  AIDS  virus:  Made  in  the  USA?”, Jerry  Mazza    melaporkan  bahwa  "Dr .  Robert  Strecker  mengindikasikan   bahwa   virus     A I D S faktanya  dikembangkan  oleh    National  Cancer  Institute, yang   bekerja   sama   dengan World  Health  Organization  (WHO),  dalam  sebuah  laboratorium   diFt.  Detrick,  Maryland. Sejak  1970-74,  lab  ini  adalah  bagian  dari  unit  senjata  kuman  militer  AS,  dikenal  dengan  : the  Army Infectious  Disease Unit, atau Special Operations  division ,  atau    the  Army's  Chemical  and  Biological  Warfare  Laboratory .

Pasca  1974,  fasilitas  itu  berganti  nama  jadi  National Cancer  Institute  (NCI).  Menurut peneliti  William  Cooper  (mantan  pejabat  intelijen  AL  AS),  yang  dikutip  dalam  artikel  Larry  Jamison  :  “Is  The  AIDS  Virus  Man  Made  ?,”  Proyek  dalam  NCI  di  bawah  pengawasan  CIA dengan  sandi  proyek  MK-NAOMI.  Dr  Boyd  Grave  menerangkan  sandi  proyek  CIA,  “MK-NAOMI  adalah  sandi  bagi  pengembangan  AIDS.  Istilah  “MK”  adalah  sandi  bagi  dua  co-author  virus  AIDS,  yaitu  Robert  Manaker  dan  Paul Kotin.    “NAOMI”  sendiri  berarti  “Negroes Are  Only  Momentary  Individuals.”
Dr  Strecker pun  telah  melacak beberapa identitas  peneliti  dan  proyek  risetnya  di  Ft.  Detrick/NCI  hingga  menemukan  adanya  sekelompok  ilmuwan  Jepang  yang  tertangkap  pada  akhir  Perang Dunia II,  mereka diberikan  amnesti  sebagai  imbalan  atas  informasi  dan  data  riset  senjata  biologis  yang  mereka  berikan  pada  militer  AS.  Termasuk adanya fakta  dan data sejumlah  ilmuwan  RusiaSoviet  terlibat  dalam  proyek  ini.





Tim  ilmuwan  yang  menciptakan  virus  AIDS  ini  dipimpin  oleh  Dr.  Robert  Gallo,  yang  kemudian mengklaim telah  menemukan virus tersebut.  Dr.  Gallo dan  timnya   telah   menciptakan   virus   AI DS   dengan mengkombinasikan  virus  leukemia  sapi  dan  virus  visna yang  biasa  menyerang  kambing  di  Jerman,  kemudian  disuntikkan  ke  dalam  kultur  jaringan  lunak  manusia.

“Tim  AIDS  menemukan  bahwa  virus  leukemia  sapi  sangat  mematikan  pada  hewan  tersebut,  tetapi  tidak  pada  manusia.  Begitupun  virus  visna  mematikan  bagi  kambing,  tetapi  tidak  bagi  manusia. Bagaimanapun, ketika  digabungkan,  mereka  memproduksi  sebuah  retrovirus  yang  mampu  merubah  komposisi  genetik  sel  yang  dimasuki.  Bahkan,  uji  coba  lapangan  awal  terhadap  narapidana  menghasilkan  sakit  yang  parah  dan  berujung  kematian.  Fakta  itu  menginsipirasi Dr.  Gallo dan  tim  untuk  menciptakan  virus  yang  lebih  hebat  dan  mengerikan,  termasuk  mereka  tega  menginjeksi  saudara  laki-laki  dan  perempuannya  sebagai  kelinci  percobaan  vaksin  yang  tercemar ,  untuk  melihat  siapa  yang  meninggal  duluan.

Sejumlah  uji  coba  dilakukan  untuk  mempelajari  HLA (human leukocyte  antigen) dan melihat bagaimana obyek  tes  bereaksi.  Menakutkan,  seluruh  keluarga  sakit  seketika  ! Dr.  Strecker  menyatakan,  “Cara  kerja  retrovirus  AIDS  dengan  menghancurkan  sistem  immun,  yang fundamental  diserang  adalah  sel  darah  putih  (T -cells).  AZT ,  obat  yang  mirip  junk  food    dan  membuat  virus  AIDS  semakin  lapar ,  beberapa  kali  membunuh  pasien.”




Informasi  lain  yang  cukup  valid  dinyatakan  oleh  Dr.  Alan  Cantwell  dalam  artikelnya  “The  Man-Made  Origin of AIDS,” yang dimuat dalam Rense.com 11 April  2004 :  “Visna  virus dipindahkan ke dalam babi, lembu  dan  sel  manusia  menyebabkan  infeksi  produktif  sebelum  munculnya  HIV  dimana-mana.”

Alant  Cantwell,  dokter  yang  telah  menulis  dua  buku  menghebohkan tentang  AIDS, yaitu  :  “AIDS  and  The  Doctors of  Death, an  Inquiry  Into  The  Origins of  The  AIDS  Epidemic” dan “Queer Blood, The Secret  AIDS Genocide  Plot,”  menyatakan  “Saya  yakin,  berdasarkan  16  tahun  investigasi  bahwa  HIV  adalah  senjata  strategis  yang  didesain  untuk  membunuh  milyaran  manusia  dalam  kekejaman  yang  perlahan  dan  tak  terungkap.  Modus  penyebarannya  dilakuan  dengan  dua  proyek  vaksinasi  berbeda ). Program vaksinasi cacar di Afrika oleh WHO akhir 1960, b). Program vaksinasi hepatitis-B di Amerika Serikat  pada  pertengahan  dan  akhir  1970.

“Lebih    dari itu,”  lanjut  Cantwell, “jelaslah  bahwa  kontaminasi  vaksin  bukanlah  kecelakaan.  Itu  dilakukan  dengan tujuan ‘menyusutkan gembala,’  cara berpikir yang  mirip  NAZI  yang  secara  rahasia  berperan  dibalik  kebijakan  pengaturan  populasi  sejak  1870.  Kebijakan  politik  yang  sama  meliputi WHO dan  rata-rata  riset  medis Barat abad  20. Dan sikap politik rasis ini masih tetap mencengkram :  etnis non kulit putih, termasuk kaum gay kulit putih sudah  merugikan  proses  evolusi  ras  manusia.


Bisnis Virus Dan Persediaan Darah

Jauh sejak awal mula AIDS, ilmuwan pemerintah  mengklaim virus    HIV  benihnya  dari  virus  primata,  baik  simpanse  maupun  monyet  di  hutan  Afrika.  Dari  primata  itulah  dipercaya  virus  HIV  mengkontaminasi  populasi  kulit  hitam  Afrika.

Bertahun-tahun  kemudian,  dipelajari  adanya hubungan  antara  eksperimen  vaksin  hepatitis  B  di  pusat  penyimpanan  darah  New Y ork  (New Y ork  Blood Center) dengan  labroratorium  eksperimen  primata  di  Afrika.  Tahun  1974,  Albert  Prince,  kepala  virus  lab  NY  Blood  Center mendirikan  lab  riset  virus  simpanse  (VILAB)  di  Afrika  sekaligus duduk sebagai direkturnya. Simpanse-simpanse  ditangkap dari berbagai daerah di  Afrika Barat dan dibawa  ke  VILAB.   Setelah  mengalami eksperimentasi,  simpansesimpanse  tersebut  dilepaskan  kembali  ke  habitatnya.

Monyet - mony t   yang  telah  tercemari   ini ,   besar memungkinan  salah  satunya  menggigit  manusia  dan menularkan virus  HIV .  Disinilah lahirnya  “Monkey  bites ntheory .”

Salah satu cabagnya, VILAB II di Liberian Institute for Biomedical  Research  di  Rebertsfield,  Liberia,  telah  mengembangkan  vaksin  hepatitis  B  dalam  simpanse.  Beberapa  tahun  kemudian,  vaksin  itu  disuntikkan  ke  relawan-relawan   gay  di  Blood  Center.

Sangat  berhubungan  dengan  pengembangan vaksin  hepatitis  B,  yaitu  koloni  primata  diluar  kota  New  Y ork yang disebut LEMSIP (Laboratory for Experimental  Medicine  and  Surgery).  Hingga  dibubarkan  pada  tahun  1997,  LEMSIP    mensuplai ilmuwan-ilmuwan  di  wilayah  New York dengan primata dan organ tubuhnya untuk riset  transplantasi  dan  virus.

Didirikan tahun 1965, LEMSIP berafiliasi dengan  New  Y ork  University  Medical  Center,  dimana  kasus pertama  AIDS  ditemukan  tahun  1979.  menurut  Leonar  Horowitz  penulis  buku  “Emerging  Viruses  :  AIDS  and  Ebola,” peneliti di NYU Medical Center juga terlibat jauh  proyek pengembangan vaksin hepatitis B yang digunakan  komunitas gay ,    lembaga  itu  pun menerima bantuan dana  dan  kontrak  dengan  riset  senjata  biologis  sejak  tahun  1969.


Genocide Plot

Mengejutkan, ada selebriti kulit hitam seperti Bill  Cosby,  Grace  Jones  dan  Will  Smith  yang  menyatakan  bahwa  AIDS  adalah  penyakit  buatan  manusia.  Meski  kemudian  media  segera  berganti  topik  wawancaranya.

Seorang  pembuat  film  Rolling  Stone,  Spike  Lee  (kulit  hitam)  memprediksi  bahwa  akan  ada  banyak  manusia yang  menginginkan penjelasan  soal AIDS suatu  hari nanti. Bagaimana bisa suatu penyakit misterius dan tak  tersembuhkan  muncul dan  membidik sasaran  spesifik  :  gay  dan  minoritas  ? Lee berpikir penyakit misterius itu adalah agenda  genocide  tersembunyi.  Dia  meyakinkan  bahwa  AIDS  adalah  penyakit  ciptaan  pemerintah.

Apakah  Lee  seorang  paranoid  ?  Dia  berteriak  :  “Anda  mungkin berpikir  saya  gila  tentang  hal  ini.  T etapi  saya  yakin  tidak  !”

Berdasarkan  statistik  terakhir  yang  diposting  di  internet,  sekitar  20  juta  jiwa  di  seluruh  dunia  telah  meninggal karena AIDS;    40  juta  lainnya  terinfeksi  HIV ,  rata-rata  dari  wilayah  sub  Sahara  Afrika;  dan    600.000  warga  Amerika  telah  wafat.

Mayoritas  angka  korban  HIV -AIDS  diderita kalangan  kulit hitam,  memunc ulkan pandangan pembersihan  etnis  negro  di  dunia.  Sebuah  editorial  New  Y ork  Times  berjudul “The  ‘AIDS  Plot’   Against Blacks” 12  Mei  1992,    menekankan  bahwa  “ganjil  bagi  mayoritas  orang, banyak warga kulit hitam Amerika percaya bahwa  AIDS  dan  seluruh  perangkat  kesehatan  digunakan melawan  mereka  sebagai  bagian  dari  persekongkolan  untuk  membersihkan  ras  kulit  hitam.”

Dalam komuniats gay , sebuah laporan tahun 1986  menunjukkan 20%  pria  yang  menjalani eksperimen  vaksin  hepatitis  B   terinfeksi  HIV  pada  akhir  tahun  1981  dan  1984.  Lebih  dari  40%  dari  pria  positif  HIV  itu  kemudian  tewas. Studi  berikutnya  menunjukkan sekitar  8.906  pria  homoseks  yang  mendonorkan darahnya  dalam  eksperimen  hepatitis  di  Manhattan,  menunjukkan  statistik  bahwa  tingkat  kematian  pria  homoseks  usia  25-44  mulai meningkat  pada  era  1980-an    dengan    AIDS  sebagai  penyebabnya. Menakjubkan, tingkat kematian pada tahun  1988,  24  kali  lebih  tinggi  dari  angka  kematian  saat permulaan  epidemi  AIDS.

Takdir  120  pria  gay  yang  mengikuti  tes  vaksin  hepatitis  B  di  Manhattan  berada  ditangan  para  dokter .  Jelaslah,  58  pemuda  gay  telah  tewas,  93%  karena  AIDS.
Kontaminasi HIV  melalui ujicoba vaksin hepatitis  B  di  Manhattan  era  1970-an,  adalah  sebuah  upaya  sadar  untuk  melikuidasi  komunitas  gay  lalu  menyalahkan  perilaku  homoseks  sebagai  sebab  penyebaran  penyakit  AIDS  pada  populasi  penduduk.

Gugatan  lainnya  berkenaan  dengan AIDS  terjadi  pada 14 Maret 2008, dimana warga  Amerika dibuat geram  oleh  video  klip  membakar  dari  berbagai  ceramah Reverrend  Jeremiah  Wright.

Pemirsa  TV  melihat  sang  pendeta  berkata “Pemerintah  AS  menciptakan  AIDS  demi  program pembersihan  etnis  kaum  kulit  hitam.”  Wright  pun  berteriak  “God  damn  Amerikca!” Sebagai  penasehat  spiritual  Barack  Obama, retorika  Wright  berpotensi  membahayakan  kampanye  pencalonan  Obama  dalam  pilpres  2008  lalu.  Wright,  melayani sebagai  pastor  di  Trinity  United Church  Chicago,  dimana  Obama  sebagai  salah  satu  jemaahnya.  Kali  itu,  dengan  cepat  Obama  menjaga  jarak  dari  Wright,  meski  menolak  mengadukannya.

Media-media    Amerika,  seperti  biasa,  menuduh  Wright  sebagai  seorang  pengkhayal  yang  berlebihan.  Ini  mengabaikan  fakta  adanya hasil   polling yang menunjukkan  ras  Afro-Amerika  percaya  AIDS  adalah  buatan  manusia dan  upaya  membersihkan etnis  non  kulit  putih  dan  kalangan  tak  normal  (gay/lesbi).

Meski, acara-acara ceramahnya diblokade media media Amerika,  banyak  ilmuwan  dan  peneliti  kulit  putih  yang mendukung   serta setuju dengan pandangan Wright.  Termasuk  diantaranya  Alan  Cantwell,  Jerry  Mazza (onlinejurnal.com),  Dr.  Strecker  dan  banyak  lagi,  yang  telah  banyak  meneliti  dan  menulis  tentang  AIDS  selama  lebih  dari  dua  dekade.

Dalam  sebuah  berita  di  Reuters  18  Desember  2004,  partai  berkuasa  di  Afrika  Selatan  menuduh  para  pejabat tinggi  di AS memperlakukan orang Afrika seperti  “tikus-tikus”  di  tengah  berbagai  pertanyaan  tentang  eksperimen  vaksin  AIDS  yang  dilakukan  AS  di  Afrika.

Kongres  Nasional  Masyarakat  Afrika  (ANC)  menyebutkan  dalam  web  resminya  bahwa  pejabat kesehatan  AS  telah  “berkonspirasi”  dengan  perusahaan  obat  Jerman  Boehr inger  Ingelhei m  untuk menyembunyikan  efek  merugikan  dari  nevirapine  ketika  diujicobakan  pada  populasi  Afrika  sebagai  vaksin  AIDS  untuk  mencegah  penularan  dari  ibu  pada  anak.

Efek  keras  nevirapine  yang  diujicoba  pada perempuan  hamil  Uganda  mengakibatkan  cacat  dan  konsumsi   dosis  tunggal   nevi rapine  menyebabkan kekebalan  terhadap  obat  yang  sama  dimasa  akan  datang.

HIV -AIDS telah  membunuh hingga 2.2 juta  orang  di Afrika tahun 2003 atau 2/3 dari 38 juta orang penderita  AIDS  di  dunia  hidup  di  sub  Sahara  Afrika,  demikian  menurut PBB.  Afrika   Selatan adalah negara dengan kasus  HIV -AIDS  tertinggi  di  dunia.

Jelaslah ,  AI DS  tidak  lain  adalah  upaya mengurangi populasi dunia. Pada   awalnya sasaran AIDS  sangat  spesifik,  yaitu  kaum  gay  dan  negro.  T etapi  kini,  seiring  merebaknya  free  sex,  narkoba  dan  perilaku  menyimpang  lainnya,  AIDS  menyebar  tanpa  batas  etnis,  geografi,  agama  dan  bahasa.  Siapapun  bisa  terkena,  termasuk  bayi  yang  tak  berdosa.

Secara  tidak  sadar,  para  pemuja  kebebasan  perilaku  -    termasuk  seks  dan    pecandu  telah  menjadi  pemulus jalan  terwujudnya  New World Order/One World  Goverment  yang  dikendalikan  sekte  Freemason  dan  Illuminati.

Sejauh  ini  tidak  ada  obat  yang  efekti f menyembuhkan  AIDS,  tetapi  kita  masih  punya  benteng  kokoh, yaitu : Agama. Berhentilah jadi  pecandu narkoba,  tidak  melakukan  seks  bebas,    praktek  homoseksual  dan  lesbian.  Itu  satu-satunya  menghentikan AIDS  dan  secret  agenda  dibelakangnya.


Sumber: Majalah Online Suara Bawah Tanah


Kamis, 25 September 2014

Bahaya Doktrin Humanisme Part 3






International Association Rotary Club atau yang biasa disebut hanya Rotary Club saja,  memiliki cabang di lebih dari 170 negara, termasuk Indonesia. Anggotanya disebut Rotarian.  Salah satu sayap gerakan zionis (Freemason) ini merupakan organisasi yang dikelola oleh  para pemimpin bisnis dan profesional yang mewakili semua profesi, baik dokter, notaris,  guru, politikus, dan lain sebagainya. Di Indonesia, sebagian besar anggota perkumpulan ini  merupakan orang-orang keturunan Tionghoa, namun ada juga yang beragama Islam.

Rotary Club begerak di bidang kemanusiaan. Hingga 2005, cabang-cabangnya yang berada  di 170 negara telah berjumlah 32.000 dengan anggota sebanyak 1,2 juta orang.Rotary Club pertama kali hadir di Indonesia pada 1927 di Yogjakarta. Karena merupakan  cabang, semua kegiatan dan peraturan yang berlaku pada Rotary Club Indonesia mengacu  sepenuhnya pada ketentuan yang berlaku di Rotary International yang berkantor pusat di  Amerika. Tak boleh menyimpang sedikit pun.

Aktifitas organisasi berlambang roda bergerigi ini sepenuhnya untuk kepentingan Freemason.  Untuk mempermudah hubungan dengan berbagai sekte, agama, dan golongan, Rotary  berpura-pura membatasi aktivitasnya hanya untuk masalah-masalah sosial dan kultural,  dengan dalih demi kemanusiaan. Cara pencapaian sasarannya melalui pertemuan-pertemuan  berkala, seminar, ceramah yang mengarah pada upaya mendekatkan antaragama dan  menghapus segala perbedaan keagamaan. Ini mirip dengan ceramahnya para pendudung  teologi inklusive, seperti yang digemar-gemborkan kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL).

Tujuan utamanya adalah untuk membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain  dengan mengatasnamakan kasih dan persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu  mengumpulkan berbagai maklumat yang dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan  yang bersifat ekonomis dan politis, juga membantu mereka dalam menyebarkan tradisi  tertentu (Kaballah, humanisme, dan lain-lain) yang akan memastikan timbulnya  kemerosotan (degenerate) sosial. Ini dapat kita lihat melalui persyaratan keanggotaan yang hanya diberikan kepada orang-orang penting dan menonjol di masyarakat.

International Association Lions Club atau yang biasa disebut Lions Club saja, juga  organisasi Freemason yang bergerak di bidang kemanusiaan. Saat ini di Indonesia saja,  organisasi itu memiliki sekitar 20 cabang yang tersebar di 8 provinsi. Ini lah cabang-cabang itu :

1.  Bali Surya Host
2.  Bandung Ceria
3.  Bandung Lestari
4.  Surabaya Mahardhika
5.  Surabaya Srikandi
6.  Surabaya Kharisma
7.  Surabaya Victoria
8.  Surabaya Pelita
9.  Surabaya Nirwana
10.  Surabaya Central
11.  Bojonegoro Host
12.  Kupang Cendana Host
13. Yogyakarta Mataram Pradipta
14. Yogyakarta Puspita Mataram
15.  Jakarta Host
16. Bandung Merdeka
17. Solo Bengawan
18. Surabaya Patria
19. Jakarta Bunga Tanjung
20. Surabaya Padma

Seperti halnya Rotary Club, organisasi ini pun bergerak di bidang kemanusiaan, dan semua  sepak terjang serta kebijakannya mengacu kepada Lions Club pusat. Yang berbahaya, di  balik aktifitasnya di bidang kemanusiaan, organisasi ini juga secara diam-diam mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan keagamaan  di negara dimana klub ini berada. Data-data kemudian dikirim ke kantor pusat dan diolah di  sana. Selanjutnya, kantor pusat merancang kegiatan yang harus dilakukan organisasi  selanjutnya, sesuai tujuan yang hendak dicapai.

Dalam aktifitasnya, Lions Club mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah  air untuk semua”, yang mendorong orang berpaling dari Sang Pencipta, dan fokus kepada  diri mereka sendiri (ajaran humanisme). Mereka juga menyerukan ide “ikatan kemanusiaan”  dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia.

Ini lah garis besar aktivitas Lions Club.

1.  Menyerukan  slogan  “Kebebasan,  Persamaan,  dan  Persaudaraan”  (liberte,  egalite,  & fraternite);
2.  Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa;
3.  Membangun  semangat  kerukunan  di  antara  pribadi-pribadi  dengan  cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).
4.  Memperhatikan aspek keadilan sosial;
5.  Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan;
6.  Menolong orang-orang cacat;
7.  Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari;
8.  Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar;
9.  Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan;
10. Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial;
11. Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB); dan sebagainya.

Untuk  mencapai  sebuah  tujuan,  orang,  lembaga  atau  organisasi  memang  harus  melakukan  berbagai  cara.  Maka,  seperti  juga  cara  pengusaha  beriklan,  siapapun  yang  menyaksikan  tayangan atau membaca iklan itu jangan lah terlalu mudah termakan oleh apa yang digembargemborkan, karena dapat 
merugikan, bahkan menyesatkan.

Dalam  hal  penyebaran  ‘pencekokan’  doktrin  humanisme  yang  dikemas  dengan  misi-misi  kemanusiaan, bila dilihat dari  satu sisi tentu saja ada baiknya karena setidaknya orang yang  sedang  menderita  suatu  penyakit  atau  tertimpa  suatu  musibah,  akan  tertolong.  Namun  dari sisi  lain,  tentu  saja  membahayakan  akidah  dan  keimanan  seseorang.  Apalagi  karena  humanisme  mengarahkan  orang  untuk  melupakan  Tuhan,  menuhankan  manusia,  sehingga  para Mason percaya bahwa moralitas dapat terwujud tanpa agama Pada  situs  internet  milik  Mason,  kemungkinan  “moralitas  tanpa  agama”  dijelaskan  sebagai  berikut:

“Apakah manusia itu? Dari mana ia datang  dan ke mana ia menuju?... Bagaimana seseorang  hidup?  Bagaimana  ia  seharusnya  hidup?  Agama-agama  mencoba  menjawab  aneka  pertanyaan  ini  dengan  bantuan  prinsip-prinsip  moral  yang  mereka  pegang.  Namun  mereka  menghubungkan  prinsip-prinsipnya  dengan  konsep  metafisis  seperti  Tuhan,  surga,  neraka,  ibadah. Dan manusia harus menemukan prinsip-prinsip hidupnya tanpa melibatkan masalahmasalah  metafisis,  yang  harus  mereka  percayai  tanpa  pemahaman.  Freemasonry  telah menyatakan  prinsip-prinsip  ini  selama  berabad-abad  sebagai  kemerdekaan,  kesetaraan,  persaudaraan,  kecintaan  terhadap  kerja  dan  perdamaian,  demokrasi,  dan  seterusnya.  Semua ini membebaskan manusia sepenuhnya dari berbagai kredo agama namun tetap memberikan  sebuah prinsip hidup. Mereka mencari landasan-landasan mereka tidak pada konsep-konsep metafisis tetapi di dalam diri seorang manusia dewasa yang hidup di bumi ini.”

Teori ini jelas menyesatkan. Apalagi karena perjalanan sejarah umat manusia membuktikan  bahwa di dalam masyarakat di mana agama telah dihancurkan, tidak ada moralitas dan hanya  ada perselisihan dan kekacauan.

Pada  1789,  para  Mason  menggerakkan  Revolusi Perancis  dengan  cara  menggaungkan  slogan-slogan  berbau  cita-cita  yang  amat  mulia,  yakni “kemerdekaan, kesetaraan, dan persaudaraan”. Namun  sejarah  membuktikan,  revolusi  ini  membuat  ratusan  ribu orang yang tak bersalah dipancung dengan pisau  guillotine,  sehingga  negera  itu  berkubang  darah.  Bahkan  orang-orang  yang  didorong  untuk  menjadi  para  pemimpin  revolusi  itu,  ikut  dipancung  satu  per satu.

Pada  abad XIX, para Mason mendorong lahirnya sosialisme  yang bersumber dari  gagasan  tentang  kemungkinan  moralitas  tanpa  agama.  Akibatnya  amat  dahsyat  karena  sosialisme menuntut  sebuah  masyarakat  yang  sama  rata,  adil,  tanpa  eksploitasi  dan  pada  akhirnya  mengajukan penghapusan agama. Pada abad XX, doktrin ini menyeret manusia pada jurang  kesengsaraan  yang  mengerikan  karena  doktrin  ini  memunculkan  rezim  komunis  yang  menguasai Uni Soviet, China, dan beberapa negara di Afrika dan Amerika Tengah. Rezimrezim  ini  membunuh  sedikitnya  120  juta  jiwa  manusia  tak  berdosa,  dan  tak  pernah  ada  keadilan dan kesetaraan di negara-negara itu karena kekayaan dan aset negara yang melimpah hanya  dikuasai  dan  dnikmati  oleh  para  penguasanya.  Dalam  bukunya berjudul  “The  New  Class”,  pemikir  Yugoslavia  Milovan  Djilas  menjelaskan  bahwa  para  pemimpin  komunis,  yang  dikenal  sebagai  “nomenklatur”  membentuk  sebuah  “golongan  dengan  hak-hak  istimewa” yang bertentangan dengan klaim-klaim sosialisme.

Saat  ini,  meski  Masonry  selalu  mendengung-dengungkan  tentang  kemanusiaan,  kita  tidak  menemukan catatan yang terlalu bersih. Di banyak negara, Masonry telah menjadi fokus bagi  hubungan demi perolehan kebendaan secara buruk. Dalam skandal Loge Masonik P2 di Italia  pada  1980,  terungkap  bahwa  para  Mason  menjalin  hubungan  erat  dengan  mafia,  dan  para  direktur  loge  (markas  para  Mason)  terlibat  dalam  aktivitas  seperti  penyelundupan  senjata, perdagangan obat terlarang, atau pencucian uang. Juga terungkap bahwa mereka merancang  penyerangan terhadap saingan-saingan mereka dan orang-orang yang mengkhianati mereka.

Dalam “Skandal Loge Timur Raya” di Prancis pada 1992 dan pada operasi “Tangan Bersih”  di  Inggris  yang  diberitakan  media  Inggris  pada  1995,  diketahui  kalau  aktivitas-aktivitas  di  loge  Masonik  kebanyakan  bertujuan  untuk  melegalkan  keuntungan  yang  didapat  secara ilegal.  Doktrin  kaum  Mason  tentang  “moralitas  humanis”  hanyalah  siasat  untuk  mencapai  suatu tujuan yang digagas sejak bangsa Yahudi terusir dari tanah Palestina; yakni menguasai  dunia dan menciptakan tatanan dunia baru sesuai apa yang dikehendakinya..

Dengan data dan fakta yang begitu banyak terbeberkan, sulit  dipungkiri  bahwa  doktrin  humanisme  yang  dikembangkan  kaum  Humanist  Italia  dan  kemudian  dimanfaatkan  Freemasonry sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan,  sangat  bertolak  belakang  dengan  pola  fikir  manusia  yang mengimani  Tuhan  Pencipta  Alam  Semesta  dan  beramal  saleh untuk menggapai ridha-Nya.

Bagi  para  Mason  dan  Humanist,  segala  sesuatu  harus dilakukan  semata-mata  demi  kemanusiaan.  Nukilan  dari  sebuah  buku  terbitan  komunitas  Turki  di  bawah  ini  akan  kian  memperjelas  bagaimana  pola  fikir  orang-orang  ini.  Begini nukilannya:

“Moralitas  Masonik  didasarkan  atas  cinta  terhadap  kemanusiaan.  Ia  sepenuhnya  menolak kebajikan  karena  harapan  di  masa  depan,  suatu  ganjaran,  suatu  pahala,  dan  surga,  karena ketakutan terhadap orang lain, suatu lembaga agama atau politik, kekuatan supranatural  yang tidak diketahui… Ia hanya mendukung dan memuliakan kebaikan yang berhubungan dengan  cinta  terhadap  keluarga,  negara,  umat  manusia,  dan  kemanusiaan.  Inilah  salah  satu  sasaran  terpenting  dari  evolusi  Masonik.  Mencintai  manusia  dan  berbuat  baik  tanpa  menghar apkan  balasan dan mencapai tingkat ini adalah evolusi besar.”

Klaim-klaim  pada  kutipan  di  atas  sangat  menyesatkan.  Tanpa  disiplin  moral  agama  tidak  akan  ada  rasa  pengorbanan  kepada  masyarakat.  Dan,  di  mana  hal  ini  tampaknya  terwujud,  hubungan lebih bersifat hanya di permukaan belaka. Mereka yang tidak memiliki moralitas  agama,  tidak  takut  ataupun  menghormati  Tuhan,  dan  di  mana  tidak  hadir  rasa  takut  akan  Tuhan, manusia hanya memedulikan tujuan-tujuan mereka sendiri. Tak peduli bagaimanapun  caranya karena tak ada rambu-rambu yang membatasi. Semua halal untuk dilakukan.

Tatkala manusia merasa kepentingan pribadinya terancam, mereka tidak dapat menunjukkan  cinta  sejati,  kesetiaan,  ataupun  kasih  sayang.  Mereka  menunjukkan  cinta  dan  rasa  hormat  hanya terhadap siapa yang membawa keuntungan bagi diri mereka. Hal ini karena, menurut  pemahaman mereka yang keliru, mereka hanya ada di dunia satu kali, dan karenanya, akan  mengambil sebanyak-banyaknya. Lagi pula, menurut keyakinan keliru ini, tidak ada balasan bagi kecurangan maupun kejahatan yang mereka lakukan di dunia, karena tak ada surga atau  neraka setelah kehidupan berakhir.

Literatur Masonik penuh dengan upacara moral yang berupaya menutupi fakta ini. Namun  sebenarnya, moralitas yang tanpa agama ini tidak lebih  dari retorika pura-pura. Fakta sejarah  telah  banyak  mencontohkan  bahwa  tanpa  disiplin  diri  yang  diberikan  agama  atas  jiwa  manusia, dan tanpa hukum Tuhan, moralitas sejati tidak dapat dibangun dengan cara apa pun juga.

Dalam Al Quran surah Al Hasyr ayat 9,  Allah menjelaskan tentang pengorbanan diri orang  yang  beriman,  Dia  memerintahkan“...Dan  siapa  yang  dipelihara  dari  kekikiran  dirinya,  mereka itulah orang-orang yang beruntung. Inilah landasan sejati bagi moralitas.

Sedang  dalam  surat  Al  Furqan  ayat  63-73,  Allah  menjelaskan  ciri-ciri  moralitas  orang  mukmin sejati. Dia berfirman;

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang  yang berjalan di  atas  bumi  dengan  rendah  hati  dan  apabila  orang-orang  jahil  menyapa  mereka,  mereka  mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan  berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab  Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.

Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

Dan  orang-orang  yang  apabila  membelanjakan  (harta),  mereka  tidak  berlebih-lebihan,  dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian.

Dan  orang-orang  yang  tidak  menyembah  Tuhan  yang  lain  beserta  Allah  dan  tidak  membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar,  dan  tidak  berzina,  barangsiapa  yang  melakukan  demikian  itu,  niscaya  dia  mendapat  (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan  dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang  yang bertaubat,  beriman  dan  mengerjakan  amal  saleh;  maka  kejahatan  mereka  diganti  Allah  dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan orang  yang bertaubat dan mengerjakan  amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat  kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Dan  orang-orang  yang  tidak  memberikan  persaksian  palsu,  dan  apabila  mereka  bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka  lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

 Dan  orang-orang  yang  apabila  diberi  peringatan  dengan  ayat-ayat  Tuhan  mereka,  mereka  tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta".

Jadi,  sebaik-baiknya  manusia  adalah  mereka  yang  mau,  rela  dan  ikhlas  beribadah  kepada  Allah dengan merendah, dan tidak berpaling dari-Nya, atau seolah buta dan tuli, sehingga tak  dapat melihat dan mendengar karunia dan tanda-tanda keberadaan dan kebesaran-Nya.


Karenanya, sebelum Anda menelan mentah-mentah atau mengikuti sebuah doktrin, pahami  dan kenali lah dahulu doktrin itu. Di dunia ini terlalu banyak kamuflase yang membungkus  kepalsuan  dan  kebusukan,  sehingga  meski  kemasannya  sangat  bagus,  indah  dan  mewah,  isinya  belum  tentu  seperti  itu.  Jika  sekali  saja  Anda  terjerumus,  Anda  mungkin  akan  sulit  untuk  keluar  lagi.  Bahkan  bisa  saja  Anda  telah  menjadi  ateis  sebelum  Anda  sendiri  menyadarinya. (Tamat)

Bahaya Humanisme Part 2

sekarang kita masuk ke part 2 tentang bahaya Humanisme......





Pesan  menarik  namun  kosong  yang  diciptakan  oleh  para  ideolog  humanis telah  disampaikan  kepada  massa  secara  bertubi-tubi.  Lagu  "Imagine"  karya  John  Lennon,  penyanyi  solo  dari  grup  musik  paling  terkenal  sepanjang  masa,  the  Beatles,  adalah   contohnya.  Dengan  lirik  "Bayangkan  tiada  agama,"  merupakan  salah  satu  propagandis  terdepan dari filsafat humanis di abad ke dua puluh. Berikut terjemahan lirik lagu "Imagine";
\
Bayangkan tiada surga
Mudah jika kau coba
Tiada neraka di bawah kita
Di atas kita hanya angkasa
Bayangkan semua manusia
Hidup untuk hari ini saja...
Bayangkan tiada negara
Tak sukar untuk dilakukan
Tak perlu membunuh atau terbunuh
Dan juga tiada agama…
Mungkin kau sebut aku pemimpi
Tetapi aku bukan satu-satunya
Kuharap suatu hari kau bergabung dengan kami

Dan dunia akan menjadi satu


Lagu ini terpilih sebagai "lagu abad ini" dalam beberapa jajak pendapat yang diselenggarakan di  tahun  1999.  Ini  merupakan  indikasi  paling  tepat  tentang  perasaan  sentimental  yang  digunakan  untuk  menyampaikan  humanisme  kepada  massa,  karena  kurangnya  landasan  ilmiah  atau  rasional  humanisme.  Humanisme  tidak  dapat  menghasilkan  keberatan  rasional  terhadap agama ataupun kebenaran yang diajarkannya, tetapi berusaha menggunakan metode  sugestif semacam ini.
Demi  satu  tujuan,  jika  plan  A  gagal,  maka  plan  B  harus  dilaksanakan. Maka begitu lah; ketika janji-janji yang diumbar  Manifesto  Humanis  I  pada  1933  terbukti  gagal,  empat  puluh  tahun kemudian (1973) para humanis mengajukan konsep kedua  (Manifesto Humanis II).

Pada  awal  teks  ini  ada  upaya  untuk  menjelaskan  mengapa  janji-janji  pertama  tidak  membuahkan  hasil.  Walaupun  ada  fakta  bahwa  penjelasan  ini  sangat  lemah,  ini  menunjukkan  keterikatan abadi 
humanisme terhadap filsafat ateis mereka.


Karakteristik paling jelas dari manifesto tersebut adalah mempertahankan garis antiagama pada  Manifesto  Humanis  I.  Seperti  halnya  manifesto  1933,  kaum  humanis  tetap  percaya  bahwa  teisme  tradisional  adalah  keimanan  yang  tak  terbukti  dan  sudah  ketinggalan  zaman, khususnya  keimanan  akan  Tuhan  yang  mendengarkan  doa,  yang  dianggap  hidup  dan memerhatikan  manusia,  mendengar  dan  memahami,  serta  sanggup  mengabulkan  doa-doa  mereka.

“….  Kami  percaya  bahwa  agama-agama  otoriter  atau  dogmatik  yang  tradisional,yang  menempatkan wahyu, Tuhan, ritus, atau kredo di atas kebutuhan dan    pengalaman manusia  merugikan spesies manusia…. Sebagai orang yang tidak bertuhan, kami mengawali dengan  manusia bukannya Tuhan, alam bukannya ketuhanan ….” ini lah salah satu pernyataan dalam  Manisfesto Humanis II.

Pernyataan ini jelas mengandung pemikiran yang dangkal. Alih-alih menjadi sebuah doktrin  yang  dapat  dipercaya,  humanisme  ternyata  tidak  lebih  dari  upaya  sekumpulan  orang  yang  sejak  awal  adalah  ateis  dan  antiagama,  serta  menganggap  konsep  pemikiran  mereka  benar  dan  masuk  akal.  Bertolak  belakang  dengan  janji-janji  filsafat  humanis,  ateisme  hanya  membawa perang, konflik, kekejaman, dan penderitaan bagi dunia.

Namun, upaya kaum humanis untuk menggambarkan keimanan kepada Tuhan dan agama agama  monoteistik  sebagai  kredo  yang  tidak  berdasar  dan  ketinggalan  zaman,  sebenarnya bukan hal baru. Sebab, doktrin ini hanya memperbarui sebuah klaim berusia ribuan tahun dari  mereka  yang mengingkari Tuhan. Di dalam Al Quran, Allah menjelaskan argumen seumur  dunia yang dikemukakan oleh orang-orang kafir.

“Tuhan  kamu  adalah  Tuhan  Yang  Maha  Esa.  Maka  orang-orang  yang  tidak  beriman    kepada  akhirat,  hati  mereka  mengingkari  (keesaan  Allah),  sedangkan  mereka  sendiri  adalah  orang-orang  yang  sombong.  Tidak  diragukan  lagi  bahwa  sesungguhnya  Allah  mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan.     Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Dan apabila     dikatakan kepada mereka:  "Apakah  yang  telah  diturunkan  Tuhanmu?"  Mereka      menjawab:  "Dongeng-dongengan  orang-orang dahulu. (QS. An-Nahl, 16: 22-24).

Ayat  ini  mengungkapkan  bahwa  penyebab  sebenarnya  dari  penolakan  orang-orang  kafir  terhadap agama adalah kesombongan yang tersembunyi di dalam hati mereka. Filsafat yang  disebut  humanisme  hanyalah  tampakan  lahiriah  belaka  dari  tindakan  manusia  dalam  mengingkari keberadaan Tuhan. Dengan kata lain, humanisme bukanlah cara berpikir  yang  baru, sebagaimana mereka yang mendukung klaimnya. Ia sudah ada sejak zaman nabi-nabi  dahulu. Bahkan sebelumnya.

Jika  kita  mencermati  perkembangan  humanisme  di  dalam  sejarah  Eropa,  kita  akan  menemukan banyak bukti nyata tentang hal ini. Sebelumnya disebutkan bahwa penyebar doktrin humanisme  adalah sebuah kelompok yang menolak  keberadaan  Tuhan  alias  ateisme,  yang  sengaja  menyebarkan  doktrin  ini  untuk  mewujudkan  sebuah  Tatanan  Dunia  Baru  yang  dapat  dikendalikan  dan  dikuasai,  yakni  bangsa  Yahudi  dengan  organisasi  Freemansonry-nya.  Penelitian  yang  dilakukan  membuktikan, bahwa  ajaran humanisme bersumber dari Kabbalah, sebuah  doktrin yang  berasal dari Mesir Kuno dan dianut oleh sebagian bangsa Yahudi, termasuk para Mason.


Doktrin humanisme ditengarai mulai merambah Eropa sekitar  abad 15 - 16 melalui para Ksatria Templar yang menjadi cikal  bakal berdirinya Freemasonry Adanya hubungan antara humanisme dengan Kabbalah ditegaskan berbagai sumber. Salah satunya adalah buku berjudul  The Keys of This Blood karangan Malachi Martin, seorang  profesor sejarah pada Lembaga Injil Kepausan Vatikan. Ia  mengungkapkan bahwa pengaruh Kabbalah dapat dengan jelas  teramati di antara para kaum humanis.

Pada abad 15, saat Italia sedang dalam pengaruh kuat ajaran  Kristen Katolik, muncul sebuah jaringan persekutuan yang bercita-cita melepaskan diri dari  kondisi yang dianggap mapan tersebut. Kemunculan jaringan ini beserta aksi-aksinya kita  kenal dengan zaman Renaisans (Renaissance), sebuah era dimana kebudayaan RomawiYunani yang menempatkan manusia sebagai subjek utama, dibangkitkan kembali. Kelompok  ini memberontak terhadap penafsiran tradisional tentang Injil sebagaimana dipertahankan  oleh otoritas gerejawi dan sipil, serta menentang pilar-pilar filosofis dan teologis yang  dikeluarkan oleh gereja bagi kehidupan sipil dan politis. Dengan sikap yang bertentangan,  bahkan cenderung memusuhi gereja, kelompok ini memunyai konsepsi sendiri tentang pesan  orisinil dari Injil dan wahyu Tuhan, yang disandarkan pada ajaran Kabbalah yang jelas  bertentangan dengan Injil.

Namun, kaum humanis Italia ini cukup cerdik untuk menyembunyikan dasar pemikiran dan  filosofi mereka dengan menyingkirkan beberapa bagian dari gagasan Kabbalah, dan  merekonstruksi konsep gnosis dengan kondisi terkini pada saat itu. Namun demikian, tetap  saja gnosis yang mereka cari adalah suatu pengetahuan rahasia tentang bagaimana menguasai  kekuatan alam yang buta untuk tujuan sosiopolitis. Pendeknya, masyarakat humanis yang  terbentuk pada masa itu ingin menggantikan budaya Katolik Eropa dengan sebuah budaya  baru yang berakar pada Kabbalah. Mereka bermaksud menciptakan perubahan sosiopolitis untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan, yakni menciptakan tatanan dunia baru dimana  mereka lah penguasanya.

Dalam bukunya, Martin menulis begini sebagai bukti bahwa doktrin humanis bersumber dari Kaballah:
“Para calon anggota persekutuan humanis awal ini adalah pengikut Kuasa Agung Arsitek   Kosmos yang Agung yang mereka representasikan dalam bentuk Tetragrammaton Sakral,  YHWH…. (kaum humanis) meminjam lambang-lambang lain Piramid dan Mata Yang  Melihat Segalanya terutama dari sumber-sumber Mesir”.


Indikasi bahwa Mason berada di balik doktrin humanis adalah,  kaum humanis menggunakan konsep “Arsitek Agung Alam  Semesta” , dan konsep ini juga digunakan oleh kaum Mason  hingga saat ini. Soal adanya hubungan antara para Mason dengan  kaum Humanis, dalam bukunya Martin menulis begini:
“Sementara itu, di daerah utara lainnya, berlangsung sebuah  persatuan yang jauh lebih penting dengan para humanis. Sebuah  persatuan yang tak diduga siapa pun ….”

Yang dimaksud Martin sebuah persatuan yang tak diduga tersebut adalah Freemasonry yang  hingga kini pun masih dianggap sebagai sebuah persekutuan atau organisasi persaudaraan kaum Yahudi yang sangat rahasia. Kaum Humanis Italia yang nota bene Yahudi dan anggota  Freemasonry yang juga Yahudi, kemudian menyatu untuk mencapai tujuan yang sama;  mendirikan negara sendiri yang kini dikenal dengan nama Israel, dan menguasai dunia dengan membentuk tatanan dunia baru.


Gabungan  kaum  Humanis  dan  Fremasonry  menjadi  sebuah  kelompok  yang  demikian  efektif, karena di saat salah satu ‘bermain’ di  bidang filsafat, yang lain bermain di bidangbidang  yang  lain,  terutama  ekonomi  dan  politik.  Maka,  gabungan  ini  menjadi  sangat  berbahaya  karena  memiliki  tujuan  yang  sama  dan  satu,  yakni  menguasai  dunia  dengan  memperdaya penduduknya melalui bidang filsafat, ekonomi, politik, budaya, dan lain-lain.

Untuk mendapatkan definisi  yang lebih jelas dari  doktrin humanis  yang merusak ini, kita  dapat  meloncat  ke  abad  20  dan  mengamati  literatur  Masonik.  Salah  satu  pengikut  Mason Turki  yang  paling  senior,  Selami  Isindag,  mengarang  buku  berjudul  Masonluktan  Esinlenmeler  (Inspirasi  dari  Freemasonry).  Tujuan  penerbitan  buku  ini  adalah  untuk mendidik pengikut Mason muda terkait kepercayaan Mason terhadap “Arsitek Agung Alam  Semesta”  yang  menjadi  dasar  filsafat  humanis  dan  berakar  dari  Kaballah.

Ia  mengungkapkan: “Masonry bukannya tanpa Tuhan. Namun konsep Tuhan mereka berbeda dari yang ada pada  agama.  Tuhan  Masonry  adalah  sebuah  prinsip  agung.  Ia  berada  pada  puncak  evolusi.  Dengan mengkritisi keberadaan di dalam diri kita, mengenal diri kita, dan secara sengaja  menempuh  jalan  sains,  kecerdasan,  dan  kebajikan,  kita  dapat  mengurangi  sudut  antara  ia  dan diri kita. Kemudian, tuhan ini memiliki ciri-ciri baik dan buruk dari manusia. Ia tidak mewujud sebagai pribadi. Ia tidak dipandang sebagai tuntunan alam atau umat manusia. Ia  adalah  arsitek  dari  karya  agung  alam  semesta,  kesatuan  dan  keselarasannya.  Ia  adalah totalitas dari semua makhluk di alam semesta, sebuah kekuatan total yang mencakup segala  sesuatu,  dan  energi.   Walau  begitu,  tidak  dapat  dianggap  bahwa  ia  adalah  suatu permulaan… ini sebuah misteri besar”.

Dari  buku  ini  jelas  sulit  untuk  dipungkiri  bahkan  para  Mason  dan  juga  Humanis, mendewakan alam, bukan Tuhan, sebagai “Arsitek Agung Alam Semesta”. Dengan kata lain,  mereka  menuhankan  alam  dan  seisinya,  termasuk  manusia,  dan  alam  lah  yang  disembah.
Lebih lanjut, dalam bukunya Isindag mengatakan begini; “Selain  alam,  tidak  mungkin  ada  kekuatan  yang  bertanggung  jawab  atas  pikiran  atau tindakan kita…. Prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin Masonry adalah fakta-fakta ilmiah yang  berdasarkan kepada sains dan kecerdasan. Tuhan adalah evolusi. Unsurnya adalah kekuatan  alam. Jadi realitas absolut adalah evolusi itu sendiri dan energi yang mencakupnya.”

Majalah Mimar Sinan, sebuah organisasi penerbitan khusus bagi kaum Freemason Turki juga  memberikan pernyataan tentang filsafat Masonik yang sama. Pada salah satu artikel majalah  itu terdapat tulisan begini :
“Arsitek  Agung  Alam  Semesta  adalah  kecenderungan  menuju  keabadian.  Ia  adalah  jalan  masuk ke keabadian. Bagi kami, ia adalah suatu pendekatan.  Ia menuntut pencarian tanpa  henti terhadap kesempurnaan mutlak di keabadian. Ia membuat jarak antara saat sekarang  dan Freemason yang berpikir, atau, kesadaran.”  Inilah kepercayaan yang dimaksudkan para Mason ketika berujar, "kami memercayai Tuhan,  kami  sama  sekali  tidak  menerima  ateis  di  sekitar  kami." 


Bukannya  Tuhan  yang  disembah  para  Mason,  namun  konsep-konsep  naturalis  dan  humanis  semacam  alam,  evolusi,  dan  kemanusiaan yang dituhankan oleh filosofi mereka.

Bergabungnya  kaum  Humanis  dengan  para  Mason  membuat  filsafat  sesat  ini  terorganisir dengan sangat baik untuk diri mereka sendiri dan dunia yang ingin dikuasai. Maka tak heran  jika kemudian muncul  Teori Evolusi  yang dicetuskan Charles Darwin, gerakan humanisme  yang antara lain dimotori oleh organisasi American Humanist Association, dan sebagainya.  Dan  jangan  heran  pula  jika  kini  hak  asasi  manusia  (HAM)  seolah  bagai  ‘firman’  Tuhan  yang harus dijunjung tinggi, sehingga peristiwa sekecil apapun selalu dikait-kaitkan dengan  HAM atau pelanggaran HAM.

Hak asasi  yang dimiliki setiap individu di dunia ini memang harus dihargai dan dihormati,  namun jika seseorang ditindak tegas karena melakukan sesuatu yang dianggap dapat merusak  agama tertentu atau memicu kekisruhan, hal itu bukan lah pelanggaran HAM. Contoh paling  jelas  adalah  pertikaian  antara  umat  Islam  Indonesia  dengan  jamaah  Ahmadiyah.  Ditinjau  dari  sisi  mana  pun,  ajaran  Ahmadiyah  menyimpang  dari  Islam.  Apalagi  karena  jamaah  Ahmadiyah  cenderung  menutup  diri  dari  umat  Islam  yang  lain.  Seharusnya,  jamaah  ini  didorong  untuk  kembali  kepada  ajaran  yang  benar.  Bukan  justru  dilindungi.  Meski, penyerangan  terhadap  jamaah  itu  tak  bisa  dibenarkan  karena  dapat  dikategorikan  sebagai  tindak kriminalitas yang diatur dalam KUHPidana.




Sebagai penganut ‘ajaran yang berbeda’, kaum Humanis dan  Freemason sesungguhnya tak dapat sejalan dengan masyarakat  penganut agama yang memercayai adanya Tuhan, meski mereka  terkesan toleran dan menghargai perbedaan. Apalagi karena  mereka memiliki tujuan yang teramat besar.
Berbagai terbitan internal Mason secara rinci menjelaskan filosofi humanis organisasi ini dan permusuhan mereka  terhadap monoteisme. Tak terhitung banyaknya penjelasan,  penafsiran, kutipan, dan alegori yang diajukan tentang topik ini di dalam terbitan Masonik.

Sebagaimana diungkap pada postingan sebelumnya, humanisme telah memalingkan  wajahnya dari Pencipta umat manusia dan menerima manusia sebagai “bentuk tertinggi dari  keberadaan di alam semesta”. Nyatanya, ini bermakna penyembahan terhadap manusia. Keyakinan tidak rasionil ini, yang diawali dengan kaum humanis pengikut Kabbalah di  abad XIV dan XV, berlanjut hingga hari ini dengan Masonry modern.

Salah satu humanis paling terkenal dari abad XIV adalah Pico Della Mirandola. Karyanya  yang berjudul Conclusiones philosophicae, cablisticae, et theologicae dihujat oleh Paus  Innocent VIII pada 1489 sebagai mengandung pemikiran-pemikiran bidah. Mirandola  menulis bahwa tidak ada yang lebih tinggi di dunia selain kegemilangan manusia. Gereja memandang ini sebagai gagasan bidah dan tidak pelak lagi adalah penyembahan terhadap  manusia. Memang, ini merupakan gagasan bidah karena tidak ada sesuatu pun yang patut dimuliakan selain Allah. Manusia hanyalah ciptaan-Nya. 

Dewasa ini, kaum Mason memroklamirkan pemikiran bidah Mirandola tentang penyembahan  manusia secara jauh lebih terbuka. Misalnya, pada sebuah buku kecil Masonik dikatakan: "Masyarakat-masyarakat primitif dahulu lemah, dan karena kelemahan ini, mereka  menuhankan kekuatan dan fenomena di sekitar mereka. Namun Masonry menuhankan  manusia saja".

Di dalam The Lost Key of Freemasonry, Manly P. Hall menjelaskan bahwa doktrin humanis  Masonik ini berakar dari Mesir Kuno: "Manusia adalah tuhan dalam proses penciptaan, dan sebagaimana di dalam mitos-mitos mistik Mesir, di atas jentera pembuat tembikar, dia  dibentuk. Ketika cahayanya bersinar untuk mengangkat dan melindungi segala sesuatu, dia  menerima mahkota rangkap tiga ketuhanan, dan bergabung dengan rombongan Pemimpin  Mason, yang dengan jubah Biru dan Emas mereka, berupaya untuk menghalau kegelapan  malam dengan cahaya rangkap tiga dari Loge Masonik". Artinya, menurut kepercayaan Masonry, manusia adalah tuhan, namun hanya pemimpin  agung yang mencapai kesempurnaan ketuhanan. Agar menjadi seorang pemimpin agung  adalah dengan menolak sepenuhnya keimanan pada Tuhan dan fakta bahwa manusia adalah  abdi-Nya. Fakta ini secara ringkas disebutkan oleh penulis lain, J.D. Buck, dalam bukunya Mystic Masonry:
"Satu-satunya diri Tuhan yang diterima Freemasonry adalah kemanusiaan sempurna….  Karenanya kemanusiaan adalah satu-satunya tuhan".

Jelaslah bahwa humanis adalah suatu bentuk agama, dan tulisan-tulisan Masonik menegaskan  hal ini. Pada sebuah artikel di majalah Turk Mason (Mason Turki), disebutkan, “Kita selalu  menyatakan bahwa cita-cita tinggi Masonry terletak pada doktrin 'Humanisme'.”

Terbitan Turki lainnya menerangkan bahwa humanisme adalah sebuah agama: "Sama sekali  bukan upacara kering dari dogma-dogma keagamaan, melainkan sebuah agama yang murni.  Dan humanisme kita, ke mana arti hidup mengakar, akan memenuhi kerinduan yang tidak  disadari kaum muda".
Bagaimana kaum Mason dan humanis menjalankan agamanya yang menyimpang ini? Untuk  memahaminya, kita harus mengamati sedikit lebih dekat pada pesan-pesan yang mereka  sebarkan kepada masyarakat. Demi menyebarkan doktrin humanisme, Freemasonry menggunakan beragam cara.

Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan cara-cara yang mengatasnamakan kemanusiaan,  seperti misalnya mendirikan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang amal, lingkungan, kemanusiaan, dan sebagainya,  sehingga orang yang tak tahu ‘makhluk’ apa sebenarnya  organisasi itu, dapat terseret dalam kesesatan.

Dari begitu banyak organisasi yang dibentuk Freemason, dua di  antaranya, dan yang paling dikenal adalah International  Association of Rotary Club dan International Association of  Lions Club. LSM World Vision yang berkantor di Jalan Wahid  Hasyim, Jakarta Pusat, juga dicurigai organisasi para Mason, karena logo LSM ini berupa  gambar sebuah mata.



Bersambung....nantikan kelanjutannya di part 3